Dokter Bicara Seribu Wajah Covid-19: Ini Membingungkan

Reporter

Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien positif COVID-19 melakukan peregangan tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Ragam gejala Covid-19 yang menyerupai penyakit-penyakit lain diakui membuat bingung para dokter. Karena beragam gejala itu pula Covid-19 mendapat nama penyakit dengan seribu wajah. 

"Jadi terus terang (penyakit) ini membingungkan. Kami sebagai klinisi, sebagai dokter, ini membingungkan," kata Dokter paru Rumah Sakit Persahabatan, Andika Chandra, ketika dihubungi, Jumat 9 Oktober 2020.

Ia menerangkan, gejala yang muncul dari Covid-19 tidak hanya pilek, sesak napas dan pneumonia tetapi juga menyerupai gejala penyakit lain. Dia mencontohkan mulai dari mencret, muntah-muntah, mati rasa, cegukan, ruam kulit, mata merah hingga gejala yang menyerupai stroke dan kehilangan kesadaran karena adanya gangguan pada otak.

Gejala-gejala tersebut muncul, Andika menjelaskan, karena reseptor virus corona penyebab Covid-19 pada sel yakni senyawa protein Angiotensin Converting Enzyme atau ACE2 tidak hanya terdapat pada saluran pernapasan. Tetapi juga pada saluran pencernaan, saluran mata, saluran pada kulit hingga otak.

"Kami enggak bisa membedakan mencret ini karena infeksi bakteri atau karena jamur atau karena Covid-19," katanya, "kami tidak bisa membedakannya secara klinis saja."

Untuk itu diperlukan pemeriksaan segera, baik melalui tes cepat sampel darah atau pemeriksaan sampel usap menggunakan teknik RT-PCR. Selain untuk menghindari kemungkinan penyebaran lebih lanjut, pemeriksaan segera juga penting untuk mengurangi dampak yang lebih besar pada kesehatan pasien yang terinfeksi.

"Bayangkan seperti kebakaran. Kalau api sudah besar, tentu agak sulit melakukan pemadamannya," katanya sambil menambahkan, "tetap intinya testing itu yang paling penting. Kemudian kita lakukan tracing, baru kita lakukan treatment."

Erlina Burhan, kolega Andika di RS Persahabatan, sebelumnya juga mengungkap perihal seribu wajah tersebut. Saat itu dia mengimbau masyarakat tidak berburuk sangka kepada para dokter yang memberi diagnosis Covid-19. “Dokter tidak akan menulis diagnosis Covid-19 kalau tidak ada bukti, buat apa dokter meng-covid-kan pasien?” katanya.

Menurutnya, masih ada masyarakat yang tidak memahami bahwa Covid-19 bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda sesuai organ tubuh yang diserang. Kurangnya pemahaman itu tak jarang membuat beberapa di antaranya menuduh para dokter asal mendiagnosis pasiennya.

Baca juga:
5 Pertanyaan Besar dari Pengobatan Presiden Amerika Donald Trump

“Kadang-kadang pasien datang dengan gejala stroke dan positif Covid-19, lalu keluarga marah-marah ke dokter karena merasa yang dialaminya gejala stroke, padahal infeksi Covid-19 juga,” Kata Erlina. 






Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

9 jam lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


Otoritas Kesehatan Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19

21 jam lalu

Otoritas Kesehatan Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19

CDC memperbaharui aturan Covid-19 di Amerika Serikat. Sekolah tak lagi perlu melakukan karantina mandiri jika ada yang positif Covid-19.


Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

1 hari lalu

Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sebelumnya mengatakan kakaknya sempat sakit parah dan demam tinggi saat kasus Covid-19 merebak di Korea Utara.


Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang Lawan Covid

1 hari lalu

Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang Lawan Covid

Dalam dua pekan terakhir, pemerintah Korea Utara tak menemukan kasus Covid-19 yang baru. Kim Jong Un mengumumkan negaranya menang lawan Corona.


Omicron Baru Lagi yang Lebih Menular: BA.4.6 Versus BA.5 dan BA.2.75

1 hari lalu

Omicron Baru Lagi yang Lebih Menular: BA.4.6 Versus BA.5 dan BA.2.75

Pemerintah dan masyarakat di Indonesia diminta tak cemas dengan adanya subvarian Omicron terbaru tapi jangan juga dipandang remeh.


Inilah Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Langya, Virus Baru yang Ditemukan di Cina

1 hari lalu

Inilah Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Langya, Virus Baru yang Ditemukan di Cina

Virus Langya merupakan jenis virus baru yang ditemukan di Cina dengan gejala demam, batuk, kelelahan, dan mual.


Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

2 hari lalu

Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

Pakar mengatakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di 43 negara. Berikut hal yang perlu diperhatikan.


Kota Sanya di Cina Lockdown, Lebih dari 80.000 Turis Terjebak

2 hari lalu

Kota Sanya di Cina Lockdown, Lebih dari 80.000 Turis Terjebak

Sanya yang juga dikenal sebagai Hawaii Cina telah mendaftarkan 801 kasus COVID-19 dari 1 hingga 7 Agustus 2022, akhirnya lockdown.


Toyota Tangguhkan Produksi di Salah Satu Pabrik di Jepang karena Wabah Covid-19

3 hari lalu

Toyota Tangguhkan Produksi di Salah Satu Pabrik di Jepang karena Wabah Covid-19

Toyota telah menangguhkan produksi shift malam pada salah satu lini produksi di pabrik di Jepang karena pekerja terinfeksi Covid-19.


Kasus Covid-19 di Tibet Mulai Meresahkan

3 hari lalu

Kasus Covid-19 di Tibet Mulai Meresahkan

Warga Tibet yang tinggal di sejumlah wilayah diminta melakukan tes massal Covid-19.