Review Samsung Galaxy A50: Kamera Bagus, Fingerprint Kurang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung Galaxy A50 (Samsung)

    Samsung Galaxy A50 (Samsung)

    TEMPO.CO, Jakarta - Review gadget kali ini Tempo berkesempatan menjajal smartphone Samsung Galaxy A50. Pabrikan asal Negeri Gingseng itu meluncurkan serangkaian seri A terbaru yang dikeluarkan Samsung termasuk Galaxy A10, A20, A30, A50, serta yang terbaru yaitu Galaxy A60, A70 dan A80. Smartphone tersebut dirilis pada 22 Maret 2019 lalu di Indonesia.

    Selama dua pekan mencoba ponsel Galaxy A50 dengan kapasitas RAM 4 gigabita (GB) dan memori internal 64 GB, Tempo mencoba berbagai fitur yang dipasang dalam smartphone ini.  

    Spesifikasi Samsung Galaxy A50:
    -Layar: 6,4 inci Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M color, screen-to-body ratio 84,9 persen, resolusi 1080x2340 piksel dan aspek rasio 19,5:9, dilapisi Corning Gorilla Glass 3
    -SoC/Processor: Exynos 9610 (10 nanometer), CPU Octa-core (4x2.3 GHz Cortex-A73 & 4x1.7 GHz Cortex-A53)
    -Grafis chip: Mali-G72 MP3
    -Memory/Storage: 4 GB/64 GB
    -Baterai: Baterai Li-Po 4000 mAh, pengisian cepat 15W
    -Konektivitas: Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by), MicroSD, Wi-Fi 802.11 a/ b/ g/ n/ ac, dual-band, WiFi Direct, Hotspot, Bluetooth, USB Type C
    -Kamera: bagian belakang 25 MP f/ 1.7, ultra-wide 8 MP f/2.2 dan 5 MP f/2.2; kamera depan 25 MP f/2.0
    -Sistem Operasi: Android 9.0 (Pie)
    -Harga Rp 4,099 juta

    1. Unboxing

    Smartphone dibungkus dalam kotak berwarna putih yang mendominasi. Di bagian atas kiri kotak terdapat tulisan Samsung. Dan gambar unit Galaxy A50 bagian depan dan belakang serta tulisan A50 besar, dan di bagian sisi kiri tulisan hitam Samsung Galaxy A50. Di bagian belakang sedikit informasi spesifikasi smartphone.

    Di dalam kemasan tersebut terdapat perangkat pendukung, seperti buku panduan, pin ejektor atau pembuka slot kartu SIM atau microSD. Kemudian terdapat juga kabel USB type C, serta adaptor untuk mengisi daya baterai smartphone, dan earphone dalam kemasan.

    2. Desain dan layar

    Galaxy A50 memiliki desain dengan bodi yang cukup ringan dengan bobot 166 gram, dan memiliki dimensi 158,5x74,7x7,7 milimeter.

    Setiap sudut ponsel itu memiliki lengkungan sehingga membuat nyaman ketika digenggam, bagian belakangnya didesain dengan bahan plastik yang mengkilat, membuat bodi ponsel seperti kaca. Hal itu rentan terhadap bekas sidik jari yang kotor, jika tidak rajin dibersihkan, ponsel akan terlihat jorok.

    Dengan ukuran layar 6,4 inci Super AMOLED, screen-to-body ratio 84,9 persen, resolusi 1080x2340 piksel dan aspek rasio 19,5:9. Layar dirasa cukup kokoh karena dilapisi Corning Gorilla Glass 3, tapi sebaiknya dilapisi dengan anti gores atau pelindung benturan tambahan, agar lebih aman.

    Di dalam kotak, Samsung tidak menyediakan softcase, sehingga pengguna perlu lagi membelinya. Karena dengan memakai softcase pengguna tidak akan merasa licin menggunakan smartphone dan cukup untuk melindungi bodi. Namun, pengguna disarankan untuk memilih hardcase agar ponsel lebih aman.

    Samsung menggunakan layar Infinity-U Super AMOLED didesain dengan bentuk 3D Curved Edge Design. Bagian layar terdapat notch kecil berbentuk tetesan air sebagai tempat kamera depan, dan di atasnya terdapat speaker untuk mendengar komunikasi telepon.

    Sementara di bagian bawah terdapat tiga tombol ketika ponsel dalam kondisi menyala, seperti tombol 'home' di tengah, tombol 'kembali' di kanan dan sebelah kiri tombol untuk melihat aplikasi yang pernah Anda buka. 

    Bagian sisi kanan bodi Galaxy A50, dipasang tombol pengaturan volume dan power atau pembuka kunci. Sedangkan di sisi kiri terdapat satu slot sebagai tempat dual SIM card dan microSD. Di bagian sisi bawah terdapat lubang USB Type C di tengah, didampingi speaker suara dering pesan dan telfon masuk di kanan dan lubang jack earphone. Sedang di sisi atas, Samsung tidak memasang fungsi apapun.

    Di bagian belakang, Galaxy A50 memasang tiga kamera di atas kiri dan lampu flash di bawahnya, serta logo khas Samsung di atas agak tengah. Untuk pemindai sidik jari, Galaxy A50 memasangnya di bagian layar.

    Untuk pilihan warna, Galaxy A50 hadir dengan tiga varian warna di sisi belakang yakni biru, hitam dan putih. Kebetulan Tempo mendapatkan varian warna Biru. Secara keseluruhan, pengaturan tombol dan bentuk bodi sama seperti smartphone pada umumnya, tapi Samsung kurang memanfaatkan sisi bagian atas, karena tidak ada tombol fungsi.

    3. Hardware dan Performa

    Samsung Galaxy A50 disenjatai dengan chipset Exynos 9610 (10 nanometer), dan grafis chip Mali-G72 MP3. Chip tersebut dilengkapi unit penglihatan dan pemrosesan gambar berdasarkan mesin jaringan saraf. Exynos 9610 merupakan prosesor yang menampilkan modem LTE dan konektivitas nirkabel yang beragam untuk pengalaman seluler yang lebih cepat dan lancar.

    Chip tersebut didampingi dengan kapasitas RAM 4 GB dan memori internal 64 GB, Galaxy A50 juga menghadirkan kapasitas RAM 6 GB/ 128 GB. Exynos 9610 juga memungkinkan Galaxy A50 memberikan pengalaman gaming tanpa hambatan, seperti 3D gaming, serta menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dengan lancar.

    Tempo mengunduh dua game yakni Metal Soldiers 2 dan Mobile Legend, kedua game tersebut memiliki grafis yang cukup baik. Ketika menjajalnya Tempo tidak mengalami hambatan saat bermain game, gambarnya lancar, dan terlihat cukup detil. Ditambah dengan kapasitas baterai berdaya 4000 mAh, Galaxy A50 cukup awet untuk pemakaian normal sehari-hari, seperti mengirim pesan dan bermain media sosial.

    Namun, meskipun bermain game dan pengoperasian sehari-hari nyaman, ada beberapa kekurangan dalam smartphone ini. Letak speaker di sisi bawah kanan dan lubang jack earphone di kiri agak mengganggu karena terhalang tangan saat bermain game.

    Fitur lain yang kurang adalah pemindai sidik jari. Galaxy A50 memiliki sensor fingerprint di bagian layar, tapi dalam penggunaannya, sensor tersebut kurang responsif. Tempo harus beberapa kali menempelkan jari untuk menyesuaikan posisi jari agar ponsel bisa terbuka.

    4. Kamera

    Kamera Galaxy A50 di bagian belakang dipasang tiga, dengan sensor utama 25 MP beraperture f/1.7, sensor ultra-wide 8 MP aperture f/2.2 dan sensor 5 MP beraperture f/2.2. Sedangkan kamera depan memiliki sensor 25 MP dengan aperture f/2.0. Berkat chip Exynos 9610, hasil gambar dari kamera smartphone ini cukup baik.

    Chip dilengkapi dengan ISP dan MFC yang canggih, unit pemrosesan gambar yang membuat kualitas gambar dan fungsi seperti kamera DSLR pada perangkat seluler. Kamera belakang Galaxy A50 dilengkapi dengan beberapa fitur seperti, Panorama, Pro, Live Focus, Photo, Video, Slow Motion dan Hyperlaps. Sedang di bagian depan hanya terdapat fitur Photo, Live Focus dan Video.

    Tempo menjajal beberapa mode, sebagai contoh mode Live Fokus, hasil gambar dengan mode tersebut cukup terasa blurnya dan rapih, batas antara fokus dan blur yang terlihat ketara dan halus. Menariknya, hasil gambar dengan Live Focus bisa di edit langsung setelah pengambilan gambar. Pengguna juga bisa memilih ukuran gambar yang bisa diatur dalam pengaturan, ukuran video pun sudah bisa diatur hingga Full HD.

    Untuk mengambil gambar dengan mode biasa hasilnya cukup baik dan detil, kurang lebih sama dengan smartphone untuk ponsel pintar di kelasnya. Anda disarankan menggunakan mode Pro untuk mengambil gambar yang bisa disesuaikan, tergantung si pengguna.

    Saat dipakai siang hari, reproduksi warna kamera sangat baik. Warnanya juga akurat. Hal ini sangat membantu memastikan tingkat detil gambar yang ditangkap kamera. Segi kamera, Galaxy A50 memang bisa dibilang cukup dalam kisaran harga ponsel yang sama.

    5. Pesaing

    Galaxy A50 berada di segmen yang cukup kompetitif. Begitu banyak alternatif untuk smartphone di pasar Rp 4 jutaan hingga Rp 5 jutaan. Saingan terdekatnya adalah OPPO F11 Pro yang memiliki fitur kamera depan tersembunyi di sisi atas tepat di tengah.

    OPPO mempersenjatai F11 Pro dengan chip MediaTek Helio P70, yang didampingi dengan kapasitas RAM 6 GB dan memori internal 64 GB yang bisa diperluas dengan microSD. Juga dipasang proprietary VOOC 3.0 pengisian cepat OPPO untuk mengisi baterai berdaya 4.000 mAh, smartphone dibanderol seharga Rp 4,999 juta, lebih mahal dibandingkan Galaxy A50. OPPO F11 Pro yang hanya memasang kamera depan 16 MP. Dan memiliki dual kamera belakang masing-masing sensornya 48 MP plus 5 MP.

    Selain itu, Vivo V15 yang memiliki teknologi kamera depan tersembunyi, seperti OPPO F11 Pro. Smartphone tersebut dibanderol seharga Rp 4,399, selisih Rp 200 ribu saja dengan dengan Galaxy A50. Meskipun tidak hadir dengan kamera Pop-up, ponsel Galaxy A50 patut dijadikan pertimbangan bagi pembeli. Karena memiliki desain yang cukup ringan, kapasitas baterainya 4000 mAh.

    Berita lain tentang review smartphone dan Samsung Galaxy A50 bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.