Ranking Polusi PM 2,5 di Dunia 2021: Indonesia Terburuk ke-17, Jakarta ke-12

Sejumlah pejalan kaki menggunakan masker ketika melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis 25 Juli 2019. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan meningkatkan layanan angkutan umum massal, mulai dari MRT dan kendaraan umum massal lainnya, menyediakan perlengkapan uji emisi kendaraan bermotor dan penambahan ruang hijau terbuka serta penanaman pohon yang dapat menyerap polutan seperti PM 2,5 di udara yang dikeluarkan sebagian besar oleh asap pembuangan kendaraan bermotor. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Goldach - Indonesia menjadi negara yang udaranya paling tercemar debu halus (PM 2,5) di kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun lalu. Dengan nilai rata-rata 34,3 mikrogram per meter kubik, Indonesia menempati peringkat 17 paling polutif di dunia dalam Laporan Kualitas Udara Dunia 2021 IQAir.

IQAir, perusahaan teknologi kualitas udara yang berbasis di Swiss, menempatkan Indonesia tertinggi dalam kelompok negara-negara yang mencatat konsentrasi PM 2,5 tahunan 5-7 kali lipat dari baku mutu terbaru yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia, WHO. Laporan IQAir ini sekaligus laporan kualitas udara global utama pertama yang berbasis Pedoman Kualitas Udara WHO untuk PM2,5 tahunan yang diperbarui pada September 2021.

Pedoman baru dari WHO itu memotong nilai pedoman PM 2,5 tahunan yang ada dari 10 μg/m3 ke 5 μg/m3. Baku mutu pajanan PM 2,5 dan lima polutan lain direvisi menjadi lebih ketat karena semakin besar angka kematian dini dan hilangnya tahun kehidupan yang lebih sehat di dunia karena polusi udara.

Adapun PM 2,5 umumnya diterima sebagai polutan yang paling berbahaya. Pantauan secara luas, polutan udara ini telah ditemukan menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap efek kesehatan manusia seperti asma, stroke, penyakit jantung, dan paru-paru.

Hasilnya, secara keseluruhan, Laporan Kualitas Udara Dunia IQAir 2021 menemukan tidak ada satu negara pun yang memenuhi pedoman tersebut. Laporan ini menganalisis pengukuran polusi udara PM 2,5 dari stasiun pemantauan udara di 6.475 kota di 117 negara, kawasan, dan wilayah.

“Ini adalah fakta yang mengejutkan," kata Frank Hammes, CEO IQAir, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo.co, Selasa 22 Maret 2022. Dia menambahkan, "Laporan ini menggarisbawahi betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang aman, udara bersih dan sehat untuk dihirup.”

Avinash Chanchal, Manajer Kampanye Greenpeace India, menyebut isi laporan dari IQAir sebagai 'wake up call'. Dia menyatakan bahwa dunia telah memahami lebih baik bagaimana polusi udara merusak kesehatan dan ekonomi. Disebutkannya, polusi udara PM 2,5 dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar termasuk batu bara, minyak dan gas fosil. Selain pembangunan yang tidak berkelanjutan, serta kegiatan pertanian.

Menurut Avinash, mengatasi krisis polusi udara membutuhkan pengembangan energi terbarukan, sumber daya, serta transportasi umum yang bersih dan mudah diakses. Selain itu, solusi untuk polusi udara juga solusi krisis iklim. "Menghirup udara bersih harus menjadi hak asasi manusia, bukan hak istimewa,” katanya menegaskan.

India, dengan konsentrasi 58,1 mikrogram per meter kubik, berada dalam lima besar negara paling tercemar PM 2,5 menurut laporan IQAir 2021. Di atasnya berturut-turut adalah Tajikistan (59,4), Pakistan (66,8), Chad (75,9) dan Banglades (76,9). Kelimanya, bersama Oman dan Kirgistan di urutan 6 dan 7, dikelompokkan dalam negara dengan hasil pengukuran PM2,5 lebih dari 10 kali lipat standar WHO terbaru.

India juga menempatkan New Delhi sebagai ibu kota paling tercemar di dunia selama empat tahun berturut-turut dengan hasil pengukuran PM 2,5 rata-rata sepanjang tahun lalu sebesar 85,0 mikrogram per meter kubik. Setelah New Delhi adalah Dhaka (Bangladesh), N'Djamena (Chad), Dushanbe (Tajikistan), dan Muscat (Oman). Dalam ranking ibu kota ini, Jakarta menempati urutan 12 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 39,2.

Baca juga:
Ini Sebab Kualitas Udara Bisa Lebih Buruk Meski Kawasan Lebih Hijau

 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.





WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

1 hari lalu

WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

Kesenjangan dalam strategi mengatasi Covid-19 tahun ini terus menciptakan kondisi sempurna bagi munculnya varian baru yang mematikan


Indonesia Turut Berperan Aktif Wujudkan Keamanan Pangan Global

3 hari lalu

Indonesia Turut Berperan Aktif Wujudkan Keamanan Pangan Global

WHO dan FAO akan bekerja dengan negara-negara anggota dan mitra lainnya untuk memodifikasi, merancang ulang, atau memperkuat sistem keamanan pangan


1 Desember Hari AIDS Sedunia: Kilas Balik Penetapannya

3 hari lalu

1 Desember Hari AIDS Sedunia: Kilas Balik Penetapannya

Hari AIDS Sedunia merupakan momentum untuk menyatukan orang-orang di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS.


WHO Ganti Nama Virus Monkeypox Jadi Mpox, Simak Alasannya

5 hari lalu

WHO Ganti Nama Virus Monkeypox Jadi Mpox, Simak Alasannya

"Monkeypox sudah seharusnya dinamakan ulang untuk dua alasan utama yang satu di antaranya adalah tidak akurat secara saintifik."


Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

5 hari lalu

Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

Amerika menyatakan ini adalah momen untuk menegaskan kembali apa yang mereka yakini terkait dengan kebebasan berkumpul dan protes damai.


Hindari Stigma, WHO Gunakan Mpox daripada Monkeypox

5 hari lalu

Hindari Stigma, WHO Gunakan Mpox daripada Monkeypox

WHO meluncurkan proses konsultasi publik untuk menemukan nama baru bagi monkeypox atau cacar monyet awal tahun ini


Mengenal Gejala dan Penyebab Demam Kuning

7 hari lalu

Mengenal Gejala dan Penyebab Demam Kuning

Menurut World Health Organization disingkat WHO, diperkirakan ada 200.000 orang yang terinfeksi demam kuning setiap tahunnya.


Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

7 hari lalu

Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

Kasus-kasus Covid-19 telah benar-benar berubah sejak Omicron terdeteksi setahun yang lalu.


Rima Melati, Lifetime Achievement FFI 2022: Besar Kontribusi dalam Film, Perkasa Melawan Kanker

9 hari lalu

Rima Melati, Lifetime Achievement FFI 2022: Besar Kontribusi dalam Film, Perkasa Melawan Kanker

Mendiang Rima Melati mendapatkan Lifetime Achievement FFI 2022. Ini kisah kontribusinya dalam dunia film, dan perjuangannya melawan kanker.


Lagi, Polusi Debu Batu Bara Cemari Warga Rusunawa Marunda, Ganggu Nafas, Mata & Bikin Gatal

9 hari lalu

Lagi, Polusi Debu Batu Bara Cemari Warga Rusunawa Marunda, Ganggu Nafas, Mata & Bikin Gatal

Polusi debu batu bara tak kunjung hilang dan masih terus mencemari lingkungan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Cilincing.