Tangkal Varian Baru Corona, Epidemiolog Ini Sarankan Pakai Masker Dobel

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Fauzan

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Palembang - Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, mengimbau warga di Palembang dan Sumatera Selatan terbiasa memakai masker dua lapis. Tujuannya menangkal varian baru dari virus corona penyebab Covid-19 yang penyebarannya telah ditemukan di daerah itu.

    "Jika memang tidak bisa menjaga jarak maka gunakanlah masker dua lapis, karena sudah ada rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC)," ujarnya di Palembang, Kamis 11 Maret 2021.

    Menurut Iche, penggunaan masker dua lapis, kombinasi masker kain dan masker medis, menjadi solusi saat aktivitas masyarakat saat ini yang dinilainya sudah cederung kembali normal. Protokol kesehatan menjaga jarak pun sulit ditegakkan.

    Padahal, dia menambahkan, temuan kasus infeksi virus corona B.1.1.7 di Palembang seharusnya membuat masyarakat setempat memperketat protokol kesehatan. Dia memperingatkan soal dugaan daya tular varian yang pertama diketahui berkembang di Inggris itu yang 40-70 persen lebih cepat daripada varian awal virus corona Covid-19.

    Meski Vaksin Covid-19 yang sudah digunakan saat ini juga mampu menghambat varian baru virus corona itu, Iche meminta warga tetap waspada. Semakin penyebarannya ditekan, dia mengatakan, semakin menekan peluang varian baru itu untuk bermutasi lagi.

    "Jangan sampai kendor karena kita tidak pernah tahu kapan virus bermutasi dan jangan sampai menimbulkan polemik baru," kata dia.

    Iche juga meminta pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Selatan tidak mengendurkan kampanye 3T (testing, tracing, treatment) meski progres vaksinasi Covid-19 mulai meningkat. Menurutnya, testing Covid-19 Sumatera Selatan masih di bawah angka ideal 1:1000 penduduk per minggu.

    "Kalau testing masih lemah maka sulit mengetahui apakah virus corona yang sudah ada bermutasi lagi atau tidak," katanya menjelaskan.

    Secara terpisah, dalam webinar hari ini, Jumat 12 Maret 2021, juru bicara Vaksinasi Covid- 19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memberi konfirmasi kalau satu dari enam kasus infeksi virus corona B.1.1.7 yang sudah ditemukan berasal dari sampel asal Sumatera Selatan. Lima lainnya dari Karawang (2 kasus), Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

    Baca juga:
    Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Sebaran Varian Baru Virus Corona

    Siti menyatakan kalau kementerian terus memonitor adanya variasi virus corona Covid-19 tersebut. Selain varian B.1.1.7, yang juga diawasi adalah B1.351 asal Afrika Selatan dan B.1.1.28.1 atau P1 dari Brasil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.