Ilmuwan Sajikan 610 Makalah di Konferensi Kelautan Dunia

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: World Ocean Conference 2009 yang bakal diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara memiliki arti strategis. “Hasilnya akan dibawa ke Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember ini,” kata Indroyono Soesilo, Sekretaris Panitia Nasional World Ocean Conference (WOC). Konferensi Kelautan Dunia yang pertama kali ini akan berlangsung 11-15 Mei di kawasan Gran Kawanua, Manado.

Menurut Indroyono, Konferensi Kelautan di Manado membahas peran laut dalam perubahan iklim global. Para menteri dari 146 negara akan merundingkan pengelolaan kelautan dan perikanan serta keanekaragaman hayati yang berkelanjutan secara lintas sektoral. Sementara 610 pakar kelautan dari dalam dan luar negeri menjadi pembicara dalam simposium tentang ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan internasional.

Pada Konferensi Perubahan Iklim yang ke-13 di Bali, Desember 2007, pembahasan tentang peranan laut memang masih minimal. Indonesia kemudian mengambil inisiatif menggelar WOC. Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen sangat penting karena menjadi dasar pijakan baru setelah Protokol Kyoto berakhir.

Indonesia berharap konferensi ini bakal melahirkan Deklarasi Manado. Rekomendasi WOC 2009 ini bakal mendapat pijakan ilmiah dari simposium yang diikuti ratusan ilmuwan kelautan dari seluruh dunia. Menurut Indroyono, ada 32 sesi pararel dalam simposium dan membahas 610 paper. Sekitar 300 paper ditulis ilmuwan luar negeri, selebihnya dari Indonesia.

Para ilmuwan itu akan membahas berbagai isu kelautan, seperti hiu dan ikan pari, akuakultur, bioteknologi, energi, coelacanth, CO2 sink, kesehatan dan biomedis, teori Darwin dan Wallace dan dampak perubahan iklim. Tema lain mengenai ekologi sosial, bisnis, kewirausahaan, pemerintahan dan pengembangan pulau-pulau kecil.


UNTUNG WIDYANTO






KKP Stop 2 Proyek Reklamasi di Kepri, Simak Temuan Petugas dan Argumen Pelaku

13 jam lalu

KKP Stop 2 Proyek Reklamasi di Kepri, Simak Temuan Petugas dan Argumen Pelaku

Penghentian dua proyek reklamasi ini disebutkan langkah tegas KKP menyukseskan salah satu dari lima program prioritas ekonomi biru.


Dirut Tempo Beberkan 7 Isu Krusial dalam RUU Daerah Kepulauan, Mulai SDA hingga Tenaga Kerja

4 hari lalu

Dirut Tempo Beberkan 7 Isu Krusial dalam RUU Daerah Kepulauan, Mulai SDA hingga Tenaga Kerja

Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli alias Azul menyebut ada tujuh urusan krusial dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan.


Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

19 hari lalu

Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

Komisi IV meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti isu yang beredar, antara lain demo nelayan di berbagai daerah terhadap PP 85 tahun 2021.


Menteri Trenggono Tampung Aspirasi Nelayan tentang PNBP Pascaproduksi

19 hari lalu

Menteri Trenggono Tampung Aspirasi Nelayan tentang PNBP Pascaproduksi

Trenggono mempersilakan pelaku usaha memberikan masukan terkait besaran indeks yang diinginkan.


Tingkatkan Garam Premium, KKP Resmikan Rumah Garam Prisma

38 hari lalu

Tingkatkan Garam Premium, KKP Resmikan Rumah Garam Prisma

Pengelolaan rumah garam prisma di Pulau Legundi diserahkan kepada Koperasi Terang dan Garam Indonesia.


Penangkapan Ikan Terukur Mulai Berlaku Januari 2023, Tunggu Persetujuan Jokowi

40 hari lalu

Penangkapan Ikan Terukur Mulai Berlaku Januari 2023, Tunggu Persetujuan Jokowi

Trenggono mengatakan program penangkapan ikan terukur diperlukan agar populasi perikanan terjaga dengan baik.


KKP Perkuat Kerja Sama Konservasi Habitat Pesut Mahakam

49 hari lalu

KKP Perkuat Kerja Sama Konservasi Habitat Pesut Mahakam

Populasi pesut Mahakam saat ini hanya sekitar 60-70 ekor. Tiap tahun rata-rata 4 ekor pesut mati.


KKP Inisiasi Program Desa Pesisir Bersih Mandiri di Banyuwangi

49 hari lalu

KKP Inisiasi Program Desa Pesisir Bersih Mandiri di Banyuwangi

KKP memberikan bantuan dan meresmikan sarana dan prasarana Desa Pesisir Bersih kepada kelompok KUB Bhina Karya.


Forum Negara Pulau dan Kepulauan, Luhut: Kita Harus Menentukan Nasib Sendiri

7 Desember 2022

Forum Negara Pulau dan Kepulauan, Luhut: Kita Harus Menentukan Nasib Sendiri

Luhut Binsar Pandjaitan, mengajak negara-negara pulau dan kepulauan menentukan nasib sendiri dalam menghadapi tantangan global.


Luhut Binsar Pandjaitan Dorong Kerja Sama antar Negara Pulau di Forum AIS

5 Desember 2022

Luhut Binsar Pandjaitan Dorong Kerja Sama antar Negara Pulau di Forum AIS

Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti pentingnya kerja sama antar negara pulau dan negara kepulauan di Forum AIS, yang diikuti 46 negara