Virus Corona: 5 Pasien dalam Pengawasan di Bandung

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

TEMPO.CO, Bandung - Sebanyak dua rumah sakit rujukan di Bandung tengah merawat lima orang pasien dalam pengawasan terkait virus corona COVID-19. Mereka tersebar tiga orang di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin dan dua di Rumah Sakit Paru dr. H.A. Rotinsulu.

Direktur Utama Rumah Sakit Paru dr. H.A. Rotinsulu, Edi Sampurno, mengatakan kedatangan seorang pasien dalam pengawasan pada Jumat 6 Maret 2020. Seperti seorang pasien serupa sebelumnya yang masih dirawat di ruang isolasi, mereka baru pulang dari umrah.

“Kondisi keduanya membaik, tapi hasil tes sampel belum keluar,” katanya Sabtu 7 Maret 2020.

Sebelumnya, pada Februari, rumah sakit di daerah Ciumbuleuit Bandung itu sempat merawat tiga orang di ruang isolasi. Hasil pemeriksaan menyatakan semuanya negatif terinfeksi COVID-19.

Terpisah, Direktur Medis dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Bandung, Nucki Nursjamsi Hidajat, mengatakan saat ini ruang isolasi di rumah sakit itu dihuni tiga pasien dalam pengawasan. “Dua membaik, seorang pasien lain pakai ventilator,” ujarnya Sabtu 7 Maret 2020.

Sama seperti di RS Paru, sampel pemeriksaan pasien sudah dikirim RS Hasan Sadikin ke Balitbangkes di Jakarta namun hasilnya belum keluar. RS Hasan Sadikin Bandung sebelumnya pernah merawat lima pasien di ruang isolasi dan semua hasilnya negatif.

Kriteria pasien dalam pengawasan diatur menurut Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus dari Kementerian Kesehatan. Kategori Pasien dalam Pengawasan adalah mereka yang punya gejala demam atau riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan punya riwayat perjalanan ke Cina atau negara lain yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala itu ditambah pneumonia ringan hingga berat. 

Faktor lain adalah punya riwayat kontak erat dengan kasus terkonfirmasi virus corona, bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi virus corona di Cina atau negara lain yang terjangkit. Atau punya riwayat kontak dengan hewan penular yang sudah teridentifikasi. Pun jika pasien memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan demam lebih dari 38 derajat Celcius atau ada riwayat demam.






Mengenali Penyebab dan Jenis Pneumonia pada Balita

24 menit lalu

Mengenali Penyebab dan Jenis Pneumonia pada Balita

Pneumonia infeksi paru-paru yang umumnya menyerang anak kecil dan orang dewasa lebih tua. Ini bisa disebabkan oleh berbagai jenis bakteri dan virus.


Sejarah Petasan di Dunia Hingga Masuk ke Indonesia

2 jam lalu

Sejarah Petasan di Dunia Hingga Masuk ke Indonesia

Petasan sudah ditemukan sejak 200 SM di Cina. Kemudian masyarakat Cina menyebar ke seluruh dunia dan memperkenalkan tradisi petasan tersebut.


Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

3 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


Cara Mengecek dan Mengenali Gejala Pneumonia pada Anak

12 jam lalu

Cara Mengecek dan Mengenali Gejala Pneumonia pada Anak

Cara ini membantu memeriksa gejala pneumonia pada anak, juga bronkitis berat dan bronkopneumonia.


Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

13 jam lalu

Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

Festival Musik Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal digelar hari ini, 9 Desember 2022. Polisi telah menyiapkan pengamanan dengan mengacu pada SOP


Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

1 hari lalu

Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

Twitter secara diam-diam berhenti memberlakukan kebijakan informasi COVID-19 yang menyesatkan.


Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

1 hari lalu

Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

Sejumlah pengusaha asal Cina tertarik menanamkan sejumlah investasi di Rusia dan memamerkan produk-produk mereka, khususnya produk teknologi


Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

1 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

Vaksin booster kedua untuk menekan penularan COVID-19 khususnya bagi masyarakat pemilik penyakit penyerta.


Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

1 hari lalu

Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

MERS adalah satu dari delapan risiko infeksi potensial yang secara teoritis dapat muncul selama Piala Dunia Qatar 2022.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

1 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.