Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wujud Jemuran Pintar Buatan Siswi SMK Kupang yang Viral, Datang dari Modal Rp 10 Juta

image-gnews
Siswi SMK Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur, Maria Cyntia Casandra Temaluru, ciptakan produk teknologi inovasi berupa jemuran pintar berbasis Internet of Things (IoT). Jemuran pintar ini merupakan proyek keenam dia selama menjadi pelajar di SMK Negeri 4 Kupang. (Dok. Istimewa)
Siswi SMK Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur, Maria Cyntia Casandra Temaluru, ciptakan produk teknologi inovasi berupa jemuran pintar berbasis Internet of Things (IoT). Jemuran pintar ini merupakan proyek keenam dia selama menjadi pelajar di SMK Negeri 4 Kupang. (Dok. Istimewa)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi jemuran pintar besutan siswi SMK Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maria Cyntia Casandra Temaluru, belakangan viral di media sosial. Memanfaatkan skema internet of things (IoT), penjemur pakaian otomatis itu bekerja dengan sistem sensor.

Proyek inovasi jemuran buatan Casandra bisa membedakan cuaca hujan dan panas. Sensornya mampu mendeteksi hujan, bahkan yang turun saat hawa panas. Perangkat itu mirip seperti jemuran biasa, namun dilengkapi pelindung khusus yang bekerja selayaknya payung.

"Ketika hujan turun, baju yang digantung di jemuran akan otomatis bergerak ke tempat yang aman," ucap Casandra kepada Tempo, melalui sambungan Zoom, Ahad, 19 Mei 2024.

Hanya butuh setahun bagi Siswi SMK berusia 17 tahun itu untuk menggarap inovasi jemuran. Meski singkat, pengerjaan alat itu bukan perkara mudah. Diawali dengan riset dan pencarian komponen, sejak akhir 2023, Casandra mengaku sempat kesulitan menggarap program IoT jemuran pintar.

Sensor yang dipakai untuk sistem jemuran otomatis, sebagai contoh, rumit untuk dikembangkan. Berulang kali Casandra salah menghubungkan jaringan listrik. Proyek itu sempat membuatnya stress dan terus menangis.

“Hampir menyerah, tapi karena ini proyek terakhir saat masa sekolah, saya usahakan harus selesai," tutur gadis SMK tersebut. 

"Banyak yang bilang, kalau hujan saat kondisi panas, sensornya tidak akan mampu mendeteksi kalau jemuran harus diangkat. Saya katakan ya, walaupun hujan terjadi saat panas terik, jemuran ini masih bisa mendeteksinya," ucap Casandra.

Siswi SMK Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur, Maria Cyntia Casandra Temaluru, ciptakan produk teknologi inovasi berupa jemuran pintar berbasis Internet of Things (IoT). Jemuran pintar ini merupakan proyek keenam dia selama menjadi pelajar di SMK Negeri 4 Kupang. (Dok Pribadi Casandra)

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bila dilihat dari video viral proyek itu, tali gantungan jemuran pintar bisa menampung sekitar 10 helai pakaian. Casandra menyebut skala dan kapasitas jemuran pintarnya bisa diubah tergantung biaya yang tersedia. Alat yang ditampilkan di video, dia mengklaim, hanya hasil uji coba sederhana.

"Bukan bentuk final, sebab bisa dimodifikasi lagi,” kata Casandra. Dia menyebut program permulaan ini bisa dikembangkan menjadi jauh lebih besar.

Casandra menyatakan proyek jemuran pintar menghabiskan dana sebesar Rp 10 juta. Alih-alih karena teknologi mahal, mayoritas dari jumlah tersebut habis untuk riset awal dan pembelian alat. Biaya itu sudah memenuhi kebutuhan alat yang hangus dan hancur selama percobaan.

"Biaya yang mahal itu sebenarnya ilmunya, sampai kita bisa memahami cara kerjanya,” tuturnya.

Setelah disempurnakan, dia meneruskan, biaya pengerjaan proyek itu bisa ditekan. Casandra berharap proyek sederhana itu dilirik dan didanai agar berkembang.”

Pilihan Editor: Kasus Varian KP Covid-19 Meningkat di Singapura, Epidemiolog Sarankan Ini ke Warga Indonesia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tips buat Orang Tua untuk Atasi Anak Kecanduan Gawai

9 jam lalu

Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Tips buat Orang Tua untuk Atasi Anak Kecanduan Gawai

Anak kecanduan gawai sering menunjukkan gejala seperti mudah tersinggung, prestasi akademik buruk, dan malas pergaulan. Berikut saran buat orang tua.


Pentingnya Pendekatan Inovatif dan Teknologi Atasi Air Bersih

2 hari lalu

Implementasi IOT Bima Sakti Alterra/Bima Sakti Alterra
Pentingnya Pendekatan Inovatif dan Teknologi Atasi Air Bersih

Teknologi anak bangsa mencoba integrasikan berbagai aspek pengelolaan air bersih, mulai dari infrastruktur, manajemen risiko, hingga analisis data.


Teknologi Hidrofon, Bisakah Memecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH370?

2 hari lalu

Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang hilang, terlihat dalam acara peringatan 10 tahun hilangnya pesawat tersebut, di Subang Jaya, Malaysia, 3 Maret 2024. Keluarga penumpang dari Malaysia dan Cina berkumpul untuk mengenang pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang pada 8 Maret 2014 silam. REUTERS/Hasnoor Hussain
Teknologi Hidrofon, Bisakah Memecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH370?

Peneliti dari Cardiff, dengan teknologi hidrofon, punya harapan bisa memecahkan misteri hilangnya pesawat MH370.


Bicara Karbon Biru di Jerman, KKP Desak Perlu Teknologi Sistem Pemantauan Laut

2 hari lalu

Rancang Ekosistem Karbon Biru. prasetya.ub.ac.id
Bicara Karbon Biru di Jerman, KKP Desak Perlu Teknologi Sistem Pemantauan Laut

Kehadiran KKP di Jerman menyampaikan posisi Indonesia pada Ocean and Climate Change Dialogue.


Inilah 5 Aturan Baru di Euro 2024 yang Perlu Anda Ketahui

5 hari lalu

Pemain Italia Nicolo Barella membobol gawang Albania yang dikawal Thomas Strakosha dalam pertandingan Grup B Euro 2024 di Dortmund BVB Stadion, Dortmund, 16 Juni 2024. REUTERS/Leon Kuegeler
Inilah 5 Aturan Baru di Euro 2024 yang Perlu Anda Ketahui

Gelaran Euro 2024 di Jerman menghadirkan aturan-aturan baru. Apa saja?


Dugaan Pungli di Rutan Kupang, Pemeriksaan Pegawai Dilakukan Setelah Libur Idul Adha

5 hari lalu

Dok. Seorang warga binaan sedang berjalan di dalam kawasan Rutan Kupang. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Dugaan Pungli di Rutan Kupang, Pemeriksaan Pegawai Dilakukan Setelah Libur Idul Adha

Modus pungli di Rutan Kupang ini dengan menarik tarif Rp 2 juta sampai Rp 40 juta agar tahanan bisa bebas demi hukum.


Pungli di Rutan Kupang: Kemenkumham NTT Selesai Kumpulkan Bahan, Lanjut Tahap Pemeriksaan

6 hari lalu

Dok. Seorang warga binaan sedang berjalan di dalam kawasan Rutan Kupang. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Pungli di Rutan Kupang: Kemenkumham NTT Selesai Kumpulkan Bahan, Lanjut Tahap Pemeriksaan

Ombudsman menemukan dugaan pungli di Rutan Kupang. Tahanan dimintai Rp2 juta sampai Rp40 juta


Sering Dikira Problematik, Berikut 7 Sisi Positif Gen Z yang Harus Diketahui

7 hari lalu

Ilustrasi anak muda dan gadget. Shutterstock
Sering Dikira Problematik, Berikut 7 Sisi Positif Gen Z yang Harus Diketahui

Meskipun sering dihadapkan pada stereotip negatif, Gen Z memiliki banyak sisi positif.


Selidiki Dugaan Pungli di Rutan Kupang, Kakanwil Kemenkumham NTT Bentuk Tim Pulbaket

11 hari lalu

Ilustrasi pungli. Shutterstock.com
Selidiki Dugaan Pungli di Rutan Kupang, Kakanwil Kemenkumham NTT Bentuk Tim Pulbaket

Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton mengatakan, ada tiga orang yang memberikan testimoni soal modus pungli di Rutan Kupang tersebut.


Karakter Gen Z dalam Bekerja: Tidak Suka Lingkungan Kerja Otoriter

13 hari lalu

Ilustrasi pekerja generasi Z atau Gen Z.
Karakter Gen Z dalam Bekerja: Tidak Suka Lingkungan Kerja Otoriter

Generasi Z atau Gen Z memiliki sejumlah karakter dalam memilih dan menjalani pekerjaan mereka. Apa saja?