Perangkat UPS Untuk Kondisi Listrik Tak Menentu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.apc.com

    www.apc.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemadaman listrik bergilir saat ini masih menjadi masalah utama bagi warga yang tinggal di perkotaan. Khususnya untuk kota besar seperti Jakarta, selain kegiatan sehari-hari bisa terganggu, listrik yang 'byar-pet' tentu berpotensi merusak perangkat elektronik. Untuk komputer (PC), voltase yang drop atau naik tiba-tiba juga dapat membawa dampak hilangnya data-data di dalam hard disk.

    Guna mengantisipasi kondisi listrik yang masih fluktuatif seperti itu, hari ini, penyedia layanan serta perangkat daya kritis dan pendinginan, APC by Schneider Electric meluncurkan perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply) terbarunya, Back-UPS BR500CI-AS. Perangkat ini didesain untuk mengelola peralatan elektronik yang sensitif khususnya bagi pengguna rumahan dan usaha kecil.

    Alat back-up daya yang mungil ini juga dirancang untuk melindungi peralatan elektronik dari gangguan listrik seperti surges (lonjakan listrik) atau spikes. Dengan alat ini, pengguna rumahan dan usaha kecil tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli stabilizer. Back-UPS ini juga telah diuji secara khusus untuk kondisi listrik yang fluktuatif seperti yang menjadi masalah utama di kota-kota di Indonesia.

    "Back-UPS BR500-AS menyediakan daya cadangan ketika terjadi gangguan listrik, baik dengan durasi pendek maupun sedang. UPS ini merupakan solusi ideal untuk kondisi listrik yang mengkhawatirkan, situasi yang sangat lazim di Indonesia," kata Andy Low, Vice President APC by Schneider Electric Indonesia, saat meluncurkan produk anyar tersebut di Hotel Nikko Jakarta hari ini. Alat Back-up daya berwarna hitam ini dijual dengan harga cukup bersaing dan terjangkau, yakni US$ 65 sudah termasuk pajak.

    Ketika listrik tiba-tiba mati, Back-UPS BR500CI-AS dari APC ini mampu menjalankan perangkat hingga 55 menit. "Itu jika kapasitas yang terpakai sekitar 25 persen. Kalau pemakaiannya kurang dari 25 persen, bisa lebih dari 55 menit," ujar Andy, yang baru ditunjuk sebagai wakil presiden bidang bisnis di APC by Schneider Electric Indonesia.

    Perangkat ini dilengkapi fitur AVR atau "Boost Automatic Voltage Regulation", yang secara instan dapat menyesuaikan voltase rendah dan tinggi ke tingkatan aman. Pengguna jadi bisa tetap bekerja tanpa batas ketika aliran listrik terputus atau dalam situasi over-voltage.

    Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi fitur-fitur tambahan seperti alarm, status indikator LED, baterai yang dapat diganti oleh pengguna, tombol pemutus sirkuit, dan banyaknya outlet (termasuk outlet transformer block-spaced). "Menjadikan perangkat ini ideal untuk meningkatkan produktifitas dan keamanan data kritis Anda," katanya.

    Dim


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.