Ini 25 Pemenang Sparx Up Awards 2011  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Kompetisi web untuk digital start up, SparxUp, kembali digelar untuk kedua kalinya pada tahun ini.

    Dari 167 partisipan awal, kompetisi yang diadakan DailySocial.net, SemutApi Colony, dan Kompas.com ini telah menjaring 25 pemenang.

    Para pemenang nantinya akan memperebutkan dua hadiah utama dengan total nilai Rp 200 juta yang akan diumumkan esok malam di Hotel Kempinsky, Jakarta.

    Untuk meraih penghargaan best of the best, hari ini para peserta harus melakukan presentasi di hadapan tujuh panelis mengenai produknya.

    "Kriteria pemenang utama adalah konsep, keunikan, expandibility, dan future plan," ujar Herman Kwok, Ketua Panitia Sparx Up 2011, dalam acara penjurian yang digelar di International Design School, Epicentrum Walk, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2011.

    Untuk faktor keunikan Herman mengatakan peserta diharapkan tetap berimprovisasi meski ide yang dimiliki berasal dari luar negeri.

    Selain itu karya peserta diharapkan memiliki pasar yang luas agar dapat berkembang, serta rencana yang matang untuk mengembangkan karyanya.

    Ke-25 pemenang ini dibagi dalam delapan kategori yang berbeda, yaitu Best Social Networking Site, Best Use of Technology, Best eCommerce, Best Games, Best User Generated Content, Best Portal, Best WAP, dan Best Mobile Application yang dibagi kembali menjadi subkategori Android dan non-Android.

    Beberapa contoh startup yang menarik perhatian antara lain Blink, yaitu perangkat yang dikembangkan oleh Andtechnology untuk membantu orang lumpuh, seperti pada penderita stroke, agar dapat melakukan tugas ringan seperti mengatur volume AC dengan hanya dapat mengedipkan mata.

    Ada pula Bistip.com, situs tempat "menitip beli", di mana orang yang dititipkan untuk membeli barang akan mendapat "fee" atas jasanya. Juga ada Jelajah.me, yang membantu para penggemar traveling berkantong tipis untuk meneruskan kegemarannya tersebut.

    Kompetisi Sparx Up ini merupakan yang kedua kalinya diadakan. Pada tahun lalu terjaring 320 partisipan awal, yang kemudian disaring kembali menjadi 126 peserta dan menghasilkan 23 pemenang dan dua pemenang utama. "Meski tahun ini partisipan awal lebih sedikit, secara kualitas jauh lebih baik," ujar Herman.

    Herman mengatakan pihaknya sempat melakukan survei pada seluruh pemenang Sparx Up tahun lalu. "Hasilnya, 30 persen ada yang stuck dengan usahanya, 20 persen yang mengalami kemunduran, dan 50 persen semakin membaik," ujar Herman.

    Rama Mamuaya, pendiri DailySocial.net, menambahkan bahwa dua pemenang utama SparxUp 2010, yaitu GantiBaju.com dan LewatMana.com juga mengalami kemajuan yang menurutnya luar biasa.

    "GantiBaju telah memiliki toko offline di Jakarta dan Bandung serta investor yang tertarik berinvestasi. Sementara itu LewatMana mendapat penghargaan di Prancis dan Shanghai, memiliki segmen khusus di Jak FM, dan saat ini berpartner dengan TMC untuk melihat kondisi lalu lintas di Indonesia," ujarnya.

    Berikut adalah daftar pemenang Sparx Up 2011:

    Kategori WAP :
    1. Bouncity Mobile

    Kategori Android Mobile Application:
    1. Android Based Blink Control
    2. NgaturDuit.com
    3. KursRupiah

    Kategori Non Android Mobile Application:
    1. Bouncity.com
    2. CampusLife
    3. Inkuiri.com

    Kategori eCommerce
    1. PesanDulu.com
    2. MySellr.com
    3. KlikHotel.com

    Kategori Games
    1. NyonNyonNyon.com
    2. Stack the Stuff Application
    3. Mad Warrior Application

    Kategori Portal:
    1. Dealgoing.com
    2. BisnisUkm.com
    3. Telunjuk.com

    Kategori Social Network:
    1. Bistip.com
    2. Jelajah.me
    3. Sneepet.me

    Kategori User Generated Content:
    1. Bistip.com
    2. ngomik.com
    3. Sribu.com

    Kategori Penggunaan Teknologi:
    1. Wooz.in
    2. Andtechnology
    3. Sneepet.me

    RATNANING ASIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.