Dampak Badai Matahari Siang Ini: Aurora sampai Gangguan Navigasi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aurora Borealis terlihat menari di atas Arctic Snowhotel di Rovaniemi, Finlandia, Kamis, 28 Februari 2019. Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadikan keindahan fenomena alam ini sebagai daya tarik wisatanya. REUTERS/Alexander Kuznetsov

    Aurora Borealis terlihat menari di atas Arctic Snowhotel di Rovaniemi, Finlandia, Kamis, 28 Februari 2019. Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadikan keindahan fenomena alam ini sebagai daya tarik wisatanya. REUTERS/Alexander Kuznetsov

    TEMPO.CO, Jakarta - Dampak  badai matahari, yang terjadi pada 12-13 Mei 2019, akan sampai ke Bumi hari ini, Jumat, 17 Mei 2019.  Peramal cuaca luar angkasa di Pusat Prediksi Cuaca Antariksa AS (SWPC) telah melacak tiga gelombang energi matahari yang menyasar ke Bumi.

    Baca Juga: Dampak Badai Matahari Hari Ini dan Besok, BMKG: Indonesia Aman

    Energi matahari yang disebut Coronal Mass Ejections (CMEs) bisa memicu gangguan di magnetosfer planet ini. CME adalah semburan kuat partikel dan plasma yang diarahkan ke Bumi.

    Namun SPWC menyatakan, badai geomagnetik atau badai Matahari berkekuatan moderat atau lemah, sehingga tidak berdampak merusak. "Badai G2 hari ini diperkirakan akan menghasilkan efek aurora yang memukau di seluruh bagian utara belahan bumi utara.
    Di Amerika Utara, SWPC memprediksi aurora atau Cahaya Utara terlihat di selatan seperti Montana, North Dakota, dan Minnesota."

    Indonesia dan bagian bumi di sekitar Khatulistiwa tidak terkena dampak Badai Matahari ini. Badai Matahari akan berdampak di wilayah belahan utara dan selatan Bumi, demikian dinyatakan BMKG.

    Namun karena kekuatan badai lemah, maka dampak mengganggu sinyal atau navigasi kemungkinan tidak akan terjadi. Sebaliknya, pemandangan menakjubkan aurora akan terlihat di wilayah-wilayah Rusia tengah, Finlandia, Swedia dan Norwegia. Beberapa aurora bahkan mungkin terlihat di ujung paling utara Skotlandia.

    Cahaya Utara dipicu oleh partikel-partikel oksigen dan nitrogen yang menarik angin di atmosfer. Partikel-partikel  bergetar pada berbagai frekuensi dan bercahaya dalam warna biru, hijau, kuning, merah dan ungu.

    Meski begitu, masyarakat diminta untuk tetap waspada karena Badai G2 moderat juga bisa berdampak mengganggu atmosfer bumi. Sementara badai menciptakan aurora yang indah, mereka juga dapat mengganggu sistem navigasi, jaringan listrik bertegangan tinggi. 

    Berita lain tentang badai Matahari bisa Anda ikuti di TEMPO.CO

    EXPRESS.CO.UK | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.