Kamera Lapan Berhasil Abadikan Hujan Meteor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meteor Lyrids. www.inquisitr.com

    Meteor Lyrids. www.inquisitr.com

    TEMPO Interaktif, Bandung - Kamera meteor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil merekam hujan meteor di langit Indonesia. Dalam kurun satu jam, paling tidak ada empat meteor yang diabadikan. Namun Lapan belum bisa memastikan apakah itu meteor Lyrids atau meteor sporadis.

    Menurut peneliti utama astronomi dan astrofisika Lapan Thomas Djamaluddin, meteor itu terekam Kamis (22/4) dini hari tadi. Gambar itu diperoleh Abdul Rahman dan beberapa rekan peneliti Lapan yang berjaga di stasiun pengamat dirgantara di Sumedang, Jawa Barat. "Awan menghalangi pengamatan, tetapi beberapa meteor berhasil direkam," katanya, Kamis (22/4). 

    Cuaca berawan sejak 16 April lalu membatasi pandangan pengamatan meteor Lyrids. Gambar yang direkam Lapan pada dini hari tadi berlangsung antara pukul 03.49-05.10 WIB. 

    Dari gambar itu terlihat, satu per satu meteor melesat di antara kumpulan bintang dan awan putih dengan latar langit hitam membentuk garis tipis melengkung. Arah meteor ada yang jatuh ke kanan dan ke kiri.

    Lapan sejauh ini masih menganalisa meteor tersebut. Untuk lebih memastikan jenis meteor itu, Lapan malam nanti akan mengarahkan kamera meteornya di Bandung untuk merekam hujan meteor. Rekaman gambar hujan meteor yang sudah didapat tersebut bisa dilihat di http://matsa.dirgantara-lapan.or.id.

    Sedangkan Observatorium Bosscha, sampai dini hari tadi belum berhasil mendapatkan gambar hujan meteor dari Lembang, Jawa Barat. "Sayangnya dua malam ini mendung, jadi tidak bisa melihat meteor sama sekali," kata salah seorang astronom Bosscha, Evan Irawan Akbar, Kamis (22/4). Bosscha sebelumnya berencana menyiarkan video rekaman hujan meteor di situsnya.

    Hujan meteor Lyrids di dekat rasi bintang Lyra, berlangsung 16-26 April. Puncak fenomena tahunan itu kali ini pada 21-22 April. Seluruh penduduk di Indonesia bisa menyaksikannya dengan mata telanjang antara pukul 01.00-05.00 WIB. Hujan meteor itu paling terang bisa disaksikan warga bumi yang tinggal di belahan utara, sepanjang langit cerah.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?