Hati-hati Ikut Tren Aplikasi FaceApp, Perhatikan Risiko Berikut Ini

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • FPC. FaceApp.

    FPC. FaceApp.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren aplikasi FaceApp terus menjadi tren warganet. Belakangan, dari foto bisa menjadi gerakan wajah saat menyanyikan berbagai lagu dari penyanyi ternama mulai Michael Jackson

    Aplikasi FaceApp menawarkan banyak efek yang dapat mengubah wajah. Ada yang berubah jadi wajah hewan, ekspresi wajah, memberikan efek cerah pada kulit, tampilan wajah seperti menggunakan make-up, mengubah wajah menjadi versi wanita dan pria sesuai pilihan, paling unik bisa mengubah wajah menjadi lebih tua.

    Dilansir dari Tech Crunch, cara kerja aplikasi ini menggunakan kecerdasan buatan berbasis neural network, yakni kemampuan memodifikasi wajah pada semua foto wajah dengan tetap menjaga kualitas photorealistic atau keasliannya. Teknologi ini memiliki kemampuan kecerdasan buatan menyerupai kerja otak manusia.

    Terhadap pembarharuan teknologi ini, perlu hati-hati menggunakannya, bisa saja jadi bumerang bagi pengguna. Pasalnya, FaceApp ternyata bisa saja menyebarkan, menyimpan, bahkan menjual foto pengguna untuk tujuan komersial meski foto tersebut telah dihapus.

    Hal tersebut tak dapat dibantah, sebab diawal penggunaan aplikasi ini, pengguna sudah dimintai persetujuan. Biasanya pengguna jarang membaca ketentuan yang ditampilkan, kebanyakan pengguna justru langsung menyetujui dengan menekan pilihan agree. Dengan begitu, sepenuhnya pengguna menyerahkan hak atas foto yang dihasilkan lewat aplikasi tersebut ke pihak developer seperti dikutip Apple Insider.

    Alhasil, secara otomatis FaceApp berhak melakukan apa pun dengan materi tersebut, termasuk meyebarkannya dan menggunakannya untuk keperluan komersial tanpa perlu meminta izin ataupun memberikan kompensasi kepada pengguna.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Ramai Aplikasi FaceApp Challenge Kaspersky Berpotensi Dicuri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.