Jumat, 14 Desember 2018

Ingin Jadi Atlet eSport? Simak Tips Ini

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Asosiasi eSport Indonesia Eddy Lim memberikan sambutan dalam press conference persiapan atlet PES 2018 untuk Asian Games 2018 di Jade Room, Fairmont Hotel, 24 Agustus 2018. TEMPO/Khory

    Ketua Asosiasi eSport Indonesia Eddy Lim memberikan sambutan dalam press conference persiapan atlet PES 2018 untuk Asian Games 2018 di Jade Room, Fairmont Hotel, 24 Agustus 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosia eSport Indonesia (IeSPA) Eddy Lim menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang atlet eSport itu memiliki syarat yang mudah. Menurut Eddy, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk menjadi atlet eSport.

    Baca juga: Simak Uniknya Latihan Atlet eSport untuk Asian Games 2018

    "Yang paling utama itu kembali kepada niat masing-masing dulu, niat menjadi hal yang pertama. Kedua, harus punya fisik yang sehat, tidak perlu bermain game lama. Dan ketiga adalah nilai pelajaran eksak yang bagus, karena atket eSport itu butuh strategi untuk berfikir," ujar Eddy dalam diskusi persiapan atlet PES 2018 di Jade Room, Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, 24 Agustus 2018.

    eSport telah menjadi cabang olah raga baru yang ditandingkan secara eksibisi dalam gelaran Asian Games 2018. Terdapat enam game yang akan ditandingkan, yakni Arena of Valor (AOV), League of Legends (LoL), Clash Royal, Heartstone, PES 2018 dan Starcraft.

    Baca juga: eSport Nomor Baru di Asian Games 2018, Fasilitas Masih Terbatas

    Eddy juga menjelaskan bahwa atlet eSport harus memiliki pemahaman logika dasar. Minimal, kata dia, mata pelajaran seperti fisika dan matematika nilainya bagus. "Karena jika pintar dan memutuskan untuk bermain esport, dia bisa mengalahkan orang yang tiap hari ke warnet untuk bermain 10 jam tiap hari," lanjut Eddy.

    Dalam Asian Games 2018, kompetisi eSport akan diselenggarakan mulai 26 Agustus hingga 1 September 2018 di Sports Mall Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setiap harinya pertandingan akan dimulai pada pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

    "eSport itu harus dibedakan, gamers dan eSport itu beda," tambah Eddy. "Bahkan di media soaial YouTube antusiasnya mengalahkan TV nasional. Itu salah satunya kenapa eSport dipertimbangkan oleh stake holder olahraga."

    Baca juga: Asian Games 2018: E-Sport Dipromosikan Sebagai Cabang Eksebisi

    eSport, kata dia, menjadi cabang olah raga yang memiliki pergerakan cepat bahkan sudah direncanakan masuk dalam olimpiade. Meskipun masih dalam bentuk pertandingan eksibisi, Eddy melanjutkan, persiapan dari atlet itu berbeda dengan atlet olah raga kain.

    "Kalau sepak bola ya mereka main fisik jam sekian di lapangan, kalau esport itu tidak, kami melarang untuk bermain game 24 jam. Kami juga menyarankan harus olahraga fisik juga," kata Eddy.

    Baca juga: Jokowi Ingin Ada Pendidikan Jurusan eSport di Indonesia

    Simak artikel menarik lainnya tentang eSport hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....