Kamis, 15 November 2018

Gempa Sesar Lembang Berpotensi Picu Likuifaksi Cekungan Bandung

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja memasang rangka bangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukkan bagi korban likuifaksi di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 28 Oktober 2018. Kementerian PUPR menggenjot pembangunan 1.200 unit huntara bagi warga yang terdampak, dan ditargetkan seluruhnya sudah siap huni dalam dua bulan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Sejumlah pekerja memasang rangka bangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukkan bagi korban likuifaksi di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 28 Oktober 2018. Kementerian PUPR menggenjot pembangunan 1.200 unit huntara bagi warga yang terdampak, dan ditargetkan seluruhnya sudah siap huni dalam dua bulan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Bandung - Pasca gempa disertai tsunami dan likuifaksi  yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, masyarakat jadi bertanya-tanya soal potensi daerah di cekungan Bandung mengalami likuifaksi atau pelulukan tanah jika terjadi gempa besar akibat pergerakan sesar atau patahan Lembang.

    Baca: Helikopter BNPB Water-Bombing Area Terdampak Likuifaksi Palu

    Menurut Adrin Tohari, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, wilayah cekungan Bandung yang dihuni jutaan penduduk secara umum tidak mungkin berpotensi likuifaksi. Namun begitu, secara rinci beberapa daerah punya kemungkinan dan berpotensi terjadi likuifaksi.

    Adrin mengutip risetnya yang berlangsung pada 2015-2017 dengan dua metode seperti pengeboran tanah dan uji penetrasi konus (sondir). Lokasi survei itu mencakup dua lusin kelurahan di Kota Bandung yang umumnya berada di bagian timur dan selatan, dan 13 desa atau kelurahan di Kabupaten Bandung.

    “Berdasarkan indeks likuifaksinya, potensi likufaksi di wilayah Cekungan Bandung termasuk kategori tidak mungkin hingga mungkin terjadi,” ujarnya Senin, 5 November 2018.

    Skenario kemungkinan terjadinya likuifaksi di Bandung itu jika terjadi gempa bermagnitude 6,8 akibat pergerakan aktivitas sesar Lembang dengan percepatan getaran gempa 0,4 g.

    Secara hitungan matematis, potensi terjadinya likuifaksi di Bandung berbeda dengan di Palu yang tanahnya sanggup menelan rumah warga beserta isinya. “Untuk wilayah Bandung selatan dan timur adalah likuifaksi yang menyebabkan penurunan tanah,” kata Adrin.

    Penurunan tanah itu yang bisa menyebabkan pondasi bangunan ikut ambles, maksimal sedalam 15 sentimeter. Berdasarkan kondisi tanahnya, wilayah Bandung bagian timur dan selatan tersusun oleh lapisan tanah yang umumnya berjenis lempung lunak dan tebal dengan sisipan pasir dan lanau tipis. “Lapisan pasir ini yang dapat mengalami likuifaksi”, ujarnya.

    Adrin membagi indeks likuifaksi itu dengan empat kategori, dimulai dari indeks kurang dari nol atau tidak terjadi likuifaksi. Skala indeks 0-5 tergolong tidak mungkin berpotensi, kemudian indeks 5-15 termasuk yang mungkin berpotensi, lalu lebih dari nilai 15 dipastikan terjadi likuifaksi sesuai skenario gempa dan percepatan getarannya seperti disebut di atas.

    Kelurahan dan Kecamatan di Kota Bandung yang berpotensi likuifaksi dan tidak:

    1. Kelurahan Antapani, indeks 1,33 dengan penurunan tanah 0,31 cm, tidak mungkin berpotensi.
    2. Batununggal, Bandung Kidul, indeks 7,37 potensi penurunan tanah 5,5 cm, mungkin berpotensi.
    3. Rancanumpang, Gede Bage, indeks 17,67 penurunan tanahnya 5,25 cm, pasti likuifaksi.
    4. Derwati, Rancasari, indeks 0,62 penuruan tanah 0,48 cm, tidak mungkin berpotensi.
    5. Mekarjaya, Rancasari, indeks 4,51, penurunan tanah 1,35 cm, tidak mungkin berpotensi.
    6. Sukapura, Kiaracondong, indeks 11,71, penurunan tanah 13,39 cm, mungkin berpotensi likuifaksi.
    7. Rancabolang, Gede Bage, indeks 1,87, penurunan tanah 0,57 cm, tidak mungkin berpotensi.
    8. Pakemitan, Cinambo, indeks 0,45, penurunan tanah 0,68 cm, tidak mungkin berpotensi.
    9. Cipamokolan, Rancasari, indeks 7,08, penurunan tanah 7,4 cm, mungkin berpotensi.
    10. Cimencrang, Gedebage, indeks 0,65, penurunan tanah 0,6, tidak mungkin berpotensi.
    11. Cipadung Kulon, Panyileukan, indeks 8,61, penurunan tanah 6.03 cm, mungkin berpotensi.
    12. Cipamokolan, Rancasari, indeks 10,34, penurunan tanah 5,71 cm, mungkin berpotensi 

     Desa di Kabupaten Bandung yang berpotensi likuifaksi dan tidak:

     Bojong Emas, indeks 3,67, penurunan tanah 2,49 cm, tidak mungkin berpotensi

    1. Cibodas, indeks 1,96, penurunan tanah 3,62, tidak mungkin berpotensi
    2. Cibodas, indeks 2,87, penurunan tanah 3,60, tidak mungkin berpotensi
    3. Bojong Baraja, indeks 0,80, penurunan tanah 0,04 cm, tidak mungkin berpotensi
    4. Haurpugur, indeks 0,71, penurunan tanah 1,10 cm, tidak mungkin berpotensi
    5. Tanjunglaya, indeks 2,01, penurunan tanah 3,98 cm, tidak mungkin berpotensi
    6. Panyadap, indeks 1,74, penurunan tanah 2,49 cm, tidak mungkin berpotensi
    7. Majasetra, indeks 12,00, penurunan tanah 10,19 cm, mungkin berpotensi
    8. Cibodas, indeks 5,10 penurunan tanah 6,56 cm, mungkin berpotensi
    9. Panyadap, indeks 2,76, penurunan tanah 0,99 cm, tidak mungkin berpotensi
    10. Haurpugur, indeks 4,43, penurunan tanah 2,94 cm, tidak mungkin berpotensi
    11. Ciluluk, indeks 6,49, penurunan tanah 1,87 cm, mungkin berpotensi
    12. Cangkuang indeks 2,71, penurunan tanah 2,44 cm, tidak mungkin berpotensi

    Desa lain yang kemungkinan tidak mengalami likuifaksi yaitu Panenjoan, Linggar, Jelegong, Rancakahiyang, Rancakesuma, jalan raya Rancaekek-Majalaya, Cileunyi Kulon, dan Cinunuk. Sementara Desa Mekarsari juga Mekarsari mungkin likuifaksi, adapun yang pasti likuifaksi yaitu di Bojong Emas. “Nilai indeks Bojong Emas bisa berbeda karena lokasi pengambilan datanya juga berbeda,” kata Adrin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.