Go Global, Menyulap Komputer Tua menjadi Andal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GraphOn

    GraphOn

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bila ada terminologi kurir di dunia digital, itu adalah Go Global dari GraphOn. Ini adalah solusi anyar yang diluncurkan baru-baru ini di Jakarta. Sebuah "kurir" tugasnya memang mengantarkan. Hanya, Go Global bertugas mengantarkan aplikasi ke komputer client, bukan barang dalam arti fisik.

    Ini seperti seperti Citrix atau Windows Terminal Services. Peranti ini bisa membuat perusahaan memberdayakan komputer tua. Mereka cukup menginstal satu aplikasi di server. Kliennya tetap dengan komputer tua pun bisa.

    "Go Global bisa juga disebut sebagai gerbang untuk mengirim aplikasi ke user," kata Andi M. Noviardi, Business Manager PT Tirtaraya Mediatama Internet, distributor GraphOn di Indonesia.

    Secara terminologi, Go Global adalah semacam peranti lunak yang bertugas untuk mensentralisasi aplikasi dalam bentuk virtualisasi. Aplikasi-aplikasi ini lantas akan diakses oleh para user melalui berbagai perangkat.

    Sentralisasi semacam ini akan mengatasi persoalan kesesuaian antara aplikasi berbasis Windows maupun Linux dengan berbagai perangkat. Artinya, pengguna komputer berbasis Windows secara mudah bisa memakai aplikasi berbasis Linux, juga sebaliknya.

    "Malah komputer dengan Pentium yang lama pun bisa memakai aplikasi-aplikasi yang baru," kata Andi.

    Go Global menawarkan solusi yang diklaim lebih murah dari pesaing terdekatnya, yaitu Citrix. Ini lantaran Go Global tak membutuhkan bandwidth yang besar dan komponen yang banyak.

    Bandwidth yang dibutuhkan untuk menjalankan Go Global hanya rata-rata 16 kilobita per detik. Ini lantaran saat menghantarkan aplikasi, Go Global tidak mengirimkan data, kecuali perubahan layar atau antarmuka aplikasi tersebut.

    Data sendiri tetap ada di server. Adapun pencitraan yang dilihat pengguna di layar adalah hasil virtualisasi. Data virtual ini tetap bisa diakses, di-input, dan dicetak pada perangkat client yang berbasis Windows, Linux, Unix, dan Apple.

    Pengaturan aplikasi pun menjadi mudah lantaran sentralisasi itu. Misalnya untuk pembaruan, cukup dilakukan di server. Dengan cara ini, perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang akan merasakan manfaat peranti lunak itu.

    Kemudahan lain adalah mobilitas. Lantaran terbuka untuk berbagai perangkat dari berbagai platform, Go Global menawarkan mobilitas yang tinggi. "Selagi ada Internet," kata Andi.

    Berbeda dengan pesaing, Go Global tak membutuhkan lisensi layanan terminal seperti Microsoft Windows Terminal Services, Citrix, atau peranti lunak lokal dari server yang dipakai. Itulah sebabnya Go Global tak membutuhkan banyak komponen.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.