Penelitian Baru: WhatsApp Baik untuk Kesehatan Psikologis Anda

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja bermain ponsel. Shutterstock.com

    Ilustrasi remaja bermain ponsel. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti di Edge Hill University, Inggris, menyimpulkan bahwa menghabiskan waktu berinteraksi dengan teman dan keluarga melalui WhatsApp baik untuk kesejahteraan psikologis seseorang.

    Baca: Begini Cara Hacker Bobol Akun WhatsApp dan Cara Menghindarinya

    "Ada banyak perdebatan tentang apakah menghabiskan waktu di media sosial itu buruk untuk kita, tapi kita telah menemukan itu mungkin tidak seburuk yang kita pikirkan," kata Linda Kaye, dosen senior psikologi di Edge Hill University, seperti dilaporkan laman Independent, Rabu, 3 Juli 2019.

    Dalam penelitian tersebut, orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi perpesanan populer, tingkat harga dirinya lebih tinggi dan lebih sedikit perasaan kesepian.

    "Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di WhatsApp, maka hubungan dengan teman dan keluarga akan semakin dekat, juga menganggap hubungannya semakin berkualitas," ujar Kaye.

    Penelitian yang melibatkan 200 pengguna media sosial ini, menyimpulkan bahwa percakapan kelompok dan obrolan individu  dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan menawarkan dukungan sosial.

    Secara khusus, menurut Kaye, temuan menunjukkan bagaimana  faktor yang berkaitan dengan modal ikatan sosial sangat relevan dalam bidang ini sebagai cara memahami bagaimana penggunaan teknologi berhubungan dengan kesejahteraan psikologis.

    "Ini menimbulkan gagasan bahwa teknologi sosial seperti WhatsApp dapat merangsang hubungan dan peluang komunikasi yang ada, sehingga meningkatkan aspek kesejahteraan positif pengguna," tutur Kaye.

    Studi sebelumnya menemukan bahwa media sosial dapat merusak kesehatan mental seseorang, terutama aplikasi seperti Facebook, Instagram dan Snapchat. Sebuah studi pada 2016 oleh University of Copenhagen menemukan penggunaan Facebook mengarah pada apa yang disebut kecemburuan Facebook.

    Menurut penelitian itu, Facebook dapat menimbulkan kecenderungan untuk cemburu pada kehidupan orang lain dari melihat unggahan mereka di platform media sosial.

    Sebuah studi terpisah oleh para peneliti di University of Pensylvania, yang diterbitkan pada 2018, menemukan korelasi langsung antara waktu yang dihabiskan di media sosial dan peningkatan tingkat kecemasan, depresi, dan kesepian.

    "Menggunakan lebih sedikit media sosial dari pada biasanya akan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam depresi dan kesepian," kata penulis studi Melissa Hunt dari Universitas Pensylvania. "Efek ini sangat menonjol bagi orang-orang yang lebih tertekan ketika mereka datang ke ruang kerja."

    Berita lain tentang media sosial dan  WhatsApp, bisa Anda simak di Tempo.co.

    INDEPENDENT | METRO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.