Batako dari Jamur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Styro

    Styro

    TEMPO Interaktif, Jakarta: DUA pengusaha Amerika Serikat mengembangkan batako berbahan jamur. Mereka memanfaatkan jalinan miselia yang saling mengait sebagai kekuatan batako, dan dinilai lebih kokoh ketimbang pasir. "Daya rekatnya dua kali lebih kuat," kata Eben Bayer, pengusaha itu, yang disetujui rekannya, Gavin McIntyre, seperti dikutip majalah Popular Science edisi Mei 2009.

    Majalah itu pun menobatkan kreasi alumni Rensselaer Polytechnic Institute, New York, itu sebagai satu dari 10 temuan terinovatif tahun ini. Keduanya mengerjakan proyek itu selama dua tahun dengan proses coba-coba membiakkan jamur di wadah sebesar batako selama 10-14 hari. Hasilnya, tunas jamur itu berkembang membentuk rangkaian tak beraturan yang solid.

    Eben mengukur dari 1 ons jamur akan terbentuk jaringan miselia sepanjang 25,8 kilometer. Jamur yang telah terbentuk serupa panel batako itu kemudian dipanaskan dalam suhu 38-65,5 derajat Celsius selama dua pekan. Pengobongan itu akan menghasilkan batu bata yang keras dan padat.

    Nama: Greensulate
    Kepadatan: 8-12 kilogram per meter kubik
    Kekuatan: 54 psi
    Pembuatan: 9-14 hari
    Biaya pembuatan: Rp 150 ribu per meter kubik


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.