Bala Bantuan untuk Nakes, Perekrutan Relawan Mahasiswa Meluas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas saat bersiap mengikuti peluncuran Satuan Tugas Pemburu Covid-19 di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 4 Juni 2021. Pemerintah kota setempat juga berharap kontribusi mahasiswa kedokteran untuk tim itu. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.

    Sejumlah petugas saat bersiap mengikuti peluncuran Satuan Tugas Pemburu Covid-19 di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 4 Juni 2021. Pemerintah kota setempat juga berharap kontribusi mahasiswa kedokteran untuk tim itu. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.

    TEMPO.CO, Makassar - Mahasiswa kedokteran maupun dokter muda di empat kampus pemilik fakultas kedokteran di Makassar, Sulawesi Selatan, diajak ambil bagian menjadi relawan penanganan Covid-19. Ajakan untuk menjadi relawan mahasiswa disampaikan Wali Kota Makassar, M. Ramdhan Pomanto, usai rapat virtual bersama mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Sabtu 17 Juli 2021.

    "Kami masih membutuhkan sekitar 500 orang, baik itu sebagai laboran (tenaga laboratorium) atau surveilans untuk bergabung di tim Covid-19 Hunter, serta menerima laporan hasil tracing yang terkonfirmasi per harinya," kata Danny Pomanto.

    Danny mengaku menaruh harapan kepada para mahasiswa KKN tersebut untuk turut serta berkontribusi dalam Program Makassar Recover. "Saya telah menugaskan Kepala Dinas Kesehatan berkunjung ke kampus-kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran, mendengar sumbang saran dari para ahli untuk bersama-sama menangani pandemi," katanya menambahkan.

    Di Surabaya, sekitar delapan fakultas kedokteran dari berbagai perguruan tinggi dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan menyatakan siap membantu pemerintah kota setempat dalam menyiapkan rekrutmen relawan tenaga kesehatan. Dukungan diungkap Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat memimpin rapat koordinasi secara daring terkait penanganan Covid-19 di kota itu, Jumat 16 Juli 2021.

    Menurut Armuji, rekrutmen relawan mahasiswa menindaklanjuti usulan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya yang sejauh ini mencatat 270 anggotanya terinfeksi Covid-19. Dalam rapat, berbagai masukan datang dari para dekan untuk mematangkan rekrutmen relawan medis mulai dari perencanaan, pemetaan, hingga pelaksanaan.

    Adapun sejumlah fakultas kedokteran yang siap membantu di antaranya dari Universitas Airlangga, Universitas Ciputra, UNUSA, Universitas Muhammadiyah, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Hang Tuah, Universitas Widya Mandala dan Universitas Surabaya. Selain itu juga ada dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan RS Dr Soetomo dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya.

    Poltekes Kemenkes Yogyakarta saat melepas relawan mahasiswa untuk ditugaskan ke berbagai rumah sakit rujukan membantu penanganan Covid-19 pada Senin 12 Juli 2021. dok. Poltekes Yogyakarta

    Selain itu, Armuji mengatakan bahwa pemerintah pusat nantinya akan mengatur bagi dokter yang sudah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter yang menjadi relawan agar bisa dihitung menjadi bagian dari internship. "Tentu pemerintah kota akan menyiapkan yang menjadi bagian kewenangan daerah," kata Armuji.

    Sebelumnya upaya perekrutan relawan mahasiswa juga dilakukan di Yogyakarta. Posko dibuka di Politeknik Kesehatan milik Kementerian Kesehatan di kota itu dan telah merekrut puluhan dari sekitar 200 yang ditargetkan.

    Baca juga:
    Sederet Kontribusi Mahasiswa Kedokteran di Kala Pandemi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.