Kematian Usai Vaksinasi AstraZeneca, Komnas KIPI Ungkap Kesulitan Penelusuran

Reporter

Petugas medis mempersiapkan vaksin COVID-19 AstraZeneca saat vaksinasi masal di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Senin, 22 Maret 2021. Pemerintah Provinsi Bali menggelar vaksinasi masal dengan menggunakan vaksin merek AstraZeneca buatan Inggris. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) menemukan menemukan adanya penyakit kronis yang diderita Trio Fauqi Virdaus. Namun, dipastikan, bukan penyakit itu penyebab kematian pemuda asal Duren Sawit, Jakarta Timur, tersebut pada 6 Mei 2021 lalu, atau sehari setelah menerima suntikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Kepastian didapat berdasarkan rekam medis dari dokter yang pernah merawat Trio. "Kalau terkait penyakit kronisnya apa dan bagaimana, itu rahasia medis yang tidak bisa kami ungkapkan," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, Minggu 16 Mei 2021.

Hindra mengungkap kesulitan yang dihadapi Komnas KIPI dalam menelusuri pemicu kematian Trio, apakah karena vaksin AstraZeneca atau tidak. Dia menyebut ketiadaan data untuk dianalisa karena Trio tiba di rumah sakit pada 6 Mei lalu sudah dalam kondisi meninggal. "Dokter juga tidak sempat memeriksa lebih jauh. Datanya tidak ada sama sekali," katanya.

Menurut Hindra, keluarga maupun Trio sebenarnya memiliki peluang untuk menjalani diagnosa medis saat terjadi keluhan penyakit. Seperti diketahui, usai vaksinasi diberikan jeda sekitar 30 menit untuk observasi ada tidaknya efek samping yang mungkin muncul.

Setiap peserta vaksinasi, secara prosedur, juga dibekali nomor kontak dokter yang bisa dihubunginya apabila efek samping dirasa dalam 1x24 jam.

Adapun Trio disebut Hindra sudah mengeluh sejak sore, usai menjalani vaksinasi Covid-19. Lalu besoknya datang ke rumah sakit pukul 12.45 WIB sudah meninggal. "Padahal kalau diperiksa cek laboratorium dan CT scan itu bisa," katanya.

Kini, Komnas KIPI berencana mengkonfirmasi keluarga Trio untuk kesediaan membongkar makam untuk kepentingan autopsi. "Kalau keluarga mau, ya alhamdulillah. Nanti dokter forensik yamg autopsi," katanya.

Investigasi pascakematian Trio juga dilakukan Komnas KIPI menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mereka sedang melakukan uji sterilitas dan toksisitas dari vaksin yang pernah disuntikkan kepada Trio. Vaksin dipersempit ke batch yang sama.

Toksisitas adalah sifat suatu zat yang merusak bila dipaparkan terhadap struktur organisme, seperti sel atau organ tubuh. Sementara sterilitas diuji untuk mengetahui apakah vaksin tersebut bersih dari kuman atau mikroorganisme lain.

Hindra mengatakan dua uji itu biasanya dua sampai tiga pekan. "Investigasi terhadap kejadian yang dialami Trio bisa dinyatakan selesai apabila BPOM telah melaporkan hasil uji terhadap sterilitas maupun toksisitas vaksin AstraZeneca ini," katanya.

Baca juga:
Vaksin AstraZeneca: Inggris Catat 168 Kasus Pembekuan Darah, 32 Meninggal






Hari Rabies Sedunia, Kementan Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di Bali

11 jam lalu

Hari Rabies Sedunia, Kementan Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di Bali

Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian Rabies di Provinsi Bali dengan melakukan gerakan vaksinasi hewan secara massal


Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

2 hari lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

2 hari lalu

Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

Sejak pandemi, Thailand secara bertahap membuka kembali pariwisata internasional mulai Juli 2021 dengan program khusus.


Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

9 hari lalu

Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

Antioksidan buatan berbahaya bila dikonsumsi berlebihan.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

11 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.


Siapa Saja yang Wajib Diberikan Vaksin Hepatitis A dan B?

11 hari lalu

Siapa Saja yang Wajib Diberikan Vaksin Hepatitis A dan B?

Vaksinasi adalah cara yang tepat untuk mencegah penyebaran hepatitis. Berikut beberapa orang yang wajib menerima vaksin hepatitis A dan hepatitis B.


Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

14 hari lalu

Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

Dirjen WHO menyatakan sudah ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.


Kapan Kita Boleh Lepas Masker?

15 hari lalu

Kapan Kita Boleh Lepas Masker?

Pakar menyebut kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka, termasuk persentase vaksinasi booster bila sudah tinggi.


Pakar IPB: Pelabelan BPA Membuat Masyarakat Indonesia Aman

15 hari lalu

Pakar IPB: Pelabelan BPA Membuat Masyarakat Indonesia Aman

BPA tidak hanya ditemukan dalam campuran plastik keras polikarbonat, tapi marak pula di dalamkemasan kaleng, botol bayi atau dot


Pandemi Covid-19 Belum Usai, Tetap Tegakkan Protokol Kesehatan

16 hari lalu

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Tetap Tegakkan Protokol Kesehatan

Pakar epidemiologi mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan karena pandemi COVID-19 belum berakhir.