Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bukti Baru: Homo Floresiensis di Indonesia Bukan Hobbit  

image-gnews
guardian
guardian
Iklan
TEMPO Interaktif , Bukti baru telah muncul yang menunjukkan bahwa spesies orang kerdil yang disebut "Hobbit" dari Pulau Flores, Indonesia, adalah spesies manusia primitif baru.

Dengan tinggi satu meter, berat 30 kilogram, para ahli semula meyakini “hobbit” --seperti dalam film “The Lord of The Ring”-- yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia, kemungkinan telah hidup 8000 tahun lalu.

Namun, bukti baru dari anatomi telah ditemukan, dan dilaporkan dalam Majalah Nature, Kamis (7/4). Berdasarkan pemeriksaan anggota tubuh yang lebih rendah, khususnya pada kaki kirinya yang hampir lengkap dan bagian dari kaki kanan menunjukkan bahwa spesies ini berjalan tegak lurus, seperti primata lainnya yang dikenal, dan ada lima ibu jari kaki seperti kera, tetapi lima jari-jarinya pendek dan gemuk, lebih seperti simpanse.

Penemuan ini sejak awal penuh kontroversi, secara resmi spesies ini kemudian diberi nama Homo Floresiensis, yang diumumkan pada tahun 2004. Tengkorak tnggal dalam temuan itu tidak seperti biasanya kecil, mengindikasikan otaknya tidak lebih besar dari simpanse. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa jenis ini tidak lebih dari manusia modern kerdil karena genetik atau penyakit.

homoNamun dalam bukti-bukti baru yang lebih terang, para ilmuwan yakin bahwa ia tidak mungkin mempunyai ciri otak kecil. Tulang bahu primitif dan pergelangan tangan sebelumnya dilaporkan sebagai "akibat dari 'Island dwarfing'."

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh William Jungers, seorang paleoanthropologist menyimpulkan bahwa: "Kaki Homo Floresiensis yang dipamerkan dengan tulang-tulang yang telah disusun tidak terlihat sebagai manusia modern dari setiap ukuran tubuhnya."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selanjutnya, tim ini mengungkapkan bahwa kemungkinan leluhur spesies ini bukan Homo Erectus, seperti pada asumsi awal. Homo Erectus dikenal pada mulanya sebagai primata yang telah meninggalkan Afrika dan membuat jalan melintas ke seluruh Asia. Pada simposium dua minggu lalu, beberapa ilmuwan memandang bahwa yang disebut Hobbit muncul dari yang lain, lebih primitif dari leluhur primata itu sendiri.

Dalam komentar yang mendampingi jurnal laporannya, Daniel Lieberman, paleoanthropologist dari Universitas Harvard yang bukan anggota tim, mengatakan bahwa kecurigaan atas primata ini jelas dapat dimengerti

"Secara keseluruhan, banyak ilmuwan (termasuk saya sendiri) yang pada Sabtu lalu, lebih banyak menunggu bukti mengenai sifat dan bentuk Homo Floresiensis ini," tulis Lieberman. "Dan sekarang kita ada beberapa (bukti)."


GUARDIAN| NUR HARYANTO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Komunitas Pemburu Fosil Purba Bumiayu, Pernah Disoraki Orang Gila

13 Juli 2019

Anggota komunitas Bumiayu - Tonjong, pencari dan pelestari fosil purba di museum mini purbakala Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. TEMPO | Shinta Maharani
Komunitas Pemburu Fosil Purba Bumiayu, Pernah Disoraki Orang Gila

Setiap kali menemukan fosil, komunitas ini melapor ke Balai Pelestarian Sangiran Situs Manusia Purba Sangiran.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Lantai Masjidil Haram, Fosil Manusia di Brebes

4 Juli 2019

Sejumlah umat Muslim beristirahat setelah ikuti sholat Jumat kedua di Bulan Ramadan ditengah melangsungkan ibadah Umrah di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, 25 Mei 2018. REUTERS/Ahmed Jadallah
Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Lantai Masjidil Haram, Fosil Manusia di Brebes

Top 3 Tekno berita hari ini tentang lantai Masjidil Haram yang selalu dingin, penemuan fosil manusia purba Homo Erectus Bumiayu, dan Huawei P 30 Pro.


Fosil Manusia Tertua: Ini Beda Homo Erectus Bumiayu dan Sangiran

4 Juli 2019

Sejumlah fosil yang disimpan di Museum Buton, Bumiayu, Brebes Jawa Tengah. Di Bumiayu ditemukan fosil homo erectus Bumiayu, yang merupakan manusia purba tertua di Indonesia. (dok.kemendikbud.go.id)
Fosil Manusia Tertua: Ini Beda Homo Erectus Bumiayu dan Sangiran

Fosil manusia purba homo erectus Bumiayu menjadi manusia tertua di Indonesia, yang selama ini dipegang homo erectus Sangiran.


Temuan Fosil Manusia Purba di Brebes Bisa Mengubah Teori Sejarah

3 Juli 2019

Homo erectus. Kredit: Ancient News
Temuan Fosil Manusia Purba di Brebes Bisa Mengubah Teori Sejarah

Selain fosil manusia purba, para peneliti sebelumnya telah menemukan beberapa fosil lain di wilayah Bumiayu dan sekitarnya.


Fosil Manusia Purba Tertua di Indonesia Ditemukan di Brebes

3 Juli 2019

Homo erectus. Kredit: Ancient News
Fosil Manusia Purba Tertua di Indonesia Ditemukan di Brebes

Temuan fosil manusia purba tersebut berupa tulang bonggol dan rahang serta akar gigi.


Fosil Manusia Purba Ini Diyakini Merupakan yang Tertua di Dunia

8 Juni 2017

Gambar evolusi manusia, perubahan manusia dari zaman prasejarah hingga zaman modern di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, 27 Desember 2014. Museum yang diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO ini memamerkan diorama manusia purbakala dan fosil yang ditemukan di Jawa. TEMPO/Frannoto
Fosil Manusia Purba Ini Diyakini Merupakan yang Tertua di Dunia

Asal-usul manusia kembali dipertanyakan, kali ini dengan temuan fosil manusia purba di Maroko.


Asal-usul Manusia dari Afrika Mulai Diragukan, Ini Sebabnya

25 Mei 2017

Fragmen fosil manusia purba tengkorak Homo erectus tipe arkaik temuan Setu Wiryorejo disimpan di brankas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. TEMPO/Dinda Leo Listy
Asal-usul Manusia dari Afrika Mulai Diragukan, Ini Sebabnya

Fosil dari Yunani dan Bulgaria berupa makhluk mirip kera menimbulkan keraguan soal asal-usul manusia yang selama ini diyakini evolusi dari Afrika.


Fosil Bayi Hominin Pertama Kalinya Dipamerkan untuk Publik

24 Mei 2017

Fosil manusia Hominin. Sciencedaily.com
Fosil Bayi Hominin Pertama Kalinya Dipamerkan untuk Publik

Fosil bayi hominin, nenek moyang manusia, untuk pertama
kalinya dipamerkan dan terlihat sedikit mirip manusia


Dua Kerangka Manusia Purba Bandung Ditemukan di Gua Pawon

23 Maret 2017

Peneliti melakukan ekskavasi kerangka manusia prasejarah yang diperkirakan berusia 9.500 tahun di Goa Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 22 Maret 2017. Tim dari Balai Arkeologi Jawa Barat melakukan ekskavasi dan menemukan dua kerangka tulang belulang hewan vertebrata, dan perkakas batu, di kedalaman 2,30 dan 2,45 meter dari permukaan tanah di kotak ekskavasi T4S3. TEMPO/Prima Mulia
Dua Kerangka Manusia Purba Bandung Ditemukan di Gua Pawon

Dua kerangka manusia purba Bandung ditemukan di Gua Pawon, Bandung. Berumur 9.500 tahun.


Ilmuwan Teliti Plak Gigi Manusia Neanderthal, Hasilnya...

9 Maret 2017

Ilustrasi manusia Neanderthal. arthursclipart.org
Ilmuwan Teliti Plak Gigi Manusia Neanderthal, Hasilnya...

DNA kuno dari plak gigi mengungkap informasi menarik baru mengenai Neanderthal, termasuk ihwal bahan makanan spesifik dalam diet mereka.