BKSDA Selamatkan Harimau Sumatera di HTI Milik RAPP

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim BBKSDA Riau mengevakuasi seekor harimau sumatera yang terjerat di konsesi HTI PT RAPP di Kabupaten Pelalawan, Riau. (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

    Tim BBKSDA Riau mengevakuasi seekor harimau sumatera yang terjerat di konsesi HTI PT RAPP di Kabupaten Pelalawan, Riau. (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dibantu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengevakuasi seekor harimau sumatera liar yang terjerat di dalam konsesi hutan tanaman industri perusahaan tersebut di Kabupaten Pelalawan, Riau.

    “Hasil pengamatan tim medis kami menunjukkan luka yang dialami harimau cukup dalam di kaki kanan depan akibat jerat,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono di Pekanbaru, Senin, 30 Maret 2020.

    Ia mengatakan pihaknya mendapat laporan dari PT RAPP bahwa ada harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) terjerat pada Sabtu (28/3) sore. Tim Rescue dan medis BBKSDA Riau langsung bergerak ke lokasi, namun lokasi kejadian cukup jauh sehingga tim baru bisa membebaskan harimau dari jerat itu pada Minggu (29/3).

    Menurut dia, tempat terjeratnya harimau di daerah Semenanjung Kampar, tepatnya di konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) RAPP Blok Meranti, Kabupaten Pelalawan.

    Tim bergerak ke lokasi kejadian melewati jalan darat sekitar 60 kilometer hingga di pinggir kanal perusahaan, dan melanjutkan perjalanan melewati kanal sejauh dua kilometer. Dari tepi kanal, tim melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sejauh 500 meter hingga menemukan harimau terjerat itu.

    Hasil observasi terhadap harimau, lanjutnya, menunjukkan bahwa satwa dilindungi tersebut berkelamin betina yang diperkirakan berusia di bawah lima tahun. Harimau tersebut memiliki panjang badan 170 centimeter, dan berat 85-90 kilogram.

    “Harimau diperkirakan sudah tiga hari terjerat,” ujarnya.

    Karena pertimbangan luka harimau cukup parah, maka BBKSDA Riau mengevakuasi harimau tersebut ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Sumatera Barat, yang dikelola oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

    “Atas pertimbangan untuk pengobatan dan penyelamatan, maka harimau tersebut dievakuasi ke PRHSD,” katanya.

    Tim  dari Estate Meranti menuju PRHSD melalui jalan darat dengan estimasi perjalanan selama 18 jam. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Sumbar untuk proses serah terima harimau sumatera tersebut, dan direncanakan akan bertemu di perbatasan Riau - Sumbar,” katanya.

    Manajer Komunikasi RAPP Budhi Firmansyah, menyatakan RAPP sangat berterima kasih atas respon cepat team BBKSDA Riau atas laporan yang disampaikan. Perusahaan juga prihatin dan menyayangkan masih ada pemburu liar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.