Mudik (Jangan) Ketinggalan Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Adri Irianto

    TEMPO/ Adri Irianto

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pekan depan, negeri ini akan kembali riuh oleh kesibukan menyambut Idul Fitri dan mudik alias pulang kampung. Saat ini pasti banyak dari Anda yang sudah bersiap-siap bersama keluarga. Perbekalan dan perencanaan sudah disusun dengan matang.

    Pada edisi kali ini, kami pun ingin membekali Anda dengan sejumlah informasi untuk menemani perjalanan. Informasi ini berkaitan dengan ponsel Anda masing-masing karena kami tahu ponsel adalah salah satu benda yang paling tidak boleh tertinggal.

    Ponsel kini tak lagi berfungsi sebagai sekadar alat berkomunikasi suara. Teknologinya sudah berkembang begitu rupa dan harganya pun semakin terjangkau. Meski makin murah, fitur-fiturnya justru makin ciamik. Beberapa tahun lalu sulit terbayangkan ada ponsel seharga Rp 100 ribu yang bisa mengakses Internet. Sekarang, itu sih biasa.

    Tak mengherankan bila angka penetrasi ponsel semakin besar dari waktu ke waktu. Tahun ini, menurut sebuah riset dari lembaga bernama InMobi, pengguna ponsel di Indonesia akan mencapai 146 juta. Tahun lalu angkanya sudah 100 juta pengguna. Angka ini akan menempatkan Indonesia sebagai negara pengguna ponsel terbesar ketiga di dunia, setelah Cina dan India.

    Dari jumlah itu, sebanyak 9 juta di antaranya ternyata memakai ponsel untuk mengakses Internet. Ini ditopang oleh semakin terjangkaunya tarif berlangganan paket data dari operator. Ada yang paket harian, mingguan, sampai bulanan. Dari uang receh pecahan Rp 1.000 sampai ratusan ribu rupiah.

    Kombinasi harga dan fitur yang makin canggih menjadikan ponsel sebagai alat yang penting untuk dibawa mudik. Dan kini ada banyak layanan yang diberikan untuk menunjang kegiatan itu.

    Dengan akses ke Internet, ponsel bisa dipakai untuk memantau kemacetan lalu lintas di perjalanan menuju kampung halaman. Belum lagi berbagai content ponsel yang bernapaskan islami untuk membuat ibadah dan perjalanan makin mengasyikkan.

    Untuk memantau perjalanan, Anda bisa menyimak layanan dari Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. RTTMC mengabarkan informasi seputar mudik melalui ponsel dan situs jejaring sosial.

    Pemilik ponsel perlu mengunduh peluncur laman bergerak RTTMC. Setelah itu, mereka akan mendapatkan informasi seputar lalu lintas, peta mudik, pantauan dari 40 kamera CCTV, informasi lokasi, SMS pengaduan, dan lain-lainnya.

    Peluncur ini bisa dipasang di ponsel berbasis Symbian S60, BlackBerry, dan Android. Atau bila enggan mengunduh, kunjungi saja laman RTTMC di laman jejaring sosial Twitter dan Facebook.

    Telkomsel lain lagi. Perusahaan ini menggandeng Nokia dan Google untuk memberikan layanan peta Ovi Map dari Nokia yang terintegrasi pula dengan mesin pencari Google.
    "Akses di jalur mudik sudah siap, pemudik bisa memantau kondisi jalur mudiknya," ujar Ketua Tim Telkomsel Siaga, Dandi D. Tarigan, kepada Tempo. Ia menambahkan, Telkomsel meningkatkan kapasitas untuk panggilan video di 14 titik di sepanjang jalur mudik.

    Indosat menawarkan layanan peramban WAP untuk menyampaikan informasi dan konten khusus Ramadan dan mudik. Di situs wap.indosat.com, pengguna bisa mengikuti kuis, menikmati musik, bermain game, mendapatkan informasi mudik, tausiyah, bacaan, dan gambar berhadiah, serta asuransi.

    Group Head Integrated Marketing Indosat Fuad Fachroeddin mengatakan, khusus informasi mudik, pelanggan dapat mencari lokasi teman atau pengguna lain, mencari lokasi galeri Indosat, ATM, SPBU, Rumah sakit, kantor polisi, restoran, kafe, masjid, informasi Lokasiku, jadwal salat, jalur, dan cuaca. "Pelanggan juga bisa pengiriman informasi ke pengguna lain," ujarnya.

    Operator lain setali tiga uang. Esia dan Smartfren, misalnya, sama-sama menawarkan ponsel-ponsel yang kental dengan ciri islaminya. Di dalamnya ada aplikasi ayat Alquran dan nada-nada dering bertema religi.

    Komunitas sosial berbasis ponsel, Mig33, juga menawarkan berbagai content bernapaskan islami sekaligus hadiah-hadiah virtual. "Ada hadiah virtual, seperti ketupat, juga ada avatar islami," ujar Country Manager Mig33, Kiki Rizki.

    Mig33 juga menggelar kontes hadiah virtual terbanyak dan kontes avatar. Hadiahnya adalah mengucapkan salam berciri Ramadan dan Lebaran. Sedangkan pemenang kontes avatar dapat mendandani avatar mereka. Selain itu, Mig33 memberi potongan harga untuk melakukan panggilan internasional melalui Internet.

    Dengan satu ponsel, aktivitas ibadah dan mudik Anda ternyata bisa jadi lebih menarik.

    DEDDY SINAGA | DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?