Warga Tak Patuh, Iran Bersiap untuk Gelombang Kedua Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah alat yang disimpan di Gudang Darurat Penanganan Covid-19 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Gudang logistik tersebut akan menyimpan peralatan kebutuhan penanganan corona seperti cairan disinfektan, sarung tangan, sepatu boot, masker dan baju steril. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah alat yang disimpan di Gudang Darurat Penanganan Covid-19 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Gudang logistik tersebut akan menyimpan peralatan kebutuhan penanganan corona seperti cairan disinfektan, sarung tangan, sepatu boot, masker dan baju steril. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Dubai - Iran bersiap menghadapi kemungkinan gelombang kedua wabah virus corona COVID-19. Pemerintahnya berjanji akan menerapkan langkah tegas setelah jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi 2.077 orang per Rabu 25 Maret 2020.

    Juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei, mengatakan, gelombang kedua wabah virus corona karena tidak sedikit warga Iran yang tidak mematuhi anjuran menghentikan penyebaran virus di negara itu.

    "Sayangnya, beberapa warga Iran mengabaikan saran dari para pejabat kementerian kesehatan dan masih saja bepergian selama hari libur Tahun Baru (Iran)," katanya melalui siaran stasiun televisi negara itu.

    Rabiei menambahkan, "Semua perjalanan antarkota dilarang dan mereka yang melanggar aturan itu akan dihukum."

    Larangan itu lebih dulu diumumkan Presiden Iran, Hassan Rouhani. Bukan hanya Tahun Baru Iran Nowruz, larangan perjalanan juga berlaku untuk acara pertemuan tradisional di taman-taman. 

    Rouhani mengatakan larangan akan lebih banyak diberlakukan demi membendung penyebaran penyakit virus corona 2019 alias COVID-19. Hingga saat ini, jumlah kasus infeksi virus itu di Iran mencapai 27.017 orang. Angka itu terjadi setelah  Teheran menolak menerapkan lockdown (karantina wilayah) di kota-kota Iran. 

    Namun Rouhani menjanjikan larangan perjalanan akan diterapkan secara ketat di seluruh Iran. Ia mengatakan langkah-langkah baru itu akan diterapkan selama 15 hari, mulai Rabu.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.