Biar Data Akurat, Ini Dua Alat Uji COVID-19 Rekomendasi WHO

Reporter

Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan dua alat tes COVID-19 masuk daftar alat uji darurat di era pandemi saat ini. Keduanya, yakni genesig Real-Time PCR Coronavirus (COVID-19) dan cobas SARS-CoV-2 Qualitative assay for use on the cobas® 6800/8800 Systems telah diuji para ahli di WHO dan didapati akurat mendeteksi penyebab penyakit, virus SARS-CoV-2.

WHO bermaksud memberi panduan kepada otoritas kesehatan di negara-negara di dunia untuk membeli atau melakukan pengadaan alat uji COVID-19. "Dengan masuknya dua alat ini dalam daftar penggunaan darurat memungkinkan banyak negara untuk meningkatkan kapasitas tes dengan kualitas yang terjamin (akurat, red)," kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Obat-Obatan dan Produk Kesehatan, Mariângela Simão, lewat pernyataan tertulis di laman resmi WHO, Selasa 7 April 2020.

Dalam pernyataan tertulisnya WHO menerangkan genesig Real-Time PCR Coronavirus (COVID-19) merupakan alat uji COVID-19 buatan Primerdesign, perusahaan bio-teknologi asal Inggris. Alat itu, menurut WHO, dapat digunakan dalam laboratorium dengan kapasitas pengujian sampel yang moderat atau menengah.

Sedang cobas SARS-CoV-2 Qualitative assay for use on the cobas® 6800/8800 Systems merupakan alat uji buatan Roche, perusahaan bio-teknologi asal Amerika Serikat. Alat ini direkomendasikan digunakan di laboratorium yang berukuran dan berkapasitas lebih besar.

Dua alat itu telah lolos rangkaian pemeriksaan dan tes dari sejumlah ahli WHO yang telah mencari alat uji COVID-19 untuk situasi darurat sejak akhir Januari lalu. Lewat pengumuman secara terbuka, WHO mengundang perusahaan bioteknologi untuk mengirim proposal mengenai alat ujinya agar dapat ditelaah lebih jauh oleh pakar.

Prosedur itu ditetapkan WHO untuk mempercepat pengadaan alat uji COVID-19 di tengah situasi darurat kesehatan. Harapannya membantu lembaga pengadaan dan negara-negara mencari alat yang akurat di tengah banyaknya pilihan yang tersedia.






AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

1 jam lalu

AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

insiden balon mata-mata Cina telah meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Washington hingga Menlu AS Antony Blinken membatalkan perjalanan


WHO: 23 Juta Warga Terdampak Gempa Turki-Suriah

2 jam lalu

WHO: 23 Juta Warga Terdampak Gempa Turki-Suriah

WHO memperingatkan bahwa hingga 23 juta orang terdampak gempa Turki-Suriah.


Top 3 Dunia: Mulai dari Penyebab Gempa Bumi Turki dan Suriah hingga Potensi Jumlah Korban Menurut WHO

5 jam lalu

Top 3 Dunia: Mulai dari Penyebab Gempa Bumi Turki dan Suriah hingga Potensi Jumlah Korban Menurut WHO

Top 3 Dunia dikuasai oleh berita-berita tentang gempa bumi di Turki dan Suriah.


NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

12 jam lalu

NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok meluncurkan buku bertajuk "Santri Indonesia di Tiongkok"


Menguak Penyebab Gempa Turki yang Masif Merusak

15 jam lalu

Menguak Penyebab Gempa Turki yang Masif Merusak

Elders mengungkapkan gempa Turki amat dahsyat dan menghancurkan karena kedalamannya hanya 18 km dari permukaan bumi atau termasuk dangkal.


WHO: Suriah Krisis, Butuh Bantuan dalam Jumlah Sangat Besar

16 jam lalu

WHO: Suriah Krisis, Butuh Bantuan dalam Jumlah Sangat Besar

Dirjen WHO mengatakan sekarang adalah perlombaan melawan waktu untuk menemukan orang-orang yang selamat.


5 Fakta Gempa Turki dan Suriah: Perkiraan Korban Tewas hingga Episentrum Gempa

17 jam lalu

5 Fakta Gempa Turki dan Suriah: Perkiraan Korban Tewas hingga Episentrum Gempa

WHO memperkirakan jumlah korban gempa Turki bisa naik 8 kali lipat dari penghitungan sementara.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

19 jam lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Cina Minta Maaf Balon Mata-mata Terbang di Wilayah Kosta Rika

20 jam lalu

Cina Minta Maaf Balon Mata-mata Terbang di Wilayah Kosta Rika

Balon mata-mata Cina disebut terbang di wilayah Kosta Rika. Cina minta maaf dan menyatakan itu untuk studi cuaca.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

22 jam lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.