UGM Deklarasi sebagai Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Reporter

Editor

Devy Ernis

Rektor UGM periode 2022-2027 Ova Emilia berpose saat Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor UGM periode 2022-2027 di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat 27 Mei 2022. Ova Emilia terpilih sebagai Rektor UGM periode 2022-2027 melalui Rapat Pleno menggantikan Panut Mulyono dan tercatat sebagai rektor perempuan kedua di universitas tersebut. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia akan mendeklarasikan UGM sebagai kampus yang bebas dari adanya tindak kekerasan (zero tolerance for violence) terutama kekerasan seksual. Salah satu aktivitas sebagai bagian dari deklarasi Kampus bebas kekerasan adalah disosialisasikannya kampus anti kekerasan ini di hadapan 6.250 mahasiswa yang akan mendapatkan pembekalan KKN secara daring pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Komitmen ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan adanya sosialisasi secara masif kepada seluruh sivitas kampus. Ova menjelaskan bahwa sejak 2019 lalu, UGM telah melakukan sejumlah upaya penanganan dan manajemen terhadap kekerasan di lingkungan kampus.

Selanjutnya, komitmen ini dipertegas dengan Peraturan Rektor UGM Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual oleh Masyarakat UGM yang terbit setahun sebelum Permendikbudristek Nomor 30/2021  tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Peraturan Rektor UGM ini akan terus disinkronkan dengan Permendikbudristek.

“Secara global universitas merupakan tempat kedua terbanyak terjadinya kekerasan seskual dan ini bukan hanya terjadi di Indonesia namun secara global,” tuturnya seperti dikutip di laman resmi UGM pada Jumat, 10 Juni 2022.

Kondisi tersebut mendorong UGM sebagai institusi pendidikan untuk mengembangkan sistem guna mencegah tindak kekerasan seksual antara lain dengan peningkatan literasi terhadap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, peningkatan keterampilan mengatasi kekerasan seksual, workshop series tentang SOP pencegahan dan penanganan kekerasan seksual termasuk aspek-aspek legalnya, dan lainnya.

Kanal Pengaduan Online

Ova mengatakan sebagai salah satu terobosan dalam pelaporan, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual maka di website resmi UGM juga telah disiapkan kanal khusus bernama Pusat Krisis. Kanal itu diperuntukan bagi sivitas kampus yang ingin melaporkan atau komplain terhadap tindak kekerasan yang dialami.

“Kita siapkan crisis center yang ada di website UGM, di situ mahasiswa bisa mengakses secara online untuk pelaporan. Apabila terjadi hal kedaruratan harapannya dengan sistem ini universitas bisa mengantisipasi dan mengatasinya dengan lebih baik dan lebih siap,” kata Ova.

Selain kepada calon mahasiswa peserta KKN, sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual juga akan diberikan kepada 250 dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN serta para mahasiswa baru pada PPSMB (Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru) pada Agustus mendatang.

“Jangan lupa UGM juga telah menyiapkan Unit Layanan Terpadu (ULT) yang akan cepat merespons laporan yang masuk terjadinya kekerasan seksual di kampus,” kata Ova.

Diharapkan Tak Ada Kekerasan Saat KKN

Sementara Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Irfan D. Prijambada menjelaskan UGM akan memberangkatkan sebanyak 6.250 mahasiswa KKN pada tanggal 25 Juni mendatang. Mahasiswa tersebut akan diterjunkan di 28 provinsi, 85 kabupaten dan 197 kecamatan.

Melalui pembekalan atau sosialisasi UGM sebagai kampus anti kekerasan diharapkan tidak ada tindak kekerasan dalam berbagai bentuk selama KKN. Sebelumnya, dikatakan Irfan, pihaknya telah mendirikan crisis center KKN bagi mahasiswa.

“Sejak ada KKN di UGM sudah ada crisis center sebagai layanan untuk melaporkan hal-hal kedaruratan saat KKN,” tuturnya.

Ketua Health Promoting University UGM Yayi Suryo Prabandari menyampaikan UGM pada tahun 2019 telah mendeklarasikan diri sebagai kampus sehat baik secara fisik, mental, maupun sosial. Terdapat delapan kegiatan utama dari program kampus sehat ini, salah satunya adalah zero tolerance kekerasan, perundungan dan pelecehan. Program lainnya adalah literasi kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental,  kesehatan reproduksi, serta lingkungan hiudp sehat, aman, dan ramah difabel.

Baca juga: Kementerian Pendidikan Usul Jalur Rempah Jadi Warisan Budaya Dunia






Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Sukabumi, Gempa Susulan, Gempa Pacitan

1 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Sukabumi, Gempa Susulan, Gempa Pacitan

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Kamis 8 Desember 2022, diawali artikel kejadian Gempa M5,8 Sukabumi, Jawa Barat.


Pakar Gempa UGM: Rentetan Gempa Baru Tak Saling Berkaitan

21 jam lalu

Pakar Gempa UGM: Rentetan Gempa Baru Tak Saling Berkaitan

Pakar Gempa UGM menyebut gempa-gempa yang muncul belakangan tidak berkaitan satu sama lain.


UGM Gelar Pelatihan Bela Negara, Apa Saja yang Dipelajari?

1 hari lalu

UGM Gelar Pelatihan Bela Negara, Apa Saja yang Dipelajari?

Bela negara dari UGM ini diikuti oleh mahasiswa afirmasi asal Papua dan Papua Barat yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi sekitar DIY.


UGM Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Kumpulkan 19 Medali

4 hari lalu

UGM Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Kumpulkan 19 Medali

UGM berhasil meraih 19 medali dalam Pimnas ke-35. IPB menjadi juara umum.


Profil Besan Jokowi, Profesor Gudono Ayah Erina yang Telah Berpulang pada 2016

6 hari lalu

Profil Besan Jokowi, Profesor Gudono Ayah Erina yang Telah Berpulang pada 2016

Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono tinggal menunggu waktu. Berikut profil Profesor Gudono, calon besan Jokowi.


Kecelakaan Akibat Jalan Rusak, Pakar Hukum UGM Bilang Begini

6 hari lalu

Kecelakaan Akibat Jalan Rusak, Pakar Hukum UGM Bilang Begini

Jika penyelenggara jalan tidak memberi tanda pada jalan rusak, secara hukum penyelenggara jalan patut disalahkan.


Korban Kejahatan Seksual Mas Bechi Kecewa dengan Vonis Hakim

6 hari lalu

Korban Kejahatan Seksual Mas Bechi Kecewa dengan Vonis Hakim

Mas Bechi divonis 7 tahun penjara. Jauh dari tuntutan jaksa yang menuntut 16 tahun penjara.


Pakar: Berlakukan Tilang Elektronik dan Tilang Manual Sekaligus

6 hari lalu

Pakar: Berlakukan Tilang Elektronik dan Tilang Manual Sekaligus

Penegakan hukum tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh tilang elektronik. Peran polantas dengan tilang manual mutlak diperlukan.


LPSK Sebut Korban Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM Menjadi Pendiam

7 hari lalu

LPSK Sebut Korban Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM Menjadi Pendiam

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan korban kekerasan seksual di Kemenkop UKM dalam keadaan trauma akibat peristiwa yang dialaminya


Mas Bechi Hanya Divonis 7 Tahun, LPSK Dukung Jaksa Ajukan Banding

7 hari lalu

Mas Bechi Hanya Divonis 7 Tahun, LPSK Dukung Jaksa Ajukan Banding

LPSK meminta Pengadilan Tinggi Surabaya memperhatikan memori banding yang diajukan jaksa terhadap pelaku kekerasan seksual Mas Bechi.