Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kapal Selam AS yang Hilang 80 Tahun

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haluan kapal selam USS Grunion yang karam 80 tahun lalu, ditemukan di Alaska, Juli 2019. (lost52project.org)

    Haluan kapal selam USS Grunion yang karam 80 tahun lalu, ditemukan di Alaska, Juli 2019. (lost52project.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang kapal selam Amerika Serikat yang hilang. Kapal selam USS Grunion yang karam 80 tahun lalu, berhasil ditemukan oleh sekelompok peneliti bernama The Lost 52 Project di lepas pantai Kepulauan Aleutian, Alaska.

    Selain itu, Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (MWA ITB) Yani Panigoro tidak mempermasalahkan soal rektor impor sepanjang sesuai aturan.

    Juga, Konsep ponsel bertenaga surya. Samsung sudah memulainya pada 2009 dengan perangkatnya yang dinamai Solar Guru, tapi teknologinya gagal. Sekarang, Xiaomi tampaknya ingin mengubahnya dengan mengajukan paten untuk perangkat yang dilengkapi panel surya.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. 80 Tahun Hilang, Kapal Selam AS Ditemukan 3 Anak Komandannya

    Kapal selam USS Grunion yang karam 80 tahun lalu, berhasil ditemukan oleh sekelompok peneliti bernama The Lost 52 Project di lepas pantai Kepulauan Aleutian, Alaska. Setelah bertahun-tahun melakukan pencarian akhirnya mereka berhasil menemukan haluan USS Grunion pada kedalaman 820 meter dari permukaan laut.

    Kendaraan bawah air otonom (AUVs) dan teknologi pencitraan fotogrametri digunakan untuk mengambil gambar 3 dimensi kapal dari bawah air. "Ini merupakan teknologi dokumentasi mutakhir yang berguna untuk penemuan benda bersejarah di bawah laut. Para arkeolog dan sejarawan sekarang dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah untuk melakukan penelitian secara rinci," ujar Tim Taylor dari Lost 52 Project.

    Pada Oktober 2018, The Lost 52 Project mencari haluan kapal yang hilang di pesisir pulau Aleutian dan menemukan benda itu berada di bawah tanggul gunung berapi yang curam, sekitar 400 meter dari puing-puing utama, menurut pernyataan Taylor kepada CNN

    2. Bandingkan Penghasilan Rektor ITB dengan Impor, Ini Reaksi MWA

    Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (MWA ITB) Yani Panigoro tidak mempermasalahkan soal rektor impor sepanjang sesuai aturan. Namun, dia enggan menanggapi soal penggajian rektor impor.

    “Kalau rektor asing nggak ada masalah boleh-boleh saja, cuma PP-nya belum menunjang, kudu disesuaikan,” katanya di Gedung Rektorat ITB, Selasa, 6 Agustus 2019.

    MWA ITB masih memakai aturan yang berlaku dalam perhelatan pemilihan Rektor ITB periode 2020-2025. Acuannya statuta ITB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH). Jika membuka lowongan bagi rektor asing sekarang, ujarnya, waktunya sudah mepet.

    3. Xiaomi Patenkan HP Bertenaga Surya, Tak Takut Kegagalan Samsung?

    Konsep ponsel bertenaga surya bukanlah hal baru. Samsung sudah memulainya pada 2009 dengan perangkatnya yang dinamai Solar Guru, tapi teknologinya gagal. Sekarang, Xiaomi tampaknya ingin mengubahnya dengan mengajukan paten untuk perangkat yang dilengkapi panel surya.

    Paten itu ditemukan oleh LetsGoDigital, baru-baru ini, dengan sejumlah gambar smartphone dilengkapi panel surya di bagian belakang di bawah lensa kamera.

    Salah satu masalah signifikan dengan mengembangkan teknologi bertenaga surya adalah tidak dapat menghasilkan energi yang cukup. Selain itu, laman Expertreviews menyebutkan bahwa teknologi bertenaga surya di negara-negara yang mengalami musim dingin dan berawan, akan kesulitan mencapai potensinya.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.