Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Otak Manusia akan Jadi Target Serangan Hacker, Ini Pintu Masuknya

Peneliti Manuel Morrens, memegang otak manusia yang masukan dalam wadah di Rumah Sakit Kejiwaan di Duffel, Belgia, 19 Juli 2017. Rumah sakit jiwa ini telah menampung 3.000 otak manusia yang digunakan sebagai penetian penyakit kejiwaaan manusia. REUTERS/Yves Herman
Peneliti Manuel Morrens, memegang otak manusia yang masukan dalam wadah di Rumah Sakit Kejiwaan di Duffel, Belgia, 19 Juli 2017. Rumah sakit jiwa ini telah menampung 3.000 otak manusia yang digunakan sebagai penetian penyakit kejiwaaan manusia. REUTERS/Yves Herman
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Riset terbaru hasil kolaborasi dari Kaspersky Lab dan University of Oxford mengungkap otak manusia akan menjadi target serangan hacker. Dalam beberapa dekade ke depan, otak manusia akan dipasang implan memori dan akan menjadi target serangan siber selanjutnya.

Baca juga: Akademisi, Simak Tips Ini Agar Tak Jadi Korban Hacker

Berdasarkan keterangan tertulis, Selasa, 6 November 2018, para peneliti menemukan sejumlah skenario risiko yang ada dan berpotensi dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber, termasuk:

1. Kerentanan Infrastruktur
Para peneliti menemukan satu kerentanan serius dan beberapa kesalahan konfigurasi yang mengkhawatirkan dalam platform manajemen online. Platform tersebut cukup populer di kalangan tim bedah dan dapat menyebabkan pelaku kejahatan siber menyerang data sensitif dan prosedur perawatan.

Ketidakamanan dalam transfer data yang tidak terenkripsi antara implan, perangkat lunak pemrograman, dan seluruh jaringan terkait dapat menimbulkan gangguan berbahaya baik pada pasien, atau bahkan seluruh kelompok implan yang terhubung ke infrastruktur yang sama. Manipulasi dapat menyebabkan perubahan pengaturan yang menyebabkan rasa sakit, kelumpuhan atau pencurian data pribadi dan rahasia.

Kendala desain sebagai keselamatan pasien lebih diutamakan dari pada keamanan. Sebagai contoh, implan medikal perlu dikendalikan oleh dokter dalam situasi darurat, termasuk ketika seorang pasien dilarikan ke rumah sakit yang jauh dari rumah mereka. Ini menghalangi penggunaan kata sandi apa pun yang tidak banyak diketahui oleh kalangan dokter. Lebih lanjut, hal itu menunjukkan bahwa secara default, implan tersebut harus dilengkapi dengan 'backdoor' perangkat lunak.

Baca juga: Investigasi Kasus Suap, Indonesialeaks Diserang Hacker

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

2. Perilaku Tak Aman Staf Medis
Mengatasi area rentan ini adalah kuncinya. Karena para peneliti memperkirakan bahwa selama beberapa dekade mendatang, akan lebih banyak neurostimulator canggih dengan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana otak manusia membentuk dan menyimpan ingatan.

Neurostimulator atau mengeksplorasi kerentanan perangkat yang ditanamkan untuk stimulasi otak juga akan kemungkinan akan mempercepat pengembangan dan penggunaan teknologi serta menciptakan peluang baru bagi para pelaku kejahatan siber. Dalam lima tahun ke depan, para ilmuwan berharap dapat merekam sinyal otak secara elektronik dalam membangun dan meningkatkan ingatan, atau bahkan menulis ulang sebelum mengembalikannya ke otak.

Satu dekade dari sekarang, akan mulai muncul implan peningkatan memori secara komersial pertama di pasar, dan 20 tahun mendatang, teknologi akan cukup mumpuni untuk memiliki kontrol besar atas ingatan. Ancaman baru yang dihasilkan dari segala kemungkinan itu dapat mencakup manipulasi massal kelompok melalui ingatan yang ditanamkan, atau penghapusan memori mengenai peristiwa atau konflik politik. Sementara ancaman siber repurposed dapat dijadikan target sebagai peluang baru untuk cyberpostageage atau pencurian, penghapusan atau ‘penguncian’ memori.

Baca juga: Facebook Diretas, Kerentanan Ini Jadi Pintu Masuk Hacker

Simak artikel menarik lainnya seputar cara hacker menyerang hanya di kanal Tekno Tempo.co.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Pencurian Aset Kripto Lewat Kampanye Malware Satacom, Kaspersky: Indonesia Terdampak

1 hari lalu

Ilustrasi aset kripto. REUTERS
Pencurian Aset Kripto Lewat Kampanye Malware Satacom, Kaspersky: Indonesia Terdampak

Kaspersky mengungkapkan modus melalui ekstensi berbahaya untuk browser Chrome, Brave, dan Opera.


Malware Baru Serang Perangkat iOS Karyawan Kaspersky, Ini Modusnya

4 hari lalu

Ilustrasi Serangan Malware XHelper (Shutterstock) (Ant)
Malware Baru Serang Perangkat iOS Karyawan Kaspersky, Ini Modusnya

Peneliti Kaspersky menemukan pelaku ancaman telah menargetkan perangkat iOS dari puluhan karyawan perusahaan.


Kaspersky Ungkap Penyebab Serangan Siber yang Melibatkan Manusia Meningkat

6 hari lalu

Pemerintah Inggris sangat serius dalam mengantisipasi serangan siber.
Kaspersky Ungkap Penyebab Serangan Siber yang Melibatkan Manusia Meningkat

Perusahaan keamanan siber mengungkap penelitian dari analisis insiden yang dilaporkan kepada pelanggan Kaspersky Managed Detection and Response (MDR).


Bjorka Retas dan Umbar Data Polri? Pakar: Data Sampah

9 hari lalu

Ilustrasi Hacker atau Peretas. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Bjorka Retas dan Umbar Data Polri? Pakar: Data Sampah

Pengguna dengan ID yang sama dengan hacker Indonesia 'Bjorka' bergabung di ExposedForums. Posting beberapa pesan yang berhubungan dengan Indonesia.


Perbedaan Hacker dan Ethical Hacker yang Perlu Anda Ketahui

11 hari lalu

Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)
Perbedaan Hacker dan Ethical Hacker yang Perlu Anda Ketahui

Meskipun hacker sering dikaitkan dengan penjahat cyber, namun ethical hacker berbeda dengan jenis peretas yang lain.


Antisipasi Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Modal Besar untuk Perkuat Keamanan IT

11 hari lalu

Logo BPJS Ketenagakerjaan. wikipedia.org
Antisipasi Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Modal Besar untuk Perkuat Keamanan IT

Bercermin dari serangan siber yang dialami oleh BSI, BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan modal besar untuk memperkuat keamanan IT.


LockBit Bocorkan Data Nasabah di Dark Web, BSI: Itu Bukan Data Sensitif

13 hari lalu

Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia (BSI), Anton Sukarna saat diwawancarai Tempo di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Kamis, 25 Mei 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
LockBit Bocorkan Data Nasabah di Dark Web, BSI: Itu Bukan Data Sensitif

Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarna buka suara soal kelompok hacker LockBit yang membocorkan data nasabah BSI di dark web.


Profil BFI Finance, Perusahaan Pembiayaan yang Diterpa Isu Serangan Siber

14 hari lalu

BFI Finance. facebook.cok
Profil BFI Finance, Perusahaan Pembiayaan yang Diterpa Isu Serangan Siber

Profil BFI Finance, perusahaan pembiayaan yang terkena serangan siber (hacker) dan memiliki 228 kantor cabang tersebar di Indonesia.


BSI Error Berhari-hari, Komisi XI DPR Kritik OJK dan Penjelasan Minim Dirut

15 hari lalu

Nasabah melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Gedung Wisma Mandiri I di Jakarta, Kamis 11 Mei 2023. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan bahwa layanan ATM antarbank telah kembali berangsur pulih dan dapat dilakukan nasabah melalui jaringan ATM Bersama, Jalin, PRIMA, Mandiri H2H hingga Visa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
BSI Error Berhari-hari, Komisi XI DPR Kritik OJK dan Penjelasan Minim Dirut

Komisi XI DPR RI menyentil Otoritas Jasa Keuangan atau OJK saat membahas kasus Bank Syariah Indonesia atau BSI yang sempat error selama beberapa hari.


3 Kata Pengamat Soal Kasus Aset Kripto Senilai USD 30 Ribu Hilang, Hardware Wallet Tak Sepenuhnya Aman

19 hari lalu

Ilustrasi kripto. Pexels/Alesia Kozik
3 Kata Pengamat Soal Kasus Aset Kripto Senilai USD 30 Ribu Hilang, Hardware Wallet Tak Sepenuhnya Aman

Praktisi Desmond Wira mengatakan bahwa kasus aset kripto tersebut ibarat dompet yang bolong hingga sebut hardware wallet tak sepenuhnya aman.