Communicasia 2010 Tanpa Nokia dan Sony Ericsson

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pameran komputer yang digelar di Jogja Expo Center (2/2). Pameran ini lebih mengandalkan pada penjualan laptop dan perangkat mobile lainnya yang saat ini sangat digemari masyarakat. TEMPO/Arif Wibowo

    Suasana pameran komputer yang digelar di Jogja Expo Center (2/2). Pameran ini lebih mengandalkan pada penjualan laptop dan perangkat mobile lainnya yang saat ini sangat digemari masyarakat. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO Interaktif, Singapura - Ajang konferensi dan pameran telekomunikasi Communicasia 2010 dibuka di Singapura pada hari ini. Kegiatan yang berlangsung sampai 18 Juni ini diikuti hampir 2.000 perusahaan peserta pameran dari 57 negara.

    Pada hari pertama, ribuan pengunjung tampak memadati areal pameran yang berlangsung di Singapore Expo itu. Namun, banyak kalangan yang mengatakan bahwa dari tahun ke tahun pengunjung Communicasia semakin berkurang.

    “Kalau dulu antrian pendaftarnya bisa sampai berpuluh-puluh meter,” kata Febrianti Nadira, Head of Communication PT XL Axiata yang mengantar empat wartawan Indonesia ke ajang itu.

    Vendor ponsel yang mengikuti ajang ini tampak hanya sedikit. Samsung Electronics adalah salah satunya. Perusahaan ini mendirikan booth yang besar dan memamerkan ponsel-ponsel anyarnya, seperti Samsung Galaxy 5, Omni Pro 4 dan 5, Wave, dan sebagainya.

    Vendor lain adalah ZTE dan Huawei. Research in Motion juga ikut berpameran di Communicasia 2010.

    Nokia sendiri, seperti biasa, tak ikut serta di Communicasia 2010. Tahun ini perusahaan asal Finlandia ini menyelenggarakan Nokia Connection 2010 di salah satu hotel di Singapura. Di ajang ini Nokia meluncurkan N8, X5, dan X6.

    Demikian juga Sony Ericsson yang memilih berjalan sendiri. Perusahaan ini menampilkan Xperia X10 kelas menengah.

    Deddy Sinaga


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?