Jumlah Spesies Flora Belum Ditemukan 20 Persen Lebih Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • EMPO/ Gunawan Wicaksono

    EMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO Interaktif, Cambridge- Digempur beragam ancaman mulai dari hilangnya habitat sampai perubahan iklim, ribuan spesies tumbuhan langka di seluruh dunia kemungkinan akan punah sebelum para ilmuwan menemukan mereka. Menurut studi tiga ilmuwan Inggris dan Amerika Serikat, yang dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society, jumlah spesies tumbuhan berbunga yang belum ditemukan lebih besar 10-20 persen dari perkiraan sebelumnya.

    “Para ilmuwan telah memperkirakan, secara keseluruhan, terdapat sekitar lima juta hingga 50 juta spesies, tapi kurang dari dua juta dari spesies itu yang telah ditemukan hingga saat ini.” kata peneliti utama studi, Lucas Joppa dari Microsoft Research di Cambridge, Inggris. “Dengan menggunakan metode anyar, kami bisa memperkirakan total spesies tumbuhan berbunga lebih akurat, dan menghitung berapa banyak yang hingga sekarang belum ditemukan.”

    Berdasarkan data famili tumbuhan online “World Checklist of Selected Plant Families” di Royal Botanic Gardens, Kew, para ilmuwan menghitung spesies tumbuhan berbunga yang belum dikenal ilmu pengetahuan jauh lebih besar, sekitar 10 hingga 20 persen dari perkiraan semula. “Penemuan ini memiliki implikasi konservasi yang sangat luas, karena banyak spesies yang belum diketahui itu kemungkinan besar tumbuhan langka dan terancam punah,” kata Joppa.

    Estimasi baru yang lebih akurat ini dapat digunakan untuk memperkirakan proporsi seluruh spesies terancam. “Jika kami mengambil jumlah spesies yang saat ini diketahui terancam punah, dan menambahkannya ke spesies yang belum ditemukan, kami dapat memperkirakan bahwa antara 27 hingga 33 persen dari seluruh tumbuhan berbunga akan terancam punah,” katanya. “Persentase itu merefleksikan dampak global berbagai faktor semisal hilangnya habitat. Angka itu akan semakin besar jika Anda memasukkan ancaman lain seperti perubahan iklim.”

    TJANDRA l SCIENCEDAILY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.