Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Virus Corona dan Perubahan Iklim

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengunjungi pasien virus corona baru di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 6 Februari 2020. Jumlah orang yang meninggal dunia akibat virus korona baru melonjak menjadi 908. China Daily via REUTERS

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengunjungi pasien virus corona baru di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 6 Februari 2020. Jumlah orang yang meninggal dunia akibat virus korona baru melonjak menjadi 908. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini, Jumat 6 Maret 2020, dimulai dari artikel berisi keterangan dari Wakil Ketua Tim Dokter Infeksi Khusus RS Hasan Sadikin Bandung, Anggraini Alam. Dia mengungkap bahwa satu orang terinfeksi virus corona COVID-19 bisa menularkannya kepada 3-4 orang lain. Pada beberapa kasus seperti di Korea Selatan bahkan bisa sampai 11 orang.

    Berita terpopuler kedua adalah asteroid berukuran kira-kira setengah Gunung Everest meluncur ke arah Bumi bulan depan. Para ilmuwan mengatakan objek yang disebut 52768 (1998 OR2, karena ditemukan pada 1998 lalu) itu diperkirakan tidak akan menabrak Bumi sehingga potensi bencana global terhindarkan.

    Lainnya, jurnal ilmiah yang cukup terkemuka mencabut kembali makalah penelitian yang pernah dimuatnya pada tahun lalu. Makalah penelitian itu mengklaim bahwa perubahan iklim terjadi karena siklus Matahari dan bukan oleh aktivitas manusia.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini:

    1. Begini Satu Pasien Virus Corona Bisa Tulari 3-11 Orang Lainnya

    Wakil Ketua Tim Dokter Infeksi Khusus RS Hasan Sadikin Bandung, Anggraini Alam, mengatakan kalau satu orang yang terinfeksi virus corona COVID-19 bisa menularkan virus itu kepada 3-4 orang lainnya. Pada beberapa kasus seperti di Korea Selatan bahkan bisa sampai 11 orang.

    “Tapi umumnya tiga orang dari sebuah kasus yang terkonfirmasi positif infeksi,” kata Anggraini di webinar tentang kewaspadaan infeksi virus corona COVID-19 yang diikuti 2000-an peserta, Kamis 5 Maret 2020.

    Anggraini menjelaskan, ada dua cara penularan virus itu yang diketahuinya saat ini. Keduanya adalah lewat udara dan kontak dekat dengan pasien yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

    2. Asteroid Diameter 4,1 Kilometer Dipastikan Tak Tabrak Bumi

    Asteroid berukuran kira-kira setengah Gunung Everest meluncur ke arah Bumi bulan depan. Namun, para ilmuwan mengatakan objek yang disebut 52768 (1998 OR2, karena ditemukan pada 1998 lalu) itu diperkirakan tidak akan menabrak Bumi.

    "Penemuan 1998 OR2 datang bersamaan dengan NASA memasang perangkat komputasi dan analisis data canggih terbaru yang mempercepat pencarian kami akan objek-objek dekat Bumi," kata Manajer Proyek Objek Bumi di NASA, Steven Pravdo.

    Benda asing luar angkasa itu teramati memiliki diameter satu hingga 4,1 km dan akan berpapasan dengan Bumi pada jarak sekitar 3,3 juta kilometer. Kecepatannya diperkirakan 8,7 kilometer detik atau 31.320 km per jam. Dengan kecepatan tersebut, asteroid itu akan mendekati Bumi pada 29 April mendatang.

    3. Jurnal Ilmiah Drop Hasil Penelitian Perubahan Iklim Ini, Kenapa?

    Sebuah jurnal ilmiah yang cukup terkemuka mencabut kembali makalah penelitian yang pernah dimuatnya pada tahun lalu. Makalah penelitian itu mengklaim bahwa perubahan iklim terjadi karena siklus Matahari dan bukan oleh aktivitas manusia.

    Pada tahun lalu, Scientific Reports mengundang banyak kritik karena memuat makalah yang menurut para ahli lain telah membuat kesalahan mendasar tentang bagaimana Bumi bergerak mengelilingi Matahari. 

    Jurnal yang diterbitkan Nature Research itu kemudian secara resmi telah menarik makalah tersebut lewat ulasan para ahli dari universitas-universitas di Inggris dan sebuah institusi di Azerbaijan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.