Sabtu, 17 November 2018

Ini Kata Bakrie Setelah Beli Path Rp 304 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur BTEL, Anindya Bakrie (kiri) dan Presiden Direktur Sampoerna Strategic, Michael Sampoerna saat konfrensipress penandatanganan penjualan bersyarat perjanjian jual beli yang berlangsung pada Selasa (13/3) antara BTEL dan Sampoerna Strategic dan Polaris yang bertindak sebagai pemegang saham STI di Four Seasons Hotel, Jakarta, Rabu (14/3). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Direktur BTEL, Anindya Bakrie (kiri) dan Presiden Direktur Sampoerna Strategic, Michael Sampoerna saat konfrensipress penandatanganan penjualan bersyarat perjanjian jual beli yang berlangsung pada Selasa (13/3) antara BTEL dan Sampoerna Strategic dan Polaris yang bertindak sebagai pemegang saham STI di Four Seasons Hotel, Jakarta, Rabu (14/3). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan bisnis media sosial di Indonesia makin panas. Salah satu aplikasi jejaring sosial yang sedang naik daun di Indonesia, Path, baru saja menyatakan mendapat suntikan dana segar dari Bakrie Global Group sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar.

    "Kami sangat bahagia bisa bergabung dengan pertumbuhan Path," kata CEO Bakrie Anindya Bakrie seperti dikutip Recode.net, Sabtu, 11 Januari 2014. "Dengan tim manajemen yang solid dan rencana bisnis yang bagus, Path akan terus  menghubungkan banyak orang Indonesia secara personal, bermakna, dan produktif."

    Kucuran modal segar ini membuat Path sudah mengantongi modal US$ 65 juta. Sebelumnya, pada 2011, Path sudah mendapat investasi sebesar US$ 10 juta.

    CEO Path Dave Morin sangat berbahagia dengan kerja sama ini. Recode.net mengisahkan transaksi itu hingga akhirnya mencapai kata sepakat. "Setelah melalui jalan sulit selepas tahun 2013 yang begitu menantang," kata Dave Morin kepada Recode.net.

    Tak disebutkan berapa besar saham Path yang dikuasai Bakrie. Yang pasti, sebelum Bakrie masuk, sudah ada investor-investor terdahulu seperti Greylock Partners, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital.

    Pendiri dan CEO Path, Dave Morin, dalam berbagai kesempatan menyatakan dia sudah lama ingin menggandeng investor dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Di wilayah ini, jumlah pengguna Path tumbuh luar biasa.

    "Bisnis kami di Asia sangat kuat . Kami selalu berupaya mencari mitra untuk berekspansi," ujar Morin.

    Jumlah pengguna Path di seluruh dunia saat ini mencapai 23 juta orang. Sekitar 25 persen pengguna, sekitar enam juta, datang dari Indonesia. Dari jumlah itu, pengguna yang aktif diperkirakan mencapai empat juta orang.

    "Jumlah pengguna Path di sini (Indonesia) bahkan lebih besar dari Amerika Serikat," ujar Dave Morin saat bertandang ke Jakarta, November lalu. Itu membuat saya datang ke sini (Jakarta). Saya ingin mempelajari karakter orang-orang di sini," jelas Morin. Ia menegaskan suntikan modal baru itu akan dimanfaatkan untuk menguatkan pertumbuhan Path.

    Path adalah aplikasi media sosial yang sedang in dalam kalangan anak muda. Situs ini berjalan di perangkat mobile dan memungkinkan penggunanya berbagi lagu, video, pesan, dan foto. Media sosial satu ini membatasi jumlah teman hanya sampai 150 orang per akun. Mayoritas pengguna Path adalah perempuan muda berusia 19-20 tahun. (Baca juga: MNC dan WeChat Berencana Uji Coba Server Lokal)

    RECODE | BS

    Berita Terpopuler Lain
    ngin Dapat Retweet di Twitter? Sisipkan Foto
    WhatsApp Terpopuler, BBM Masih Jadi Favorit
    MNC dan WeChat Berencana Uji Coba Server Lokal



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.