Besok Gerhana Matahari Cincin Api Satu-satunya Tahun 2021

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fenomena gerhana matahari cincin sebagian terpantau dari Manado, Suawesi Utara, Ahad, 21 Juni 2020. Gerhana Matahari ini teramati mulai pukul 15.28 WITA, dan puncak gerhana teradi pada pukul 16.32 WITA , berakhir pada pukul 17.28 WITA. ANTARA/Adwit B Pramono

    Fenomena gerhana matahari cincin sebagian terpantau dari Manado, Suawesi Utara, Ahad, 21 Juni 2020. Gerhana Matahari ini teramati mulai pukul 15.28 WITA, dan puncak gerhana teradi pada pukul 16.32 WITA , berakhir pada pukul 17.28 WITA. ANTARA/Adwit B Pramono

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena langit gerhana matahari akan terjadi besok, Kamis, 10 Juni 2021. Orang-orang di belahan bumi utara akan dapat melihat cincin api di langit saat gerhana matahari cincin bergerak melintasi Bumi.

    Gerhana matahari terjadi ketika Bulan bergerak langsung antara Matahari dan Bumi, membuat bayangan di Bumi dan menghalangi setidaknya sebagian cahaya matahari. 

    Kamis ini saat matahari terbit, masyarakat dapat menantikan gerhana matahari cincin, yang terjadi ketika Bulan terlalu jauh dari Bumi dalam orbit elipsnya untuk sepenuhnya menghalangi Matahari seperti yang terjadi saat gerhana matahari total.

    Sebaliknya, Bulan membiarkan cincin luar matahari terbuka, menciptakan tampilan "cincin api" di langit, dan menjadi satu-satunya gerhana matahari cincin pada tahun 2021.

    ADVERTISEMENT

    “Ini tidak akan terlihat seperti matahari biasa yang Anda lihat,” kata Jackie Faherty, astrofisikawan di American Museum of Natural History di New York City, Amerika Serikat, seperti dikutip Space, Selasa, 8 Juni 2021.

    Sementara "cincin api" penuh akan terlihat dari garis lintang paling utara (termasuk Kutub Utara dan sebagian Greenland dan Kanada). Sebagian besar pemirsa hanya akan melihat sebagian versi gerhana, yang akan terlihat dari sebagian Amerika Utara, Eropa dan Asia.  

    Gerhana sebagian, di mana Bulan tampak menggigit Matahari, mungkin tidak semenarik gerhana "cincin api" annular. Namun, Faherty mencatat bahwa bahkan gerhana sebagian bisa menjadi hal yang luar biasa untuk disaksikan.

    Menurut Faherty, gerhana sebagian hari Kamis akan terlihat seperti “Bintang Kematian” berada di depan Matahari saat terbit. Hal itu, kata dia, mengacu pada senjata luar angkasa seukuran bulan dari film Star Wars. Dari sudut pandangnya, peristiwa itu akan mencakup banyak hal yang akhirnya akan tampak seperti cincin api.

    "Yang ini agak keren, karena cara bayangan Bulan akan melewati Bumi, itu akan melewati Kutub Utara,” tutur Faherty, sambil menambahkan bahwa sebenarnya cukup jarang gerhana matahari melewati Kutub Utara.  

    Di Amerika Serikat, gerhana sebagian akan terlihat di sepanjang wilayah Tenggara, Timur Laut, Barat Tengah, dan bahkan di Alaska Utara. Pengamat langit dapat melihat peristiwa itu di langit pagi yang dekat dengan cakrawala dan tepat sebelum atau saat matahari terbit, dan disarankan tidak melihat langsung ke Matahari terbit tanpa pelindung mata yang tepat.

    Pengamat langit di sebagian besar Kanada dan sebagian Karibia, Eropa, Asia, dan Afrika utara juga akan melihat gerhana matahari sebagian. Untuk informasi lebih detail tempat termasuk fenomenanya, masyarakat bisa melihatnya melalui Studio Visualisasi Ilmiah NASA. 

    SPACE | NASA

    Baca:
    Ilmuwan Temukan Cara Covid-19 Merusak Paru-paru Manusia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.