LIPI: Selain Sikka dan Biak, Lamun Indonesia Kurang sehat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Padang lamun. Kredit: NOAA

    Padang lamun. Kredit: NOAA

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Susi Rahmawati mengatakan secara umum status padang lamun di wilayah Indonesia adalah moderat atau kurang sehat.

    "Secara umum status lamun di Indonesia saat ini moderat," kata Susi dalam seminar virtual Status Ekosistem Pesisir di Indonesia dan Pengelolaannya, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.

    Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal.

    Susi mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman lamun tertinggi di dunia. Indonesia memiliki 16 spesies lamun atau 22 persen dari total spesies lamun di dunia.

    Status lamun di Indonesia bagian timur lebih baik dibanding Indonesia bagian barat. Hanya Sikka dan Biak merupakan dua wilayah Indonesia dengan kondisi padang lamun kaya/sehat (good) dari semua wilayah pemantauan di Indonesia.

    LIPI melakukan pemantauan padang lamun di 32 lokasi seluruh Indonesia, di antaranya Biak, Sikka, Nias, Tapanuli Tengah, Linggau, Natuna, Lampung, Makasar, Kendari, Wakatobi, Ternate, Tual, Raja Ampat, Mentawai dan Derawan.

    Kondisi baik (good) itu menunjukkan padang lamun kaya atau sehat dengan penutupan lamun lebih dari atau sekitar 60 persen.

    Padang lamun tergolong kurang kaya/kurang sehat jika penutupan lamun sebesar 30-59,9 persen.

    Sedangkan kondisi lamun yang buruk (poor) banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian barat. Dengan status rusak atau miskin, penutupan lamun bisa hanya kurang dari 29,9 persen.

    Ekosistem lamun bermanfaat penting selain bagi kehidupan manusia juga organisme laut lain. Padang lamun menyediakan habitat bagi organisme lain seperti udang dan kerang-kerangan yang memiliki nilai ekonomi untuk manusia.

    Lamun juga bisa memodifikasi lingkungan fisik di sekitarnya seperti mengurangi energi gelombang sehingga bisa meminimalisir abrasi di pantai, dan bisa menstabilkan sedimen serta membuat perairan di sekitar pantai menjadi jernih.

    Lamun berperan sebagai mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap dan menyimpan karbon di dalam lingkungannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.