Huawei ASEAN Academy Resmi Dibuka di Indonesia, Siapa Saja Bisa Mendaftar?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei ASEAN Academy Engineering Institute resmi dibuka di Indonesia, Senin 25 Januari 2021. Dijanjikan menjadi yang terbesar di Asia Pasifik. (ANTARA/Huawei Indonesia)

    Huawei ASEAN Academy Engineering Institute resmi dibuka di Indonesia, Senin 25 Januari 2021. Dijanjikan menjadi yang terbesar di Asia Pasifik. (ANTARA/Huawei Indonesia)

    TEMPO.CO, JakartaHuawei ASEAN Academy Engineering Institute resmi dibuka di Indonesia, Senin 25 Januari 2021. Huawei berjanji menjadikannya pusat pelatihan dan sertifikasi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terbesar dan terlengkap di antara Huawei Academy di kawasan Asia Pasifik.

    Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia dan President Huawei ASEAN Academy mengatakan Huawei Indonesia berkomitmen untuk turut mengembangkan kompetensi SDM Indonesia di bidang TIK. Selain juga mendukung percepatan transformasi digital serta tercapainya visi Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi digital dunia pada 2045.

    "Kami bertekad akan terus menguatkan komitmen tersebut melalui Huawei ASEAN Academy di Indonesia. Dalam 5 tahun, lewat sinergi multiple-helix dengan berbagai pihak, kami menargetkan untuk mengembangkan kompetensi 100 ribu SDM Digital Indonesia," kata Chen melalui keterangannya, Senin 25 Januari 2021.

    Huawei ASEAN Academy Indonesia terdiri dari Business College, Technical College dan Engineering College. Kampus ini disebutkan akan didukung lebih dari 100 trainer, lebih dari 3000 pelatihan, lebih dari 100 mirroring environment. Fasilitasnya dilengkapi laboratorium, ruang-ruang kelas, pusat pelatihan, hingga fasilitas untuk mempelajari instalasi hardware dan pekerjaan-pekerjaan di lapangan.

    ADVERTISEMENT

    Di Business College dapat dipelajari tentang perkembangan TIK terkini beserta tren-tren industri, berbagai best practices yang bermanfaat sebagai bahan studi, hingga filosofi manajemen Huawei. Pesertanya terbuka dari kalangan pemerintahan, regulator, perusahaan, serta para manajer dari perusahaan berskala enterprise maupun operator telekomunikasi.

    "Tujuan Business College adalah membantu para manajer atau posisi sederajat dari berbagai lembaga untuk memahami dinamika TIK di industri, memiliki kepemimpinan yang kuat, sehingga mampu membangun kebijakan serta keputusan yang tepat."

    Technical College berbeda dari Business College, menawarkan program seperti ICT Technical Training and Certification, IP Training and Certification, dan ICT Competition. Selain itu juga Seeds for the Future, Excellent College Students Internship, Developer Contest (HMS, Cloud & AI), serta 5G+AI Ecosystem Innovation Training Camp.

    "Technical College dihadirkan untuk para engineer dari operator telekomunikasi maupun enterprise, mahasiswa, praktisi TIK, dan mitra ekosistem."

    Sementara itu melalui Engineering College, peserta dari kalangan teknisi Sub-Kontraktor maupun siswa sekolah vokasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kecakapan di bidang TIK. Mereka bisa meningkatkan peluang kerja di bidang TIK, serta meningkatkan efisiensi karyawan di perusahaan-perusahaan Sub-Kontraktor.

    Baca juga:
    Tim ITB Raih Juara Dunia Huawei ICT Competition 2020

    Yang Dong Hai, Dekan Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Indonesia mengklaim institut dilengkapi dengan teknologi paling canggih di industri, seperti konstruksi jaringan nirkabel dan microwave, upgrade, migrasi, dismantling, penggelaran ulang, FTTx, hingga datacom jaringan optik.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.