Skripsi Mahasiswa Lacak Penyebab Utama Banjir Rob Semarang

Foto udara saat polisi bersama warga dan relawan bergotong-royong menutup tanggul yang jebol akibat banjir rob di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 25 Mei 2022. ANTARA FOTO/Aji Styawan

TEMPO.CO, Jakarta - Studi skripsi mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, memuat kajian terbaru banjir rob Semarang. Isinya membeberkan penyebab banjir pesisir di ibu kota Jawa Tengah itu untuk periode 2012-2020. Faktor dominan apa saja yang berada di baliknya serta waktunya.

Studi skripsi itu diungkap peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widodo Setiyo Pranowo, dalam webinar 'Banjir Rob di Musim Kemarau', Kamis 2 Juni 2022. Widodo adalah juga pembimbing dalam studi itu. 

Skripsi disusun Afif Arwin Egaputra, mahasiswa Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Dia mendata selama kurun 2012–2020, tercatat 16 kejadian banjir rob Semarang

Data lain yang dikumpulkannya adalah arah dan kecepatan angin dari European Center for Medium Range Weather Forecast. Begitu juga dengan curah hujan dari BMKG dan pasang surut laut dari Badan Informasi Spasial. Seluruhnya digunakan untuk menganalisis faktor dominan banjir rob Kota Semarang.

Berdasarkan hasil penelitian itu, kejadian banjir rob di Kota Semarang umumnya terjadi pada Desember hingga Februari. Waktu lainnya pada periode Mei hingga Juli. Faktor dominan yaitu pasang purnama dan angin kencang yang diikuti curah hujan.

Didapati, antara lain, sebanyak enam kali banjir rob terjadi saat pasang purnama, dibarengi kondisi angin yang tidak terlalu kencang. Adapun tiga rob lain terjadi pada fase bulan perbani dengan angin kencang.

Adapun pada kejadian banjir rob terbaru pada 23-24 Mei 2022, hasil kajian Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer di BRIN juga mengungkap faktor angin kencang berkecepatan lebih dari 10 meter per detik.

Angin itu, menurut ketua tim Anis Purwaningsih, yang memicu kenaikan gelombang di Laut Jawa dekat pesisir utara Pulau Jawa, termasuk di Semarang. “Dan berkontribusi menyebabkan banjir rob di pantura,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu, 25 Mei 2022.

Menurut tim, banjir rob dapat disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor sekaligus, seperti astronomis, oseanografis, meteorologis, bahkan geologis. Dari hasil kajian, tim menemukan adanya seruak badai (storm surge) berupa hujan deras dan angin kencang yang terjadi secara persisten di Laut Jawa sejak 19–22 Mei 2002.

Baca juga:
Mahasiswi yang Bikin Konten Pasang Kateter Urine Pasien Ditarik ke Kampus






Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Siang hingga Malam Hari

5 jam lalu

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Siang hingga Malam Hari

Kondisi cuaca Jabodetabek hari ini diprediksi hujan merata hingga ke wilayah Kota Tangerang.


43 Ribu Mahasiswa Mendaftar Program Kampus Mengajar Angkatan 5

1 hari lalu

43 Ribu Mahasiswa Mendaftar Program Kampus Mengajar Angkatan 5

Rekor tertinggi selama pelaksanaan program Kampus Mengajar sejak diluncurkan Menteri Nadiem pada 2020.


Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

3 hari lalu

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

Prediksi cuaca Jabodetabek hari ini diwarnai dengan potensi hujan disertai dengan petir dan angin kencang. Perkiraan itu bersumber dari BMKG.


BRIN Catat Indonesia Punya 911 Spesies Rumput Laut dan 350 Teripang

4 hari lalu

BRIN Catat Indonesia Punya 911 Spesies Rumput Laut dan 350 Teripang

Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN mengidentifikasi 911 spesies rumput laut (seaweed) dan 350 teripang (Holothuria) di Indonesia.


Institut Teknologi PLN Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak Tahun Depan

4 hari lalu

Institut Teknologi PLN Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak Tahun Depan

Berikut informasi penerimaan mahasiswa baru, program studi, beasiswa, fasilitas dan sebaran lulusan dari Institut Teknologi PLN.


BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

4 hari lalu

BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

Orbita merupakan peneliti ahli utama di bidang kepakaran, teknologi, dan aplikasi pengindraan jauh pada Pusat Riset Pengindraan Jauh BRIN.


Jokowi: Asrama Mahasiswa Nusantara agar Putra Daerah Kompak

5 hari lalu

Jokowi: Asrama Mahasiswa Nusantara agar Putra Daerah Kompak

Mahasiswa dari berbagai daerah akan tinggal bersama di Asrama Mahasiswa Nusantara sehingga dapat saling mengenal dan menghargai.


Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

5 hari lalu

Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

Ikon di kampung wisata Kota Yogyakarta itu perlu ditemukan, di-branding lalu dijual kepada wisawatan.


Pemerintah Prancis Buka Beasiswa Eiffel untuk Mahasiswa S2 dan S3

5 hari lalu

Pemerintah Prancis Buka Beasiswa Eiffel untuk Mahasiswa S2 dan S3

Pendaftaran Beasiswa Eiffel 2023-2024 tidak diajukan secara langsung. Namun, melalui universitas yang dituju. Ini informasi selengkapnya.


Undip Kirim Relawan untuk Bantu Korban Gempa Bumi Cianjur

6 hari lalu

Undip Kirim Relawan untuk Bantu Korban Gempa Bumi Cianjur

D-DART merupakan Satgas Bencana Undip yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan juga tenaga kependidikan.