Gunung Merapi Siaga Erupsi, Kubah Lava Sudah 4.600 Meter Kubik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat 10 April 2020. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 27 Maret - 2 April 2020, analisis morfologi area kawah menggunakan foto udara menunjukan volume kubah lava telah mencapai 291 ribu meter kubik dan sedikit mengalami perubahan bentuk. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat 10 April 2020. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 27 Maret - 2 April 2020, analisis morfologi area kawah menggunakan foto udara menunjukan volume kubah lava telah mencapai 291 ribu meter kubik dan sedikit mengalami perubahan bentuk. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Volume kubah lava baru Gunung Merapi mulai bisa diukur oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Sebelumnya BPPTKG mendeteksi adanya dua kubah lava bagian tengah dan barat daya awal Januari 2021.

    Dikira masih satu kesatuan proses, saat ini kubah lava bagian barat daya sudah mulai berkembang dan terukur volumenya. “Per 13 Januari 2021, volume kubah lava Merapi di sisi barat daya sebesar 4.600 meter kubik,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida, Rabu 13 Januari 2021.

    Selain itu, hasil pemantauan pada hari ini guguran awan panas Gunung Merapi juga kembali terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. “Awan panas guguran terjadi 1 kali hari ini ke arah hulu Kali Krasak dengan intensitas kecil dan jarak luncur tak teramati, status Merapi saat ini Siaga,” ujar Hanik.

    Dengan kondisi Merapi terkini itu, Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan masih mengejar kesiapan sejumlah jalur evakuasi guna mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi. Potensinya, erupsi mengarah ke arah barat-barat daya.

    Hasil pantauan Pemerintah Kabupaten Sleman masih ada sejumlah jalur evakuasi yang perlu segera dibenahi. Antara lain jalur evakuasi di Desa Wonokerto Kecamatan Turi kurang lebih sekitar satu kilometer dan jalur evakuasi di Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Sleman sekitar 150 meter.

    “Pembenahan infrastruktur khususnya jalur evakuasi jadi prioritas agar ketika nanti status Merapi ada peningkatan, proses evakuasi warga berjalan lancar baik secara mandiri maupun oleh pemerintah,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu. 

    Baca juga:
    Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Pertama, Status Belum Awas

    Pembenahan jalur-jalur itu tak menghalangi upaya evakuasi sedini mungkin dari kelompok masyarakat paling rawan terdampak bencana dari wilayah terdekat puncak Gunung Merapi. “Warga rentan terdampak erupsi yang sebelumnya tinggal dengan jarak kurang dari 5 kilometer dari Merapi sudah diungsikan di barak pengungsian Glagaharjo,” ujar Sri Purnomo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mencermati Rekam Jejak, Karier, dan Harta Komjen Listyo Sigit Prabowo

    Komjen Listyo Sigit Prabowo, calon tunggal Kapolri pilihan Jokowi, menjalani fit and proper test pada 19 Januari 2021. Ini catatan perihal Listyo.