EMC Fokus Garap UKM Dengan Private Cloud  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Industri rumahan pembuatan sepatu. TEMPO/Prima Mulia

    Industri rumahan pembuatan sepatu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Prusahaan penyedia infrastruktur dan solusi teknologi, EMC Indonesia memfokuskan penggarapan pasar usaha kecil menengah dengan teknologi cloud computing untuk penyedian pusat data.

    Country manager EMC Indonesia Adi Rusli mengatakan usaha kecil menengah Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Dengan teknologi cloud computing yang ditawarkan mampu memberikan nilai lebih dan efisiensi dalam biaya operasional dan biaya investasinya. Namun untuk menggarap pasar ini diperlukan strategi khusus.

    "Untuk membangun cerita sukses ini harus melalui mercusuar atau jangkar ke komunitas bisnisnya," ujar Adi kepada wartawan di Hotel Four Season, hari ini. Menurut Adi apabila sistem ini sudah masuk ke salah satu perusahaan besar yang dianggap paling berhasil maka  akan memperkecil resiko dan mempermudah ekspansi ke klien lainnya.

    Selain menerapkan strategi ini, kata dia, perlu pendekatan khusus untuk perubahan kultur. Selain itu juga perlu adanya kerjasama dengan aliansi penyedia jasa internet.

    Chief Architec EMC Corporation Sal Fernando mengatakan teknologi cloud computing yang ditawarkan EMC adalah clodu computing yang menghasilkan teknologi yang terpercaya, dinamis, terkontrol, efisien dari segi biaya, andal, sesuai permintaan, aman dan fleksiel. "Baik untuk komputer, penyimpanan dan jaringan," ujar Fernando.

    EMC mendorong pada private cloud yang mampu menjembatani berbagai aplikasi virtual dalam federasi. Dengan demikian klien bisa mengakses dari manapun, dari perangkat apapun. Dengan teknologi private cloud berdasar pengalaman EMC keuntungan yang terealisasikan menghemat belanja operasional hingga US$ 11 miliar atau 95 persen, menghemat perlengkapan data center hingga US$ 6 miliar, memvirtualisasikan 55 persen dari gambar OS, 60 persen aplikasi misi kritis termasuk komponen virtual, dan mengurangi karbon hingga 30 miliar.

    Adi juga mengatakan konsumen Indonesia pada dasarnya tak terlalu kesulitan untuk mengadopsi teknologi terbaru dari EMC. Terutama di bidang telekomunikasi dan perbankan. "Karena teknologi cloud ini akan membantu mempercepat dan memperlebar jarak dengan kompetitor," ujar Adi.

    Namun sayangnya satu hambatan utama untuk mengimplementasikan teknologi ini di Indonesia adalah maslah infrastruktur telekomunikasi yang belum terlalu mendukung.

    DIAN YULIASTUTI
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?