Jumlah Debu di Atmosfer Bertambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Channi Anand

    AP/Channi Anand

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa jumlah debu di atmosfer bumi naik dua kali lipat sejak awal abad ke-20. Peningkatan yang cukup signifikan itu mempengaruhi cuaca dan ekologi di bumi.

    Natalie Mahowald, guru besar tidak tetap di Cornell University, menggunakan data yang ada dan modeling komputer untuk memprediksi jumlah debu padang pasir, atau partikel tanah, yang ada di atmosfer sepanjang abad ke-20.

    Ia menemukan bahwa debu padang pasir dan cuaca saling berpengaruh, langsung maupun tidak langsung. Debu tersebut membatasi jumlah radiasi matahari yang jatuh ke bumi. Hasilnya, terjadi efek panas yang meningkat di bumi dan menambah jumlah karbon dioksida di atmosfer.

    Debu di atmosfer juga mempengaruhi pola awan dan curah hujan yang turun, yang akhirnya menyebabkan terjadinya kekeringan. Selanjutnya akan makin banyak padang pasir yang terbentuk dan semakin banyak jumlah debu di atmosfer.

    Kondisi laut juga terpengaruh dengan jumlah debu yang terus meningkat di atmosfer. Debu adalah sumber utama zat besi, yang sangat penting bagi plankton dan organisme lainnya yang mengambil karbon dari atmosfer.

    “Sekarang kita memiliki sepotong informasi tentang bagaimana debu padang pasir berpengaruh pada cuaca. Ini sangat penting untuk memahami karakter dan sensitivitas cuaca,” kata Natalie.

    ONENEWS | FIRMAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.