Sesar Gempa Cianjur, Temuan Tim ITB Soal Retakan Permukaan Berbeda dengan BMKG

Lokasi pusat gempa M5,6 pada Senin 21 November 2022 terhadap Sesar Gempa Cimandiri. FOTO/Twitter

TEMPO.CO, Jakarta - Tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan studi soal retakan permukaan atau surface rupture yang tersebar di berbagai tempat di lokasi gempa Cianjur. Mereka di lokasi selama tiga hari setelah sepekan gempa bermagnitudo 5,6 November lalu.

“Kami temukannya (retakan) lebih banyak berkaitan sama longsor, deformasi lereng,” kata peneliti gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Astyka Pamumpuni, Jumat, 9 Desember 2022.

Menurutnya, berdasarkan statistik, gempa bermagnitudo 5,6 itu tidak banyak menimbulkan retakan permukaan atau surface rupture. Di lokasi, tim ITB tidak menemukan retakan permukaan yang jelas.

“Ada beberapa suspek kecil-kecil tapi belum jelas, tidak seperti gempa dari Sesar Palu-Koro,” kata Astyka. Dia sebelumnya pernah ikut melakukan riset pemetaan retakan permukaan pasca gempa Palu 2018.

Dari temuan tim di Cianjur, retakan belum ditemukan sebagai garis patahan atau sesar penyebab gempa. “Kalau pola retakannya tidak menerus itu kemungkinan besar misalnya karena lereng,” ujar Astyka.

Dia mencontohkan temuan di sebuah masjid di daerah Tapal Kuda, Cianjur. Awalnya diketahui ada pergeseran, namun setelah diperiksa bagian selatannya ada longsoran yang menimpa rumah di bawahnya. Dari hasil foto udara menggunakan drone, retakan itu dipastikan akibat longsoran.

Astyka mengatakan jalur sesar atau patahan gempa Cianjur bisa dideteksi secara detail oleh teknologi penginderaan jauh yang menggunakan citra hasil dari satelit radar yang disebut Interferometric Synthetic Aperture Radar (InsAR). Data itu kemudian diperiksa di lapangan.

Sebelumnya lewat konferensi pers secara daring, Kamis, 9 Desember 2022, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan hasil survei dan dokumentasi pantauan udara tentang jalur patahan atau sesar yang menyebabkan Gempa Cianjur. Penemuan atau penetapan zona patahan itu, menurutnya, sangat vital dalam mendukung pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak.

Penetapan zona arah patahan itu berdasarkan mekanisme gempa dan susulannya. Kemudian sebaran kerusakan bangunan dan titik longsor karena gempa, kelurusan morfologi, dan pelamparan kemenerusan retakan permukaan tanah atau surface rupture. Zona patahan itu memanjang dengan arah sekitar barat laut-tenggara.

Sementara, menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, survei dilakukan di berbagai tempat hampir di seluruh kelurahan di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. “Kita dalam analisis bisa membedakan betul apakah (retakan) sebagai kegagalan tanah murni, akibat tanahnya lunak atau banyak kandungan airnya,” kata dia.

Selain itu BMKG menemukan fakta-fakta retakan dari pergeseran permukaan tanah.Temuan itu menjadi dasar kuat BMKG bahwa sesar yang memicu gempa Cianjur adalah dextral strike slip atau pergeseran menganan.

Baca:
Peneliti BRIN Sebut Pengosongan dari Sesar Gempa Cianjur Berlebihan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 882 Gempa Susulan di Jayapura, Awan Topi di Serang

6 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 882 Gempa Susulan di Jayapura, Awan Topi di Serang

Topik tentang gempa susulan terus mengguncang Jayapura, Papua, menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Angin Kencang Terjang Wilayah Terdampak Gempa Cianjur, 3 Orang Terluka

8 jam lalu

Angin Kencang Terjang Wilayah Terdampak Gempa Cianjur, 3 Orang Terluka

Angin Kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, termasuk di daerah terdampak bencana gempa bumi.


BMKG Resmikan Fasilitas Pelayanan Terpadu dan Operasional Radar Cuaca Kupang

11 jam lalu

BMKG Resmikan Fasilitas Pelayanan Terpadu dan Operasional Radar Cuaca Kupang

Keberadaan fasilitas pelayanan terpadu BMKG ini dapat semakin memperkuat sistem peringatan dini multibencana di wilayah timur Indonesia.


Galian Pasir Longsor di Cianjur, Tiga Orang Tertimbun Bersama Alat Berat dan Truk

15 jam lalu

Galian Pasir Longsor di Cianjur, Tiga Orang Tertimbun Bersama Alat Berat dan Truk

Tiga orang penambang pasir galian C di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, tewas tertimbun longsor, Sabtu 4 Februari 2023


Gempa di Jayapura Sudah 882 Kali, Hari Ini Diguncang M3,6 dan M4,9

16 jam lalu

Gempa di Jayapura Sudah 882 Kali, Hari Ini Diguncang M3,6 dan M4,9

Gempa bumi pertama hari ini mengguncang wilayah Kota Jayapura pada pukul 11:47:24 WIT.


BMKG Sebut Gempa di Sesar Aceh Pagi Ini Patut Diwaspadai, Ini Alasannya

18 jam lalu

BMKG Sebut Gempa di Sesar Aceh Pagi Ini Patut Diwaspadai, Ini Alasannya

Segmen Aceh khususnya di bagian utara termasuk salah satu seismic gap yang sudah sangat lama tidak terjadi gempa signifikan.


BPBD Sebut Air Laut di Pintu Air Pasar Ikan Naik & Daftar 19 Lokasi Berpotensi Banjir Rob

18 jam lalu

BPBD Sebut Air Laut di Pintu Air Pasar Ikan Naik & Daftar 19 Lokasi Berpotensi Banjir Rob

Kenaikan air laut ini berpotensi menimbulkan terjadinya banjir rob.


Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Siang Ini, Waspadai Juga Banjir Rob di Sejumlah Daerah

19 jam lalu

Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Siang Ini, Waspadai Juga Banjir Rob di Sejumlah Daerah

Pada siang hari, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprediksi hujan ringan.


BMKG Sebut Potensi Banjir Pesisir 2-11 Februari, Ini Lokasinya

21 jam lalu

BMKG Sebut Potensi Banjir Pesisir 2-11 Februari, Ini Lokasinya

Warga diimbau untuk memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.


Daerah Rawan Longsor di Jakarta Meluas Jadi 21 Lokasi

1 hari lalu

Daerah Rawan Longsor di Jakarta Meluas Jadi 21 Lokasi

BPBD DKI menyatakan ada 21 lokasi di Jakarta yang rawan longsor pada bulan ini, bertambah dari 15 titik pada Januari lalu.