Musim Benda Jatuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • NASA.GOV

    NASA.GOV

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ada 15 ribu lebih keping sampah antariksa yang sewaktu-waktu jatuh ke bumi. "Musim jatuh benda antariksa biasanya terjadi saat matahari sedang aktif," kata peneliti senior astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin.

    Tanda sedang aktif itu ditunjukkan oleh banyaknya bintik hitam (sun spot) yang muncul di permukaan matahari. Semakin banyak bintik, berarti ledakan di matahari cenderung lebih banyak. Aktivitas sang surya itu berdampak pada penebalan atmosfer bumi.

    Kerapatan udara itu mengakibatkan perjalanan sampah antariksa mengitari bumi di atmosfer menjadi terhambat, sehingga potensi jatuhnya karena daya tarik bumi lebih besar. Djamaluddin mengibaratkan pelari sprint yang tiba-tiba menghadapi kerumunan orang di lintasan larinya.

    Saat matahari sedang aktif, misalnya pada 2000, kata Djamaluddin, hampir setiap hari ada dua sampah antariksa yang jatuh di berbagai penjuru bumi. Tapi, kalau matahari sedang tidak aktif seperti sekarang ini, sampah antariksa yang jatuh sebanyak 1-2 buah setiap minggu. Sejauh ini belum ada penangkal yang jitu, utamanya untuk melindungi permukiman penduduk dari kejatuhan sampah antariksa.

    Beberapa negara adidaya pernah berupaya menghancurkan benda jatuh itu dengan roket. Namun tindakan itu banyak dikecam negara lain karena malah menambah jumlah tebaran sampah di bumi. Lagi pula, penembakan itu tak selalu ampuh karena kecepatan jatuh, waktu, dan lokasi benda sampah antariksa masih sulit dihitung secara tepat.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.