Rektor UGM Panut Mulyono Dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panut Mulyono terpilih sebagai Rektor UGM, Senin, 17 April 2017. (ugm.ac.id)

    Panut Mulyono terpilih sebagai Rektor UGM, Senin, 17 April 2017. (ugm.ac.id)

    TEMPO.CO, Jakarta – Pada 27 Juli 2021, Prof Ir Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU ASEAN Eng., resmi dikukuhkan menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2021-2022. Pengukuhan tersebut diselenggarakan melalui Konferensi FRI 2021, Konvensi Kampus XXVII, dan Temu Tahunan XXIII secara daring. Sebelumnya, Prof. Panut Mulyono dikenal sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk periode 2017-2022.

    Dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, Prof Panut Mulyono menempuh pendidikan sarjananya di Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM dan lulus pada tahun 1986. Tak berselang lama, dirinya melanjutkan pendidikan Master of Engineering (1990) dan Doctor of Engineering (1993) di Tokyo Institute Technology, Jepang dengan disertasi doktornya bertajuk “Concentration Difference Heat Pump Using Fusion and Freezing Processes.” Saat ini, Panut Mulyono merupakan guru besar ilmu energi bidang optimasi sistem teknik kimia di Fakultas Teknik, UGM dan turut menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UGM.

    Karirnya dalam bidang penelitian tidak perlu diragukan lagi. Prof Panut Mulyono turut aktif di berbagai kepenulisan jurnal baik nasional dan internasional sebagai penulis utama. Terdapat lebih dari 67 karya ilmiah telah dipublikasikan oleh dirinya. Analisis Sistem Teknik Kimia dan Ekonomi Teknik merupakan dua buku yang ditulis oleh dirinya. Selain itu, Prof. Panut Mulyono juga ikut serta menulis sebuah chapter dalam Buku Dari Yogyakarta untuk Energi Indonesia: Pandangan dan Hasil Riset Pakar UGM di Bidang Energi, Pusat Studi Energi UGM, dengan judul Hidrogen sebagai Energi Terbarukan: Proses Produksi, Transportasi, dan Penyimpanannya.

    Fokus kajian penelitiannya tentang bidang perpindahan kalor, perpindahan massa, dan energi. Selain itu, ia juga menekuni penelitian seputar ekstraksi zat berharga dari tumbuhan Indonesia, bidang energi baru dan terbarukan (EBT), dan ekstraksi unsur logam dari bahan mineral Indonesia. Sebagai dosen, Panut Mulyono juga mengampu beberapa mata kuliah seperti Manajemen dan Konservasi Energi, Perpindahan Panas, Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia, Ekonomi Teknik, Analisis Matematis Teknik Kimia, Analisis Matematis Lanjut, Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia, Pemodelan Sistem Lingkungan, Manajemen Operasi, Potensi Bahan Baku Industri, Kontrol Limbah Berbahaya, Menggambar Teknik, dan Calculus.

    Sebelum menjadi Rektor UGM untuk periode 2017-2022, Prof. Panut Mulyono sempat menjalani beberapa jabatan di UGM, seperti pada 1999-2004, dirinya merupakan Asisten Direktur Bidang Keuangan Proyek QUE Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik. Lalu, menjadi Kepala Laboratorium Analisis Instrumental, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (2007-2008),  Asisten Direktur Bidang Keuangan PHK B, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (2006 – 2008), Pembantu Pengurus Fakultas Teknik Bidang Sarana dan Prasarana (1995–2003), dan Dekan Fakultas Teknik (periode pertama 2012–2016 dan periode ke-2 2016–2017). Sejak 1997 hingga sekarang, dirinya juga merupakan Dewan Pakar Pusat Studi Energi UGM.

    Karena tingginya dedikasi Panut Mulyono terhadap dunia akademik, berbagai penghargaan pun diterimanya. Pada 1996 menjadi Dosen Teladan I, Fakultas Teknik UGM, memperoleh Satya Lencana Karya Satya XX Tahun dan Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden RI pada Agustus 2019, mendapatkan status sebagai ASEAN Engineer dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) pada September 2019, dan masih banyak lagi.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Panut Mulyono Terpilih jadi Rektor UGM

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.