Solidaritas Warga Selamatkan RS Immanuel Bandung dari Krisis Oksigen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyusun tabung oksigen kosong yang akan diisi di pusat isi ulang oksigen di kawasan Jalan AH Nasution, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2021. Saat grafik penularan Covid-19 terus menanjak, omzet perusahaan isi ulang oksigen naik 50 persen jadi 150 tabung per hari. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja menyusun tabung oksigen kosong yang akan diisi di pusat isi ulang oksigen di kawasan Jalan AH Nasution, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2021. Saat grafik penularan Covid-19 terus menanjak, omzet perusahaan isi ulang oksigen naik 50 persen jadi 150 tabung per hari. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Warga dan keluarga pasien ikut menolong pasien Rumah Sakit Immanuel Bandung yang nyaris kehabisan pasokan oksigen. Pihak rumah sakit sempat berencana mencabut selang ke pasien jika persediaannya habis.

    “Setelah pengumuman itu banyak pihak yang bergotong royong membawa tabung-tabung oksigen,” kata Gideon Dwi Pamungkas, juru bicara dari bagian legal Rumah Sakit Immanuel Bandung, Selasa, 20 Juli 2021.

    Sehari sebelumnya Rumah Sakit Immanuel Bandung mengumumkan persediaan gas dalam bentuk cair itu nyaris habis dalam beberapa jam. “Kalau sekarang sudah kembali aman terkendali,” kata Gideon.

    Kebutuhan oksigen di rumah sakit itu menurutnya, kebanyakan untuk pasien Covid-19. Dari total kapasitas 167 ranjang, 79 orang kini tengah menjalani perawatan Covid-19. Kejadian hampir kehabisan oksigen ini kata Gideon, baru pertama kali terjadi. “Akumulasi dari banyaknya pasien Covid-19,” kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Sebelum nyaris habis, menurutnya, rumah sakit telah menghubungi beberapa pemasok oksigen. Permintaan rumah sakit kemudian terpenuhi. “Cuma memang pengiriman itu karena semua pihak perlu jadi enggak bisa semaksimal dulu,” ujarnya sambil menambahkan kapasitas gas oksigen di RS Immanuel Bandung 5.600 liter.

    Direktur Utama RS Immanuel Bandung Ruly Sjambali pada Senin, 19 Juli 2021, mengumumkan sambil meminta maaf bahwa dalam waktu 2-3 jam ke depan, stok oksigen bagi pasien akan habis. Pihaknya telah meminta bantuan kepada para pemasok oksigen melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung juga provinsi Jawa Barat.

    “Dengan sangat terpaksa kami akan melepas semua sungkup oksigen, selang oksigen dan lainnya bila stok oksigen sudah nol (habis),” ujarnya secara tertulis.

    Menurut Gideon, pengumuman itu disampaikan sekitar pukul 17.30 WIB, Senin, 19 Juli 2021. Setelah itu, hingga kini, para donatur dari berbagai kalangan termasuk keluarga pasien, secara bergelombang memberikan tabung-tabung gas oksigen untuk dipakai. Jumlahnya lebih dari 30 tabung. “Ukuran tabungnya bermacam-macam 1-6 meter kubik,” ujarnya.

    Pertolongan dari solidaritas warga itu menghindarkan kemungkinan terburuk yaitu sungkup dan selang oksigen harus dicabut dari pasien. Adapun tabung besar oksigen rumah sakit, kata Gideon, baru bisa diisi pemasok pada sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa, 20 Juli 2021.

    “Pasokan bukan sulit tapi karena banyak yang butuh jadi ya beginilah kondisinya,” kata dia.

    Mengantisipasi terulangnya kejadian, Rumah Sakit Immanuel Bandung akan terus memantau persediaan gas oksigen dan berhubungan dengan beberapa pemasok serta pihak lain. “Semoga pasokan oksigen bisa lebih lancar lagi,” katanya.

    Baca juga:
    Lonjakan Pasien Covid-19 dan Siasat Rumah Sakit Menghemat Oksigen


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.