Puluhan Mahasiswa Terpapar Covid-19 di Politeknik Kesehatan Pontianak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswi Politeknik Kesehatan Jakarta III bertepuk tangan selama 56 detik dengan koreografi di Jatiwarna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 November 2020. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap tenaga medis yang berjuang selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah mahasiswi Politeknik Kesehatan Jakarta III bertepuk tangan selama 56 detik dengan koreografi di Jatiwarna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 November 2020. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap tenaga medis yang berjuang selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Pontianak - Sebanyak 42 kasus Covid-19 telah ditemukan di lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pontianak, Kalimantan Barat. Jumlah kasus itu masih mungkin bertambah karena Satgas Covid-19 Kota Pontianak sedang melakukan pelacakan ulang di antara para mahasiswa di kampus itu.

    "Selanjutnya, terhadap mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan diisolasi ketat di Rusunawa Nipah Kuning dan Unit Pelayanan Kesehatan di kampus," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Senin 26 April 2021.

    Edi mengatakan seluruh aktivitas tatap muka di kampus itu telah dihentikan karena temuan puluhan kasus baru Covid-19 tersebut. Bukan hanya Politeknik itu, tapi juga seluruh kampus yang ada di Pontianak--jug sekolah-sekolah.

    Menurut Edi, langkah penutupan kampus mengikuti instruksi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. "Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat, untuk mengutamakan keselamatan masyarakat ," katanya.

    Edi menambahkan, meskipun vaksinasi sudah berjalan namun tidak menjamin pandemi Covid-19 langsung berakhir. "Kita tetap harus ikhtiar dan berupaya untuk bisa bertahan dan melawan serta mengendalikan Covid-19 di Kota Pontianak," katanya.

    Sebelumnya, Gubernur Sutarmidji menyatakan PPKM Mikro berlak di seluruh kabupaten/kota maupun tingkat kecamatan. Alasannya, kasus penyebaran Covid-19 meningkat signifikan di beberapa kabupaten seperti di Ketapang, Sintang, Mempawah dan Landak. "Korban jiwa juga meningkat lebih dari 100 persen dalam satu bulan ini," ujarnya.

    Baca juga:
    Covid-19: Manggarai Flores Catat 80 Kasus Baru, 43 dari Biara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.