Augmented Reality & Virtual Reality Jadi Sumber Penghasilan Besar

Reporter

Seorang pria melihat peta dari game augmented reality "Pokemon Go" ciptaan Nintendo di New York City, 11 Juli 2016. REUTERS/Mark Kauzlarich

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam dekade mendatang, Anda tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk bisa mengajak buah hati bertamasya ke kastil sekolah sihir Hogwarts yang ada di film Harry Potter. Atau, Anda bisa pergi ke toko kue dekat rumah tanpa meninggalkan sofa. Hal ini bisa dilakukan kalau kita punya augmented reality atau realitas tertambah dan virtual reality alias realitas maya.

Tidak seperti Internet yang menjauhkan kita dari dunia nyata, augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) menggabungkan benda maya, baik itu dua dimensi maupun tiga dimensi, dalam kehidupan sehari-hari. Kemunculan benda maya tersebut bisa di mana dan kapan saja. Kedua teknologi ini membutuhkan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak agar bisa berfungsi.

Google memulainya dengan Google Glass pada pertengahan 2014. Dengan lensa yang hanya seujung jari, Anda bisa berselancar di dunia maya seperti dari personal computer pada umumnya. Lalu, Pokemon Go pada awal 2016.

Permainan ponsel pintar yang dikembangkan oleh John Hanke ini menuntut pemainnya mencari monster di sekitarnya berdasarkan peta dunia nyata. Saat mode kamera AR diaktifkan, monster akan muncul di jalanan atau di dalam gedung tempat Anda berada.

“Kami juga sedang mendorong tim dalam mengembangkan kedua teknologi ini,” kata chief executive officer sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dalam acara Facebook Developer Conference F8 yang digelar di San Jose, Amerika Serikat, Kamis pekan lalu. Video siaran langsungnya diunggah di blog Facebook.

Tampaknya Zuckerberg tak mau kalah oleh Microsoft dan Google yang telah lebih dulu “bermain” di teknologi ini. Dalam konferensi itu, ia meluncurkan sebuah platform teknologi kamera berbasis AR. Namun teknologi tersebut masih dalam versi beta tertutup untuk sejumlah pengembang yang bekerja sama dengan Facebook.

Zuckerberg mengatakan teknologi ini akan mengubah cara pemakaian ponsel pintar. Namun dia tak menyebutkan kapan platform ini akan dirilis ke pasar secara luas. Sekadar informasi, teknologi realitas tertambah dan realitas maya menjadi salah satu fokus pengembangan Facebook dalam roadmap 10 tahun ke depan. Roadmap itu disampaikan Zuckerberg pada awal 2016.

Bukan hanya Facebook, dekade mendatang tampaknya akan dipenuhi produk-produk realitas tertambah dan realitas maya. Google, dalam beberapa tahun ke depan, dikabarkan akan mengeluarkan Google Glass 2.0. Amazon, perusahaan e-commerce yang didirikan Jeff Bezos, akan membuka toko fisik khusus perabotan rumah tangga. Namun, tak seperti toko perabotan konvensional lainnya, Amazon bakal memanfaatkan teknologi AR untuk produk yang dijual.

Dengan memanfaatkan AR, pembeli dapat mengetahui apakah sebuah perabotan itu akan cocok diletakkan di bagian rumah tertentu. Belum ada kabar kapan rencana ini akan mulai diwujudkan. Adapun iPhone juga disebut akan membuat produk serupa. Hanya, belum ada kabar resmi dari perusahaan berlambang apel growak itu.

Apa yang membuat AR dan VR begitu digandrungi banyak perusahaan besar? Menurut Brian Blau, peneliti senior di Gartner, perusahaan riset teknologi yang berbasis di Connecticut, tujuan pengembangan realitas kedua teknologi tersebut tak lain adalah keuntungan yang besar.

Awalnya, kata dia, realitas tertambah dan realitas maya memang memberikan pengalaman baru dalam bermain game, berfoto, dan membuat video. “Tapi, akhirnya, baik AR maupun VR akan jadi cara paling ampuh untuk mendapatkan iklan digital dan pembukaan toko virtual baru,” kata dia seperti dikutip dari laman Wired.

Nilainya, menurut hitungan MarketsandMarkets, perusahaan riset pasar dan konsultasi pasar global, cukup fantastis. “Sekitar US$ 117 miliar atau berkisar Rp 1.579 triliun pada 2022,” demikian yang tertulis dalam riset.

Tentu, perusahaan seperti Google dan Facebook, yang memperoleh pendapatan dari iklan digital, tak mungkin melewatkan kesempatan seperti ini. “Yang jelas, semua ini hanyalah permulaan,” ujar Blau.

Jalan penyampaian iklan tentunya akan semakin pendek. Kalau layar kita nantinya tertutup oleh banyak iklan, akankah orang-orang membeli produk augmented reality dan virtual reality? Dengan tegas Blau menyatakan, “Big yes!”

CEO Apple, Tim Cook, pernah menggambarkan betapa pentingnya teknologi AR dan VR bagi kehidupan sehari-hari. “Nantinya, sebagian besar populasi di negara maju dan berkembang akan memiliki pengalaman teknologi ini setiap hari tak ubahnya seperti makan yang harus tiga kali sehari,” kata dia dalam pidatonya pada 2016 seperti dikutip dari laman situs Mashable.

Pidato Cook memang terdengar hiperbolis. Namun jika melihat kenyataan yang ada, yakni penggunaan ponsel pintar di segala situasi, tampaknya realitas tertambah dan realitas maya memang akan jadi “makanan” kita di waktu mendatang.

Jadi, bersiaplah untuk menghadapi realitas yang benar-benar baru.

FACEBOOK | WIRED | MARKETS AND MARKETS | MASHABLE | ENDGADGET | AMRI M







Niagahoster Gandeng Komunitas Tingkatkan Keahlian IT

5 hari lalu

Niagahoster Gandeng Komunitas Tingkatkan Keahlian IT

Niagahoster menggandeng berbagai komunitas IT untuk kembangkan keahlian dan pengetahuan mengenai website dan dunia digital.


Mengenali Ciri Pelaku Catfishing atau Penipuan Online Berkedok Asmara

15 hari lalu

Mengenali Ciri Pelaku Catfishing atau Penipuan Online Berkedok Asmara

Pelaku penipuan catfishing pasti tidak akan menunjukkan wajah aslinya


Catfishing, Kiat Mencegah Penipuan Media Sosial Berkedok Asmara

15 hari lalu

Catfishing, Kiat Mencegah Penipuan Media Sosial Berkedok Asmara

Catfishing merujuk penipuan online atau daring


Strategi Lintasarta Hadapi Kesenjangan Digital di Indonesia

17 hari lalu

Strategi Lintasarta Hadapi Kesenjangan Digital di Indonesia

Lintasarta ikut serta dalam pembangunan koneksi internet, penyediaan fasilitas satelit komunikasi khususnya di area Indonesia Timur serta penyediaan 150 ribu titik internet yang sudah dimulai sejak 2015.


Menkominfo Johnny G. Plate: Pemerintah Siapkan Akses Internet di 150.000 Fasilitas Umum Daerah 3T

29 September 2022

Menkominfo Johnny G. Plate: Pemerintah Siapkan Akses Internet di 150.000 Fasilitas Umum Daerah 3T

Menkominfo, Johnny G. Plate ungkap bahwa Indonesia ikutserta dalam mencapai konektivitas universal, antara lain siapkan akses internet di daerah 3T.


Beasiswa Bootcamp Digital Skill dari Rumah Amal Salman Bandung, Ini Informasinya

10 September 2022

Beasiswa Bootcamp Digital Skill dari Rumah Amal Salman Bandung, Ini Informasinya

Beasiswa senilai Rp 10 juta per orang ini disediakan bagi para lulusan Teknologi Informasi dari berbagai kampus untuk mencetak talenta digital.


Aksara Kawi Segera Rilis di Unicode September 2022

8 September 2022

Aksara Kawi Segera Rilis di Unicode September 2022

Tujuan didaftarkannya aksara Kawi ke Unicode agar bisa masuk dalam standar pengkodean aksara internasional untuk perangkat digital.


Cara BPJS Kesehatan Jalankan Efisiensi Biaya Operasional

8 September 2022

Cara BPJS Kesehatan Jalankan Efisiensi Biaya Operasional

Pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi layanan jadi kunci keberlanjutan proses bisnis BPJS Kesehatan.


Singapura Permudah Pemberian Visa Kerja untuk Profesional

30 Agustus 2022

Singapura Permudah Pemberian Visa Kerja untuk Profesional

Singapura mengumumkan aturan visa kerja baru untuk menarik talenta asing ketika mereka meningkatkan pemulihannya dari pandemi Covid-19.


Cerita Anak Pedagang Kerupuk Raih Beasiswa SEMESTA, Kuliah Gratis dan Digaji

11 Agustus 2022

Cerita Anak Pedagang Kerupuk Raih Beasiswa SEMESTA, Kuliah Gratis dan Digaji

Islam Nurul Yaqin, siswa SMK Plus YSB Suryalaya Tasikmalaya berhasil mendapat beasiswa SEMESTA untuk kuliah di Binus University. Simak kisahnya.