Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Peringatan Dini Cuaca Hujan Hari Ini di Jabodetabek dan Penyebabnya Menurut BMKG

image-gnews
Ilustrasi hujan. Pexels/Rahul P
Ilustrasi hujan. Pexels/Rahul P
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Langit yang redup dan guyuran hujan diperkirakan masih akan menemani wilayah Jabodetabek hari ini, Minggu 16 Juni 2024. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca itu untuk hampir semua daerah, mulai dari Jakarta hingga Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. 

Untuk wilayah Jakarta, BMKG meminta waspada potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat pada siang dan sore nanti.

Untuk sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada skala lokal dan durasi singkat pada siang hingga menjelang malam.

Di sisi selatan-barat dari Jabodetabek, BMKG memperingatkan akan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayahnya meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang bagian utara.

Jabodetabek tak sendirian memiliki potensi hujan bahkan hujan lebat. Sejumlah wilayah provinsi di Indonesia memiliki potensi yang sama hari ini. Mereka seperti seluruh provinsi di Sumatera dan Sulawesi.

Menurut BMKG, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi cuaca hari ini. Pertama adalah sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang juga di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera. 

Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di perairan utara Papua Barat. Yang ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari Papua hingga Papua Tengah, dari Papua Barat hingga Papua Barat Daya, di Samudera Pasifik utara Papua Barat. Selain itu juga daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," bunyi peringatan dini cuaca BMKG 15-17 Juni 2024.

Daerah konvergensi lainnya terpantau oleh BMKG memanjang di Aceh, di Sumatera Utara, di Sumatera Selatan bagian barat, di Laut Cina Selatan, di Jawa Timur bagian utara, di Kalimantan Barat, di Laut Maluku, dan dari Sulawesi Tenggara, Teluk Bone, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Barat. 

Faktor lainnya adalah adanya intrusi udara kering atau dry intrusion dari belahan bumi selatan melintasi wilayah Papua Selatan, Laut Arafura bagian utara, Laut Banda,
hingga Laut Timor. Kondisi ini, menurut BMKG, mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembap yaitu di wilayah Papua Pegunungan, Papua, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Laut Banda, Maluku, Maluku Utara, Laut Seram, dan Laut Maluku.

Ada pula Labilitas Lokal Kuat. Faktor ini mendukung proses konvektif pada skala lokal di sebagian besar Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Pilihan Editor: Walhi Bicara Insiden Ledakan Berulang di Industri Nikel di Tanah Air

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mahasiswi Desain Telkom University Juara di India di Top 3 Tekno

5 jam lalu

Telkom University. telkomuniversity.ac.id
Mahasiswi Desain Telkom University Juara di India di Top 3 Tekno

Top 3 Tekno, Senin pagi 22 Juli 2024, diawali dari berita prestasi mahasiswi Telkom University yang menyabet juara Asia Young Designer Awards 2024.


Prediksi Cuaca BMKG, Jakarta Cerah dan Cerah Berawan Hari Ini

5 jam lalu

Ilustrasi Cuaca Cerah Berawan. Tempo/Fardi Bestari
Prediksi Cuaca BMKG, Jakarta Cerah dan Cerah Berawan Hari Ini

BMKG menampilkan format baru prakiraan cuaca di website miliknya. Informasi bisa didapatkan spesifik sampai tingkat kecamatan dari jam ke jam.


BMKG Prediksi Jawa Barat Tanpa Hujan Lebat Sepekan Mendatang

23 jam lalu

Ilustrasi hujan. Pixabay
BMKG Prediksi Jawa Barat Tanpa Hujan Lebat Sepekan Mendatang

Menurut prakiraan BMKG Jawa Barat, masih ada potensi hujan ringan pada kurun 22-28 Juli 2024 di wilayah tersebut.


Alasan Jokowi Tak Jadi Pindah ke IKN dalam Waktu Dekat Mulai Belum Siap Listrik, Pasokan Air, hingga Hujan

1 hari lalu

Presiden Jokowi ketika melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking Astra Biz Center dan Nusantara Botanical Garden, IKN, Selasa, 4 Juni 2024. Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa berinvestasi di masa depan berarti membeli masa depan. Foto: tangkapan layer YouTube Sekretariat Presiden.
Alasan Jokowi Tak Jadi Pindah ke IKN dalam Waktu Dekat Mulai Belum Siap Listrik, Pasokan Air, hingga Hujan

Jokowi mengungkapkan tak jadi pindah ke IKN dalam waktu dekat, sebelumnya ia rencanakan juli ini. Ini beberapa alasannya.


Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 91W dan 92W Picu Hujan di Beberapa Wilayah, Mayoritas Cerah Berawan

1 hari lalu

Bibit Siklon Tropis 91W dan 92W (BMKG)
Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 91W dan 92W Picu Hujan di Beberapa Wilayah, Mayoritas Cerah Berawan

Dampak tidak langsung bibit siklon 91W dan 92W adalah hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.


Gempa Nias dan Nabire Malam Ini: Kekuatan Berbeda, Guncangan Setara

1 hari lalu

Lokasi pusat gempa Nias. Foto : X
Gempa Nias dan Nabire Malam Ini: Kekuatan Berbeda, Guncangan Setara

Gempa mengguncang Nias, Sumatera Utara, dan Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu malam ini, 20 Juli 2024.


Masih Ada Potensi Hujan Lebat di Antara Heboh Bediding, Ini Pantauan BMKG

2 hari lalu

Kawasan Dieng, Jawa Tengah, kembali membeku dengan suhu -3,5C, pada Kamis, 27 Juli 2023. (Twitter/FestivalDiengID).
Masih Ada Potensi Hujan Lebat di Antara Heboh Bediding, Ini Pantauan BMKG

Fenomena bediding bukan hanya karena Angin Monsun Australia, tapi ada faktor lainnya. Simak penjelasan BMKG.


Prediksi Cuaca BMKG Hari Ini, Peringatan Dini Hujan Hanya di Ujung Utara dan Timur Indonesia

2 hari lalu

Ilustrasi Cuaca DKI Jakarta yang berawan. Tempo/Tony Hartawan
Prediksi Cuaca BMKG Hari Ini, Peringatan Dini Hujan Hanya di Ujung Utara dan Timur Indonesia

Menurut BMKG, Jabodetabek dan banyak wilayah lainnya di Indonesia tipis potensi hujan hari ini sekalipun ada dua bibit siklon.


Mengapa Terjadi Suhu Dingin di Sejumlah Wilayah Indonesia Belakangan Ini?

2 hari lalu

SDN 5 Cikidang di Kampung Pengkolan, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang berada ditengah perkebunan, 26 Juli 2022. Sekolah yang letaknya dikelilingi perkebunan dan cukup jauh dari perkampungan ini hanya memiliki 50 orang murid terdiri dari 8 murid di kelas 3, 8 murid kelas IV, 8 murid kelas V, dan 26 murid kelas VI. Tak ada lagi murid di kelas 1 dan II selama 2 tahun terakhir karena letaknya yang jauh. Guru pengajar yang tersisa hanya tinggal 2 orang. Sekolah ini jika terus kekurangan murid rencananya akan disatukan dengan SDN 1 Cikidang yang lokasinya ada di dekat kantor desa. TEMPO/Prima mulia
Mengapa Terjadi Suhu Dingin di Sejumlah Wilayah Indonesia Belakangan Ini?

BMKG Stasiun Bandung menyebut perubahan ke suhu dingin di wilayah Bandung Raya disebabkan oleh faktor peralihan musim hujan ke musim kemarau.


SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

2 hari lalu

Ilustrasi proyek migas SKK Migas. Foto: dok SKK Migas
SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

SKK Migas memprediksi lifting minyak pada semester II atau hingga akhir 2024 sebesar 595 ribu BOPD.