Senin, 10 Desember 2018

Hari Tanpa Bayangan Juga Terjadi di Jakarta, tapi...

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalbar. ANTARA/Jessica Wuysang

    Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalbar. ANTARA/Jessica Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari tanpa bayangan sebetulnya juga terjadi di Jakarta. Tapi, bukan hari ini, melainkan pada 4 Maret dan 8 Oktober.

    Kunci terjadinya fenomena alam ini adalah matahari. Matahari adalah bintang yang berjalan. Sepanjang tahun, benda langit ini menempuh perjalanan mondar-mandir dari utara ke selatan. Perjalanan matahari itu disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap bidang edar matahari. Kemiringan sebesar 23,5 derajat inilah yang membuat bumi tampak berayun sepanjang tahun.

    Baca juga: Simak Fakta Hari Tanpa Bayangan Ini

    Selama perjalanan tersebut, matahari menyinggahi berbagai kota di bumi. Persinggahan dilakukan bergilir sesuai posisi lintang kota di bola bumi. Pontianak, misalnya, yang berada pada lintang 0 derajat, mendapat kesempatan disinggahi matahari sebanyak dua kali dalam setahun, seperti dilansir dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

    Matahari di atas Pontianak setiap tanggal 21 Maret dan 23 September. Sedangkan di Jakarta terjadi setiap tanggal 4 Maret dan 8 Oktober. Maklum, kota yang dulu dipanggil Batavia ini berbeda lintang dengan Pontianak. Jakarta berada 6,2 derajat lebih selatan dari Pontianak yang berada di khatulistiwa.

    Baca juga: Pulau Jawa Terpengaruh Hari tanpa Bayangan

    Saat matahari singgah di atas kota, terjadi fenomena unik. Selama lima menit, benda-benda tegak seolah kehilangan bayangan. Peristiwa ini terjadi tepat tengah hari, sebelum azan zuhur berkumandang.

    Lenyapnya bayangan benda terjadi karena perspektif pencahayaan. Sumber cahaya yang berada di atas benda seperti tabung atau balok maka bayangan akan jatuh di alasnya. Jika sumber cahaya bergeser sedikit saja, bayangan akan bergeser keluar dari alas. Bayangan serta-merta terbentuk. Pada hari tanpa bayangan, matahari persis di atas kepala sehingga bayangan jatuh di bawah bangunan.

    Karena jatuh di bawah benda, bukan berarti bayangan benar-benar menghilang. Jika benda tersebut memiliki penampang alas lebih kecil ketimbang penampang atas, maka bayangan tetap bisa terlihat. Hal ini bisa diamati pada pohon.

    Baca juga: Apa Penyebab Hari Tanpa Bayangan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Simak artikel menarik lainnya tentang hari tanpa bayangan hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.