Arkeolog Temukan Lukisan Prasejarah di Teluk Wondama

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arkeolog  menemukan lukisan prasejarah di Situs Ambesibui, Teluk Wondama, Papua Barat, Oktober 2019. Motif lukisan berupa manusia, kadal, cicak, penyu, ikan, gambar geometris, garis silang, dan bulatan. (Dok. Balar Papua/Hari Suroto)

    Arkeolog menemukan lukisan prasejarah di Situs Ambesibui, Teluk Wondama, Papua Barat, Oktober 2019. Motif lukisan berupa manusia, kadal, cicak, penyu, ikan, gambar geometris, garis silang, dan bulatan. (Dok. Balar Papua/Hari Suroto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penelitian Balai Arkeologi Papua bersama Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Teluk Wondama di Pulau Rumberpon menemukan lukisan prasejarah di Situs Ambesibui. 

    Peneliti Balai Arkeologi Papua Hari Suroto ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Minggu, 17 November 2019, mengatakan Situs Ambesibui secara administratif berada di Kampung Yomakan, Distrik Rumberpon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

    "Situs Ambesibui merupakan situs lukisan tebing prasejarah," katanya, dan menambahkan bahwa tebing karst putih Ambesibui terletak di tepi pantai.

    "Lukisan dibuat oleh orang yang tidak dikenal. Masyarakat setempat tidak mengetahui siapa pembuat dan kapan lukisan ini dibuat," katanya.

    Di tebing itu, menurut dia, ada lukisan prasejarah berwarna merah pada ketinggian sekitar 120 cm hingga 5 meter dari permukaan laut. Motif lukisan berupa manusia, kadal, cicak, penyu, ikan, gambar geometris, garis silang, dan bulatan.

    Motif-motif tersebut, menurut Hari, menggambarkan kondisi lingkungan dan aktivitas manusia pada masa lalu. Motif cicak, ia melanjutkan, menggambarkan kepercayaan pada roh nenek moyang.

    "Cicak adalah binatang yang selalu hidup di atas, bukan di permukaan tanah. Konsep religi prasejarah mengenal dunia atas adalah roh nenek moyang berada, sehingga cicak sebagai gambaran dunia atas," kata Hari.

    Asisten II Sekretaris Daerah Teluk Wondama Hermin Sesa Rinding mengatakan bahwa sebagai daerah yang mengunggulkan pariwisata Kabupaten Teluk Wondama bisa mengembangkan Situs Ambesibui menjadi tujuan wisata budaya.


    "Tentu saja pemanfaatan situs ini akan memperhatikan aspek pelestarian situs dan lingkungan setempat," katanya dalam diskusi hasil penelitian arkeologi Teluk Wondama  di BP4D Kabupaten Teluk Wondama.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama Christian Mambor, mengatakan bahwa terdapat tiga potensi wisata di Teluk Wondama yaitu wisata religi, wisata bawah air dan wisata budaya.

    Wisata bawah air, dengan destinasi bangkai pesawat terbang peninggalan Jepang dan pesona alam bawah air, wisata religi dengan destinasi situs gereja Isna Jedi dan batu peradaban. Wisata budaya dengan destinasi situs peninggalan arkeologi dan Festival Pulau Roon. Selain itu potensi ekonomi kreatif Teluk Wondama berupa noken, kuliner tradisional berbahan sagu, ukiran-ukiran tradisional, ayam daun pandan, miniatur perahu tradisional dan olahan ikan laut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.