BMKG Akui dan Perbaiki Eror Data Tanggal Peristiwa Gempa

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Ahad, 17 Juli 2019.  ANTARA/izaac mulyawan

    Petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Ahad, 17 Juli 2019. ANTARA/izaac mulyawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG telah memperbaiki kesalahan dalam informasi gempa yang dibagikannya pada Kamis, 10 Juni 2021. Kesalahan diakui pada pencantuman tanggal peristiwa gempa pada hari itu yang ditulis 21 Juli 2021.

    Gempa yang dimaksud adalah yang mengguncang Kaur, Bengkulu. Gempa berkekuatan Magnitudo 5,0 yang terjadi pada pukul 17.12 WIB itu berpusat di laut da terukur memiliki intensitas hingga skala IV MMI di Kaur.

    Hingga malamnya, BMKG masih menuliskannya sebagai gempa tanggal 21 Juli. Kesalahan informasi bahkan tersebar luas karena data yang sama dibagikan via akun media sosial, selain yang dimuat dalam situs web resmi. 

    Kepala Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana memberikan klarifikasi bahwa informasi peringatan gempa tersebut salah. “Saya cek dulu ya, ternyata memang ada eror, dan sekarang sudah di-update,” ujar dia saat dihubungi, Jumat pagi, 11 Juni 2021.

    Taufan juga meminta agar meng-update, dan memeriksa kembali situs BMKG tersebut. “Sepuluh menit berikutnya sudah berubah,” kata dia tanpa menjelaskan detail mengapa hal itu terjadi.

    Kesalahan itu mengingatkan kepada insiden disebarkannya SMS berisi kejadian gempa 8,5 M yang berpotensi memicu tsunami beberapa waktu lalu oleh KominfoBMKG pada 27 Mei lalu. Isi SMS memicu keresahan karena keterangan waktu dari isi SMS itu menunjukkan 4 Juni 2021.

    “Peringatan dini tsunami di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur," bunyi pesan saat itu lengkap bersama data lokasi sumber gempa di koordinat 10,50 LS dan 114,80 BT. Belakangan BMKG menyebut terjadi kesalahan sistem SMS.

    BMKG saat itu menegaskan informasi itu bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Karena hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi.

    BMKG dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah merespons secara cepat dengan melakukan klarifikasi bahwa telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami melalui kanal SMS. Pihaknya juga saat itu langsung melakukan invetigasi bersama.

    Namun, hingga sekarang, BMKG belum menginformasikan hasil investigasi yang dilakukan itu. Taufan tidak menjawab ketika ditanya mengenai bagaimana perkembangan investigasi. Ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati tak merespons permintaan penjelasan hasil investigasi tersebut.

    Baca juga:
    BPPT: Tiga Teknologi Peringatan Dini Beroperasi Penuh 2024


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.