Covid-19: Klaster Guru di SMAN 1 Bangka, Sekolah Kembali Daring

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Bangka - Klaster penularan Covid-19 terjadi di antara para guru di SMA Negeri 1 Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Hingga Selasa 30 Maret 2021, sudah lima orang yang dikonfirmasi positif dan harus menjalani perawatan di rumah sakit ataupun isolasi mandiri.

    Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka menginformasikan pada Selasa itu satu guru lagi yang positif tertular infeksi virus corona. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dari puskesmas setempat. "Sehingga total guru yang positif Covid-19 di sekolah itu sebanyak lima orang," kata juru bicara satgas, Boy Yandra, di Sungailiat, Selasa.

    Guru kelima itu disebutkan memiliki riwayat kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19. Guru perempuan itu langsung mendapat perawatan di rumah sakit provinsi. Hasil dianogsa dokter, dia memiliki gejala batuk, flu, dan sakit di tenggorokan.

    Sedang empat guru sebelumnya disebutkan Boy masih menjalani isolasi untuk mendapatkan perawatan kesehatan tim medis di rumah masing-masing. Dengan ditemukan kasus penyebaran virus corona itu, pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 akhirnya ditutup kembali untuk sementara.

    "Sejak Senin sampai 10 hari ke depan dialihkan ke sistem belajar sistem dalam jaringan," katanya.

    Baca juga:
    Tes PCR Pastikan 14 Siswa Tertular Covid-19, Sekolah Ini Langsung Diliburkan

    Berdasarkan data dari pusat informasi Covid-19 Kabupaten Bangka, sampai Selasa lalu terakumulasi 2.300 kasus Covid-19 dengan korban meninggal 31 orang. Boy mengingatkan masyarakat setempat  agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, "Karena kasus penyebarannya masih terjadi hampir setiap hari."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.