BKSDA Tak Akan Menangkap Harimau Penyerang 3 Petani, karena ...

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Harimau Sumatera tertangkap kamera warga dalam video amatir di dekat fasilitas minyak Badan Operasi Bersama PT Pertamina - PT Bumi Siak Pusako di areal Zamrud, Siak, Oktober 2019. (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

TEMPO.CO, Jakarta - Lokasi tewasnya petani kopi bernama Mustadi, 52 tahun,  akibat serangan harimau di Desa Rekimai, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mengarah dan berada sangat dekat dengan hutan larangan yang termasuk kantong harimau.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito di Palembang, Jumat, 13 Desember 2019, mengatakan korban merupakan warga pendatang dari Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim yang membuka lahan kopi di dalam hutan lindung.

"Dari pemeriksaan tim kami, warga menyebut lokasi tewasnya korban mengarah ke hutan larangan yang warga setempat saja tidak berani masuk karena hutannya masih primer, sedangkan secara lanskap lokasinya memang termasuk wilayah hutan lindung," kata  Martialis.

Mustadi tewas pada Kamis malam (12/12) usai diterkam harimau di kebun kopinya. Ia tewas dengan luka di leher dan dada di depan istrinya yang berhasil selamat karena berlindung di pondok.

Harimau yang menerkamnya kemungkinan  berasal dari kantong Jambul Patah Nanti seluas 282.000 hektar yang terbentang dari Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, hingga Kabupaten Muara Enim.

Tim BKSDA sendiri memilih tidak memasuki lokasi kejadian tewasnya Mustadi, sebab jaraknya diperkirakan 8 kilometer dari pemukiman dengan topografi yang cukup menyulitkan karena lokasi sangat masuk ke dalam hutan lindung.

"Kebanyakan kalau pendatang mereka akan menginap di kebun, saat ini jika yang masih ada di dalam kebun tidak dievakuasi maka ada resiko terjadi lagi serangan serupa, kami mengimbau agar semuanya keluar dulu dari hutan," katanya.

Kebun kopi yang dikelola Mustadi ilegal sehingga mengganggu habitat satwa di dalam hutan dan menimbulkan konflik dengan harimau.

Sebelumnya, dua petani kopi juga tewas akibat serangan harimau yaitu pada 17 November 2019 dan 5 Desember 2019.

"Sebetulnya jika dipetakan dengan serangan pertama (17/11) dan kedua (5/12), koridor jelajah harimau sudah cenderung masuk ke jantung habitatnya, tetapi ternyata di jantung habitatnya pun harimau masih ketemu dengan manusia lagi, ya kami tidak bisa apa-apa," kata Martialis.

Meski sebagian masyarakat ramai mendesak BKSDA menangkap harimau tersebut, pihaknya dengan tegas tidak akan melakukannya karena serangan terjadi di habitatnya.

"Kami lebih mendorong agar ada tindakan tegas terhadap masyarakat yang sudah merusak habitat satwa liar entah itu harimau atau yang lain, bagaimanapun satwa liar itu anugerah yang tidak akan mengganggu kalau tidak diganggu," kata Martialis.






Cerita Bayi Orang UtanTapanuli Sendirian di Bawah Pohon Durian

7 jam lalu

Cerita Bayi Orang UtanTapanuli Sendirian di Bawah Pohon Durian

Inisiatif warga Pahae menyelamatkannya mendapat pujian. Orang utan Tapanuli adalah spesies ketiga setelah spesies orang utan Kalimantan dan Sumatera.


Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Dorong Kelompok Tani Hutan Konservasi

2 hari lalu

Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Dorong Kelompok Tani Hutan Konservasi

Suaka Margasatwa Dangku menjadi salah satu lokasi target Indonesia FOLU Net Sink 2030.


Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

9 hari lalu

Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

Pertunjukan topeng monyet iberdampak negatif bagi manusia ataupun satwa monyetnya.


Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

10 hari lalu

Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

KLHK juga meminta agar tidak melayani melayani permohonan kerja sama oleh Erik Meijaard dkk di tingkat tapak dalam kewenangan Kepala UPT.


KLHK dan Sinar Mas Siapkan Pusat Persemaian 10 Juta Tanaman di Sumatera Selatan

20 hari lalu

KLHK dan Sinar Mas Siapkan Pusat Persemaian 10 Juta Tanaman di Sumatera Selatan

KLHK turuti program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo untuk secara total membangun 30 unit pusat persemaian di seluruh Indonesia.


BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

24 hari lalu

BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

Kini hewan tersebut diamankan oleh BKSDA Jakarta dan direncanakan akan dilepasliarkan.


Shopee bersama KLHK Tanam Bibit Pohon Kopi, Dukung Potensi Ekowisata Kampung Ciwaluh, Jawa Barat

32 hari lalu

Shopee bersama KLHK Tanam Bibit Pohon Kopi, Dukung Potensi Ekowisata Kampung Ciwaluh, Jawa Barat

Program ini merupakan contoh baik terkait sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat


MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

35 hari lalu

MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

Boyamin menduga kapal tersebut mengangkut limbah beracun seberat 5.500 ton dan disamarkan dengan dokumen sebagai minyak bumi.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Kucing Mengeong ke Manusia, Harimau Sumatera Lhokbe

40 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Kucing Mengeong ke Manusia, Harimau Sumatera Lhokbe

Ketika kucing bertemu dengan satu sama lain, mereka terlihat jarang menggunakan suara mengeong untuk berkomunikasi


KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

41 hari lalu

KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

Kampanye "The Rising Tide" dan Triathlon Bali-Jakarta berbuah positif, produsen didorong perbesar kemasan plastik (upsizing) demi kurangi timbulan sampah.